- Kasus Penganiayaan di Depan Salon Terungkap, Polisi Amankan Pria 42 Tahun di Kalsel
- Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Kapuas Ditemukan Sejauh 3,4 Kilometer
- Diskominfo Palangka Raya Klarifikasi Selisih Data Belanja Kerja Sama Media TA 2026
- RSUD Kapuas Matangkan Akreditasi, Tim Internal Siap Hadapi Monitoring dan Evaluasi
- Sekda Kapuas Pimpin Pembahasan Penyesuaian Tarif Retribusi RPU, Fokus Tingkatkan Pelayanan
- Buka Rakerda APDESI, Agustiar Tegaskan Efisiensi Anggaran
- Pemprov Kalteng Dorong Sinergi Lintas Sektor melalui Kelurahan Siaga TBC
- Wakil Bupati Barito Timur Dorong Kepala Desa Implementasikan Hasil Rakerda APDESI Kalteng
- Korupsi BGN Memanas, Eks Wakil Kepala BGN Seret Anggota DPR hingga Eks Jenderal dalam Kasus MBG
- Pertamina Naikkan Harga Pertamax di Kalteng Jadi Rp16.950 per Liter, BBM Lain Tetap
Kaya Makna Adat: Selamatan Rujab Bupati Diawali Pemotongan Hompong dan Tarian Penyambutan Khas Dayak

Keterangan Gambar : Foto : selamatan dan doa syukuran menempati Rujab Bupati
Baca Lainnya :
- Ketua DPRD Mery Rukaini Hadiri Syukuran, Siap Sinergi Wujudkan Pembangunan Berkeadilan0
- Awal Kepemimpinan Baru: Bupati Shalahuddin Gelar Selamatan Rujab, Mohon Berkah dan Dukungan Semua Pi0
- Dukungan Masyarakat: Pelantikan Shalahuddin-Felix Diiringi Doa Tokoh Adat dan Tokoh Agama untuk Bari0
- Pelantikan Shalahuddin-Felix Beri Kepastian Hukum Eksekusi APBD Barut 20250
- Dukungan Regional: Pelantikan Bupati Barut Dihadiri Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dari Kabup0
BARITO UTARA, POTRETKALTENG.COM – Acara syukuran menempati rumah jabatan ini kental dengan nuansa adat dan tradisi lokal. Kegiatan diawali dengan prosesi pemotongan hompong, sebuah simbol adat penyambutan yang penuh makna.
Prosesi ini dilanjutkan dengan penampilan tarian penyambutan khas Dayak dan iringan hadrah sholawatan saat Bupati dan Wakil Bupati memasuki rumah jabatan. Rangkaian budaya ini menunjukkan penghormatan terhadap tradisi lokal dan nilai-nilai keagamaan.
Penggabungan antara tradisi Dayak dan nuansa Islami (hadrah sholawatan) mencerminkan kekayaan budaya dan kerukunan antar umat beragama di Barito Utara. Hal ini menjadi pesan simbolis bagi kepemimpinan baru untuk merangkul semua elemen masyarakat.
Rangkaian adat yang khidmat ini diharapkan dapat memberikan aura positif, ketenangan, dan keselamatan bagi Bupati dan keluarga selama menempati rumah jabatan serta menjalankan tugas pemerintahan.
RI
Berita Utama
-
Diskominfo Palangka Raya Klarifikasi Selisih Data Belanja Kerja Sama Media TA 2026
Diskominfo Palangka Raya Klarifikasi Selisih Data Belanja Kerja Sama Media TA 2026
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kota Palangka Raya memberikan klarifikasi resmi terkait . . .
-
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Kapuas Ditemukan Sejauh 3,4 Kilometer
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Kapuas Ditemukan Sejauh 3,4 Kilometer
KAPUAS HULU, POTRETKALTENG.COM – Operasi pencarian terhadap seorang anak yang tenggelam di Sungai Kapuas, Desa Sei Hanyu, Kecamatan Kapuas Hulu, akhirnya membuahkan . . .
-
Kasus Penganiayaan di Depan Salon Terungkap, Polisi Amankan Pria 42 Tahun di Kalsel
Kasus Penganiayaan di Depan Salon Terungkap, Polisi Amankan Pria 42 Tahun di Kalsel
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Jajaran Unit Resmob Satreskrim Polres Kapuas bersama Polsek Selat dan Polsek Banjarmasin Selatan berhasil mengamankan seorang pria . . .
-
Pertamina Naikkan Harga Pertamax di Kalteng Jadi Rp16.950 per Liter, BBM Lain Tetap
Pertamina Naikkan Harga Pertamax di Kalteng Jadi Rp16.950 per Liter, BBM Lain Tetap
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM — PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) per Rabu, 10 . . .
-
Wakil Bupati Barito Timur Dorong Kepala Desa Implementasikan Hasil Rakerda APDESI Kalteng
Wakil Bupati Barito Timur Dorong Kepala Desa Implementasikan Hasil Rakerda APDESI Kalteng
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, mendorong seluruh kepala desa (kades) di wilayahnya untuk segera mengimplementasikan . . .

















