BARITO SELATAN, POTRETKALTENG.COM – Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat di Desa Sababilah, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah.
Kondisi tersebut salah satunya terjadi di kawasan Jalan Soekarno Hatta Km 18, Desa Sababilah. Sejumlah sumur milik warga dilaporkan mulai mengering setelah wilayah tersebut tidak diguyur hujan dalam waktu yang cukup lama.
Kondisi kekeringan itu juga berdampak terhadap aktivitas Masjid Al-Hijrah yang berada di kawasan tersebut. Ketersediaan air menjadi kebutuhan penting, baik untuk keperluan wudu, kebersihan masjid, sanitasi maupun aktivitas keagamaan lainnya.
Ustadz Idham selaku kaum sekaligus pengurus Masjid Al-Hijrah mengatakan, sumur warga di sekitar masjid mulai mengering dalam beberapa hari terakhir.
“Sudah dua hari ini sumur warga kering. Kondisi ini tentu mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk operasional Masjid Al-Hijrah,” ujar Ustadz Idham.
Menurutnya, kondisi tersebut terjadi setelah kawasan Mangaris Km 18 dan sekitarnya mengalami kemarau berkepanjangan. Berdasarkan kondisi yang dirasakan masyarakat, hujan disebut sudah tidak turun selama sekitar empat bulan.
Minimnya ketersediaan air membuat warga mulai khawatir apabila kemarau terus berlangsung. Pasalnya, air sumur selama ini menjadi salah satu sumber utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Selain kebutuhan rumah tangga, keberadaan air juga sangat diperlukan untuk menunjang aktivitas di Masjid Al-Hijrah. Kondisi sumur yang mengering membuat pengurus masjid harus memperhatikan ketersediaan air agar kegiatan ibadah tetap dapat berjalan.
Warga Harapkan Distribusi Air Bersih
Menghadapi kondisi tersebut, warga berharap Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui instansi terkait dapat melakukan pemantauan dan pendataan terhadap wilayah yang mulai terdampak kekeringan.
Warga juga berharap adanya bantuan distribusi air bersih apabila kondisi sumur terus mengering dan tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ustadz Idham berharap pemerintah dapat mengambil langkah antisipasi sebelum kondisi kekeringan semakin meluas.
“Kami berharap ada perhatian dan bantuan air bersih untuk warga apabila kondisi ini terus berlanjut, karena air sangat dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari dan kegiatan di masjid,” ungkapnya.
Kondisi kekeringan yang telah berlangsung selama beberapa bulan dinilai perlu mendapat perhatian, terutama untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat segera mengambil langkah penanganan, termasuk menyiapkan distribusi air bersih bagi wilayah yang mengalami kekurangan air.
Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, langkah antisipasi dinilai penting agar warga tidak mengalami kesulitan berkepanjangan dalam memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
(Yaser Arafat)

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!