- Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap Buka Posko Pengaduan Kerugian Akibat Pemadaman Listrik
- Pemprov Kalteng Apresiasi Siloam Clinical Symposium 2026, Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Layanan Kese
- Kuasa Hukum Desak Rektor UPR Pulihkan Jabatan Tiga Pejabat FEB Usai Menang di Pengadilan
- Panduan Memilih Maklon Parfum yang Mendukung Legalitas BPOM
- SMSI Kalimantan Tengah - Disdik Kalteng, Siap Kawal Kemajuan Pendidikan
- SMSI Kalteng dan KPP Pratama Palangka Raya Perkuat Sinergi, Dorong Literasi Pajak dan Pemetaan Poten
- Menko Polkam RI Kunjungi Kapuas, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Hadapi Isu Strategis
- Hadapi Ancaman Karhutla, Gubernur Agustiar Dorong Penanganan Terpadu Bersama BNPB
- Sapma Pemuda Pancasila Kalteng Sabet Juara 1 Kuda Tuli Cup 2026
- Warga Tumbang Danau Usulkan Air Bersih Pustu dan Jalan Lingkungan
Dugaan Malpraktik di RSUD Doris Sylvanus, Pasien Alami Komplikasi Berat Usai Pemasangan IUD Tanpa Pe

Keterangan Gambar : Ketua LBH PHRI Kalimantan Tengah, Suriansyah Halim, saat menyampaikan keterangan kepada awak media. (Foto:Yariyanto)
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Dunia kesehatan di Kalimantan Tengah menjadi sorotan setelah muncul dugaan tindakan medis tidak sesuai prosedur di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Penegak Hukum Rakyat Indonesia (PHRI) melaporkan kasus seorang pasien perempuan yang diduga dipasangi alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) tanpa persetujuan medis, hingga menimbulkan komplikasi serius.
Baca Lainnya :
- RSUD Doris Sylvanus Memberikan Klarifikasi Terkait Dugaan Malpraktik, Dalam Penanganan Pasien Pemas0
- Teken Fakta Integritas, Pemkab Barito Timur Perkuat Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas0
- HPN 2026, Plt Setda Kalteng Ajak Pers Kawal Pembangunan dan Sajikan Informasi Edukatif0
- Plt. Sekda Kalteng Buka GAES PDKB PLN UID Kalselteng 2026, Perkuat Keandalan Listrik Jelang Ramadan0
- Musrenbang Lahei Barat, DPRD Barito Utara Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Masyarakat0
Pasien bernama Remita Yanti, seorang ibu muda, diduga mengalami pemasangan IUD tanpa informed consent saat menjalani operasi caesar pada November 2025. Bukannya pulih pascapersalinan, kondisi kesehatannya justru memburuk dalam beberapa bulan berikutnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan, alat kontrasepsi tersebut diduga menembus dinding rahim dan melekat pada usus, sehingga memicu infeksi berat yang membahayakan keselamatan jiwa pasien.
Akibat komplikasi tersebut, Remita harus menjalani operasi lanjutan berskala besar, termasuk pemotongan sebagian usus dan pemasangan kolostomi. Kondisi ini berdampak besar terhadap kualitas hidupnya.
Ketua LBH PHRI Kalimantan Tengah, Suriansyah Halim, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. Doris Sylvanus serta mengajukan permohonan salinan rekam medis pasien. Dokumen tersebut dijanjikan akan dilengkapi dalam waktu maksimal lima hari.
“Terkait dugaan malpraktik, saat ini kami belum dapat melangkah lebih jauh karena rekam medis pasien belum kami terima secara lengkap,” ujar Suriansyah usai pertemuan, Senin (9/2/2026).
Ia menjelaskan, penentuan adanya unsur malpraktik harus melalui kajian etik dan ditopang data medis yang lengkap. Meski secara faktual terdapat indikasi yang perlu diklarifikasi, kesimpulan akhir tetap menunggu hasil pemeriksaan dokumen resmi.
“Secara etik kami belum bisa menyimpulkan karena bahan utama kami belum lengkap. Rekam medis itulah yang nantinya menjadi dasar penilaian,” jelasnya.
Suriansyah menambahkan, kondisi tembusnya rahim serta melekatnya IUD pada dinding usus hingga mengharuskan tindakan pemotongan usus dan pemasangan kolostomi merupakan hal yang patut mendapat perhatian serius. Dari rekam medis nantinya akan diketahui secara jelas pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam tindakan medis tersebut.
“Kami masih dalam tahap menentukan siapa yang bertanggung jawab. Saat ini belum bisa menyebutkan pihak atau tenaga medis tertentu,” tegasnya.
Hingga kini, pasien masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Doris Sylvanus. Menurut LBH PHRI, kondisi pasien sempat mengalami gejala menggigil yang mengindikasikan masih adanya gangguan kesehatan.
Dalam kesempatan itu, Suriansyah juga menekankan pentingnya persetujuan tertulis sebelum tindakan medis dilakukan. Ia menilai komunikasi yang jelas antara dokter, pasien, dan keluarga sangat krusial, terutama ketika pasien berada dalam kondisi tidak memungkinkan mengambil keputusan sendiri.
LBH PHRI saat ini menunggu penyerahan salinan rekam medis secara lengkap dari pihak rumah sakit. Manajemen RSUD dr. Doris Sylvanus telah menyampaikan komitmen untuk menyerahkan dokumen tersebut paling lambat dalam lima hari ke depan.
“Mudah-mudahan bisa dipenuhi lebih cepat dari batas waktu yang disampaikan,” tutup Suriansyah. (Yz)
Berita Utama
-
Kuasa Hukum Desak Rektor UPR Pulihkan Jabatan Tiga Pejabat FEB Usai Menang di Pengadilan
Kuasa Hukum Desak Rektor UPR Pulihkan Jabatan Tiga Pejabat FEB Usai Menang di Pengadilan
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Kuasa hukum tiga pejabat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Palangka Raya (UPR) mendesak Rektor UPR segera memulihkan . . .
-
Pemprov Kalteng Apresiasi Siloam Clinical Symposium 2026, Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Layanan Kese
Pemprov Kalteng Apresiasi Siloam Clinical Symposium 2026, Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Layanan Kese
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengapresiasi penyelenggaraan Siloam Clinical Symposium 2026 yang digelar Siloam Hospital . . .
-
Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap Buka Posko Pengaduan Kerugian Akibat Pemadaman Listrik
Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap Buka Posko Pengaduan Kerugian Akibat Pemadaman Listrik
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang mengaku mengalami kerugian akibat pemadaman . . .
-
Warga Tumbang Danau Usulkan Air Bersih Pustu dan Jalan Lingkungan
Warga Tumbang Danau Usulkan Air Bersih Pustu dan Jalan Lingkungan
KUALA KURUN - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Iceu Purnamasari melaksanakan reses perorangan di Desa Tumbang Danau, Kecamatan . . .
-
Sapma Pemuda Pancasila Kalteng Sabet Juara 1 Kuda Tuli Cup 2026
Sapma Pemuda Pancasila Kalteng Sabet Juara 1 Kuda Tuli Cup 2026
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM— Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil keluar sebagai juara pertama dalam . . .

















