MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus memperkuat langkah antisipasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana hidrometeorologi yang mengancam wilayah Kalimantan Tengah.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Barito Utara, Felix Soenadi Y. Tingan, usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Kamis (30/7/2026).
Felix mengatakan, koordinasi bersama pemerintah pusat dan pemerintah provinsi menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapan daerah menghadapi berbagai potensi bencana.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Barito Utara siap menyelaraskan langkah penanganan, memperkuat sinergi lintas sektor, serta meningkatkan kecepatan respons apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.
Ia menegaskan bahwa upaya tersebut dilakukan untuk melindungi keselamatan masyarakat sekaligus meminimalkan dampak kerugian akibat bencana.
Dalam rakor tersebut, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memaparkan bahwa hingga 30 Juli 2026 tercatat sebanyak 1.345 kejadian bencana secara nasional. Sebagian besar merupakan bencana hidrometeorologi dengan persentase mencapai 99,10 persen, sedangkan bencana geologi sebesar 0,90 persen.
BNPB juga memprediksi peningkatan risiko bencana pada Agustus hingga September 2026, terutama di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan, termasuk Kalimantan Tengah.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyampaikan bahwa ancaman karhutla di wilayah Kalteng memerlukan perhatian serius. Berdasarkan laporan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, luas lahan yang terbakar hingga Juli 2026 telah mencapai 3.096,52 hektare.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla sejak 26 Mei hingga 31 Oktober 2026.
Gubernur juga menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota agar segera mengambil langkah taktis sesuai kondisi daerah masing-masing, termasuk mengoptimalkan dukungan anggaran, sumber daya, personel, serta memperkuat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Melalui koordinasi tersebut, Pemkab Barito Utara berharap kesiapan seluruh unsur terkait semakin meningkat sehingga penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan tepat sasaran.
Pemerintah daerah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta berperan aktif dalam upaya pencegahan karhutla demi menjaga keselamatan lingkungan dan mengurangi risiko bencana di Kabupaten Barito Utara. (Kn)

0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!