- Davidson Lambung dan Keluarga Sampaikan Ucapan Idul Adha, Tekankan Nilai Kebersamaan
- Pemkab Kapuas Siapkan Relokasi Bank Kalteng untuk Perluasan Fasilitas RSUD
- Respons Keluhan Masyarakat, Pemkab Kapuas Lakukan Penanganan Sementara Ruas Jalan Berlubang
- Puskesmas Melati Laksanakan CKG di Selat Dalam, Dorong Deteksi Dini Kesehatan Masyarakat
- Sambut Iduladha 1447 H, PT Barito Raja Berkah Salurkan 5 Ekor Sapi Kurban di Barito Selatan
- Jaga Kekhusyukan Salat Idul Adha 2026, Pemuda Pancasila Kalteng Turunkan Komando Inti di Lapangan Se
- Tantangan Era AI dan Pilrek 2026: Alumni Berharap UPR Jadi Wadah Solusi Konkret Masyarakat
- SEMMI Kalteng Kritik Kegaduhan Proposal Hewan Qurban di DPRD dan Biro Kesra
- Lakukan Penyegaran, Gubernur Agustiar Sabran Lantik 6 Pejabat Tinggi Pratama
- Bursa Calon Rektor UPR 2026 Menghangat, Empat Nama Sudah Masuk Pendaftaran
Menghargai Kekayaan Seni Rupa Suku Dayak: Warisan Budaya yang Patut Dilestarikan
Penulis : Wita Aprilian Tina

Keterangan Gambar : Wita Aprilian Tina
Dosen Pengampu : Cahyo Wahyu Darmawan, S.Pd., M.Pd
Potretkalteng.com - OPINI - Seni rupa Suku Dayak adalah bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Indonesia. Sejak zaman dahulu, Suku Dayak telah menghiasi kehidupannya dengan seni yang memukau, mencerminkan keindahan alam, keyakinan spiritual, serta kearifan lokal yang kaya.
Baca Lainnya :
- Gubernur Kalteng Dukung Persiapan UCI MTB Eliminator World Cup 2024 Di Palangka Raya0
- Gubernur Dukung World Cup UCI MTB 20240
- UCI MTB Siap Dilaksanakan Kembali 19 Mei 2024 Di Palangka Raya0
- Peringati Hari Kenaikan Yesus Kristus, Persekutuan Mahasiswa Kristen FH UPR Jalin Tali Kasih0
- Tokoh Pemuda Dan Adat Pasak Talawang Suan Bersaudara Jadi Ancaman Kekuatan Pilkada Kapuas 20240
Namun, meskipun kekayaannya yang luar biasa, seni rupa Suku Dayak masih sering kali terabaikan dalam perkembangan seni dalam buku Pelajaran Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk menyoroti pentingnya menghargai dan melestarikan kekayaan seni rupa Suku Dayak.
Salah satu ciri khas yang mencolok dari seni rupa Suku Dayak adalah penggunaan motif alam dan simbol-simbol spiritual yang unik dan berbeda dari kebanyakan lainnya.
Setiap motif yang diukir atau dihias memiliki makna filosofis yang dalam, menceritakan kisah-kisah leluhur, hubungan dengan alam, serta upaya untuk mencapai keselarasan antara manusia dan alam semesta. Melalui seni rupa mereka, Suku Dayak tidak hanya mengabadikan sejarah dan kepercayaan mereka, tetapi juga memperkuat identitas budaya yang unik.
Namun, meskipun keindahan makna seni rupa Suku Dayak sangat dalam sayang sekali bahwa warisan budaya ini sering kali terpinggirkan dalam perbincangan tentang seni modern Indonesia.
Terlalu sering, seni modern cenderung didefinisikan oleh tren-tren global yang mengabaikan kekayaan lokal dan tradisional. Hal ini tidak hanya merugikan Suku Dayak secara budaya, tetapi juga menciptakan kesenjangan dalam apresiasi seni antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Pentingnya menghargai dan melestarikan seni rupa Suku Dayak tidak bisa diabaikan. Pertama-tama, seni rupa ini merupakan ekspresi kearifan lokal yang telah bertahan selama berabad-abad.

diambil dari Orami, contoh motif Batik Dayak.
Melestarikan seni rupa Suku Dayak berarti mempertahankan sebuah bagian yang penting dari identitas budaya Indonesia.
Selain itu, menghargai seni rupa Suku Dayak juga membuka peluang untuk memperluas wawasan seni modern Indonesia secara keseluruhan.
Dengan mengintegrasikan elemen-elemen tradisional ke dalam karya-karya yang modern misalnya patung maupun tarian namun menggunakan motif dayak, seniman dapat menciptakan narasi baru yang lebih inklusif dan merangsang pemikiran.
Dalam era globalisasi ini, penting bagi kita untuk tidak melupakan akar-akar budaya kita sendiri.
Seni rupa Suku Dayak adalah salah satu warisan yang berharga, yang tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga mengajarkan kita tentang kedalaman dan kekayaan budaya Indonesia.
Dengan menghargai dan melestarikan seni rupa Suku Dayak, kita tidak hanya menghormati leluhur kita, tetapi juga menciptakan fondasi yang kuat untuk masa depan keberagaman budaya Indonesia.
Berita Utama
-
Jaga Kekhusyukan Salat Idul Adha 2026, Pemuda Pancasila Kalteng Turunkan Komando Inti di Lapangan Se
Jaga Kekhusyukan Salat Idul Adha 2026, Pemuda Pancasila Kalteng Turunkan Komando Inti di Lapangan Se
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Momen Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M menjadi wujud nyata kepedulian sosial dan toleransi di Kalimantan Tengah. Majelis Pimpinan . . .
-
Tantangan Era AI dan Pilrek 2026: Alumni Berharap UPR Jadi Wadah Solusi Konkret Masyarakat
Tantangan Era AI dan Pilrek 2026: Alumni Berharap UPR Jadi Wadah Solusi Konkret Masyarakat
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM — Universitas Palangka Raya (UPR) dinilai memiliki peran strategis sebagai ruang aktualisasi ilmu pengetahuan yang berdampak langsung . . .
-
Sambut Iduladha 1447 H, PT Barito Raja Berkah Salurkan 5 Ekor Sapi Kurban di Barito Selatan
Sambut Iduladha 1447 H, PT Barito Raja Berkah Salurkan 5 Ekor Sapi Kurban di Barito Selatan
BUNTOK, POTRETKALTENG.COM — Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, PT Barito Raja Berkah (BRB) kembali menunjukkan kepedulian sosialnya kepada masyarakat di . . .
-
Puskesmas Melati Laksanakan CKG di Selat Dalam, Dorong Deteksi Dini Kesehatan Masyarakat
Puskesmas Melati Laksanakan CKG di Selat Dalam, Dorong Deteksi Dini Kesehatan Masyarakat
KUALA KAPUAS, , POTRETKALTENG.COM – UPT Puskesmas Melati melaksanakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah Kelurahan Selat Dalam sebagai bagian dari upaya . . .
-
Respons Keluhan Masyarakat, Pemkab Kapuas Lakukan Penanganan Sementara Ruas Jalan Berlubang
Respons Keluhan Masyarakat, Pemkab Kapuas Lakukan Penanganan Sementara Ruas Jalan Berlubang
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Unit Pemeliharaan Rutin (UPR) Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang . . .

















