Pemprov Kalteng 1 menit baca • 22 menit lalu

Kecam Kasus Pelecehan Vokalis Band di Palangka Raya, Andina Theresia Narang Tegaskan Pentingnya Ruang Aman bagi Musisi Perempuan

Penulis: Admin Potret Kalteng | Rabu, 23 September 2026 - 08:19 WIB
Ukuran Teks:
Kecam Kasus Pelecehan Vokalis Band di Palangka Raya, Andina Theresia Narang Tegaskan Pentingnya Ruang Aman bagi Musisi Perempuan
Keterangan Gambar: Kecam Kasus Pelecehan Vokalis Band di Palangka Raya, Andina Theresia Narang Tegaskan Pentingnya Ruang Aman bagi Musisi Perempuan

 


PALANGKA RAYA, 
POTRETKALTENG.COM — Insiden dugaan pelecehan seksual non-verbal yang dialami oleh Natasya (19), vokalis Band R.A.S.Y.A, menuai sorotan publik. Kejadian yang berlangsung di tengah acara penggalangan dana untuk korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini turut menyita perhatian politisi nasional.  

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai NasDem Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah sekaligus Ketua Umum DPP Garnita Malahayati NasDem, Andina Theresia Narang, B.Comm, memberikan tanggapan mendalam atas kasus yang menimpa vokalis muda tersebut.  

Peristiwa tersebut terjadi ketika Natasya sedang membawakan lagu di atas panggung. Terlapor yang diketahui bernama Ain Nasriko alias Ain Koto diduga melempar dan memasang celana dalam pada tiang mikrofon milik korban. Aksi tersebut diikuti dengan ucapan makian dan provokasi yang memicu sorakan serta gelak tawa dari sebagian penonton.  

Aksi pelecehan tersebut membuat Natasya merasa sangat dipermalukan dan terintimidasi. Meski mengalami tekanan mental, ia tetap berupaya melanjutkan penampilannya hingga selesai sebelum akhirnya meluapkan kesedihannya di area basecamp.  

Guna menuntut keadilan, pihak korban telah melayangkan laporan resmi ke Polda Kalimantan Tengah. Laporan tersebut didasarkan pada dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), khususnya pasal yang mengatur pelecehan seksual nonfisik.  

Kuasa hukum korban, Adv. Jeffriko Seran, menegaskan bahwa tindakan terlapor yang memprovokasi dan mempermalukan korban di depan umum tidak dapat dibenarkan. Proses hukum diharapkan berjalan tegas demi memberikan kepastian hukum bagi korban.  

Gelombang dukungan terus mengalir bagi Natasya, baik dari sesama musisi lokal maupun tingkat nasional. Insiden ini menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pertunjukan dan seni yang aman, terhormat, serta bebas dari segala bentuk intimidasi bagi perempuan di Kalimantan Tengah. (Lz)

Terverifikasi Redaksi: Disusun sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber & Kode Etik Jurnalistik oleh redaksi POTRET KALTENG.
Bagaimana Reaksi Anda Tentang Berita Ini?
Terima kasih atas tanggapan Anda!