Gejolak Harga Pasar Mulai Tercium, Pemprov Kalteng Pastikan Stok Pangan Aman

Potret kalteng 06 Apr 2026, 18:09:41 WIB PEMPROV KALTENG
Gejolak Harga Pasar Mulai Tercium, Pemprov Kalteng Pastikan Stok Pangan Aman

Keterangan Gambar : Staf Ahli Gubernur Yuas Elko. (Foto:Yariyanto)





Baca Lainnya :

PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan dengan memperketat pengawasan di lapangan, sebagai langkah konkret mengendalikan inflasi daerah.


Penegasan tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2026 yang dipimpin Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian, secara daring, Senin (6/4/2026).


Dalam rakor tersebut, pemerintah pusat menekankan pentingnya peran aktif daerah dalam menjaga stabilitas harga, termasuk optimalisasi penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik dan penguatan dukungan terhadap program strategis nasional.


Yuas menegaskan, kondisi stok pangan di Kalimantan Tengah hingga saat ini masih dalam kategori aman, terutama untuk komoditas utama seperti beras. Namun, ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak lengah terhadap potensi gejolak harga di pasar.


“Ketersediaan pangan kita aman, tetapi pengawasan harus diperketat. Pemerintah tidak ingin ada celah yang memicu lonjakan harga di tingkat masyarakat,” tegasnya.


Ia juga menyoroti faktor energi sebagai variabel sensitif dalam pembentukan harga, khususnya terkait biaya distribusi. Menurutnya, batalnya rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi faktor penahan tekanan inflasi.


“Jika BBM naik, biaya angkut ikut terdorong dan harga pangan berpotensi ikut naik. Namun, dengan tidak adanya kenaikan, stabilitas harga relatif lebih terjaga,” jelasnya.


Meski demikian, Pemprov Kalteng mencatat adanya kenaikan pada sejumlah komoditas strategis seperti cabai, bawang merah, telur, dan daging ayam ras. Kenaikan ini dipastikan bersifat sementara dan dipengaruhi pola konsumsi masyarakat pasca Hari Raya Idulfitri.


“Ini murni faktor musiman, bukan karena tekanan energi. Pemerintah terus memantau agar kenaikan tidak berlanjut dan tetap dalam batas wajar,” ujarnya.


Pemprov Kalteng menegaskan akan terus meningkatkan koordinasi lintas sektor serta memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat guna memastikan stabilitas harga tetap terjaga, termasuk pada sektor transportasi udara yang turut berkontribusi terhadap inflasi daerah.

Rakor tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda serta Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.(yz)







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment