- Menko Polkam RI Kunjungi Kapuas, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Hadapi Isu Strategis
- Hadapi Ancaman Karhutla, Gubernur Agustiar Dorong Penanganan Terpadu Bersama BNPB
- Sapma Pemuda Pancasila Kalteng Sabet Juara 1 Kuda Tuli Cup 2026
- Warga Tumbang Danau Usulkan Air Bersih Pustu dan Jalan Lingkungan
- Gubernur Kalteng Panggil PLN, Pemadaman Bergilir Ditarget Berakhir 5 Agustus
- GM PLN Kalselteng: Kompensasi Pemadaman Mengacu Permen ESDM Nomor 2 Tahun 2025
- 600 PAKET SEMBAKO BERKAH DWP SETDA KALTENG SANTUNI PEGAWAI DAN PANTI ASUHAN
- DPRD Minta Dinas Terkait Tingkatkan Keterampilan Generasi Muda
- Propam Polres Kapuas dan Kanit Provos Polsek Jajaran Jalani Tes Urine, Seluruh Personel Negatif Nark
- Satresnarkoba Polres Kapuas Perkuat Kampung Bebas Narkoba, Warga Selat Utara Diajak Aktif Cegah Pere
pengurus P4 B membantah adanya pungutan retribusi sampah perbulan Rp.15.000

PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM– Ketua Persatuan Pengurus Pedagang Pasar Besar (P4B) Palangka Raya, Syarif Rosady, melalui Sekretaris P4B H. Hamli Tulis, membantah adanya pungutan retribusi sampah sebesar Rp15.000 per bulan kepada para pedagang. Menurutnya, informasi tersebut tidak benar dan kemungkinan terjadi kesalahpahaman dalam perhitungan iuran yang diterima pedagang.
Baca Lainnya :
- Antusias Jamaah Haul Guru Sekumpul Singgah di Rest Area Mambulau 0
- Bupati Kapuas Serahkan Bantuan ke Rest Area Jamaah Haul Guru Sekumpul0
- Walikota Palangka Raya Berikan Dispensasi Jualan UMKM Depan TVRI Hingga 31 Desember 2025 0
- Peringatan Hari Ibu di Barito Utara: Pesan Menyentuh dari Legislator Hj. Nety Herawati0
- LSR LPMT Dirikan Posko Rest Area Haul Guru Sekumpul 2025 di Kapuas0
H. Hamli Tulis menjelaskan, nominal Rp15.000 tersebut diduga merupakan akumulasi dari beberapa jenis pungutan, seperti iuran keamanan atau pungutan lain di luar retribusi sampah. Selama ini, pembayaran iuran sampah dinilai berjalan aman dan tidak pernah ada keluhan resmi dari pedagang yang disampaikan kepada P4B.
Ia menambahkan, keterlambatan pembayaran iuran lebih disebabkan oleh kondisi pedagang yang tidak membuka lapak secara rutin. Selain itu, pada saat penagihan, pembayaran kerap terlihat menumpuk karena sebelumnya belum dibayarkan, sehingga terkesan memberatkan pedagang.
Kondisi serupa juga terjadi menjelang perayaan Natal, ketika banyak pedagang pulang ke kampung halaman sehingga penagihan dilakukan kembali saat mereka membuka lapak, yang kemudian dianggap sebagai pembayaran ganda. Begitu pula dengan sebagian pedagang yang meminta penundaan pembayaran karena menghadiri acara Haulan Abah Guru Sekumpul, dan baru melunasi iuran setelah kembali ke Palangka Raya, ungkap salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya.
RT
Berita Utama
-
Warga Tumbang Danau Usulkan Air Bersih Pustu dan Jalan Lingkungan
Warga Tumbang Danau Usulkan Air Bersih Pustu dan Jalan Lingkungan
KUALA KURUN - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Iceu Purnamasari melaksanakan reses perorangan di Desa Tumbang Danau, Kecamatan . . .
-
Sapma Pemuda Pancasila Kalteng Sabet Juara 1 Kuda Tuli Cup 2026
Sapma Pemuda Pancasila Kalteng Sabet Juara 1 Kuda Tuli Cup 2026
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM— Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil keluar sebagai juara pertama dalam . . .
-
Menko Polkam RI Kunjungi Kapuas, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Hadapi Isu Strategis
Menko Polkam RI Kunjungi Kapuas, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Hadapi Isu Strategis
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, melakukan . . .
-
Hadapi Ancaman Karhutla, Gubernur Agustiar Dorong Penanganan Terpadu Bersama BNPB
Hadapi Ancaman Karhutla, Gubernur Agustiar Dorong Penanganan Terpadu Bersama BNPB
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM -Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, mendorong penanganan kebakaran hutan dan lahan dilakukan secara lebih terpadu melalui . . .
-
Krisis Listrik di Kalteng Picu Aksi Massa, PLN Diminta Beri Solusi Nyata
Krisis Listrik di Kalteng Picu Aksi Massa, PLN Diminta Beri Solusi Nyata
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM– Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PLN UP3 Palangka Raya, Selasa (28/7/2026). Aksi . . .

















