- Menko Polkam RI Kunjungi Kapuas, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Hadapi Isu Strategis
- Hadapi Ancaman Karhutla, Gubernur Agustiar Dorong Penanganan Terpadu Bersama BNPB
- Sapma Pemuda Pancasila Kalteng Sabet Juara 1 Kuda Tuli Cup 2026
- Warga Tumbang Danau Usulkan Air Bersih Pustu dan Jalan Lingkungan
- Gubernur Kalteng Panggil PLN, Pemadaman Bergilir Ditarget Berakhir 5 Agustus
- GM PLN Kalselteng: Kompensasi Pemadaman Mengacu Permen ESDM Nomor 2 Tahun 2025
- 600 PAKET SEMBAKO BERKAH DWP SETDA KALTENG SANTUNI PEGAWAI DAN PANTI ASUHAN
- DPRD Minta Dinas Terkait Tingkatkan Keterampilan Generasi Muda
- Propam Polres Kapuas dan Kanit Provos Polsek Jajaran Jalani Tes Urine, Seluruh Personel Negatif Nark
- Satresnarkoba Polres Kapuas Perkuat Kampung Bebas Narkoba, Warga Selat Utara Diajak Aktif Cegah Pere
Kisah Maria dari Kotawaringin Timur: Wadi Tradisional Jadi Produk Modern Bernilai Ekonomi Tinggi

Keterangan Gambar : Keterangan Gambar : Foto maria
PALANGKA RAYA,
POTRETKALTENG.COM – Produk kuliner khas Kalimantan
Tengah kembali menembus pasar nasional. Adalah Maria, perempuan muda asal Desa
Parit, Kabupaten Kotawaringin Timur, yang berhasil membawa wadi —
makanan fermentasi khas suku Dayak — menjadi produk unggulan daerah dengan
omzet mencapai dua digit per bulan.
Sejak
memulai usaha pada 1 September 2019, Maria terus mengembangkan kualitas
produknya. Awalnya, ia hanya memproduksi wadi untuk dijual di lingkungan
sekitar. Namun berkat konsistensi dan strategi pemasaran digital, kini
produknya telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, bahkan hingga Papua.
Baca Lainnya :
- Maria Wirausaha Muda Dayak Yang Lestarikan Budaya Lewat Inovasi Wadi Fermentasi0
- Perempuan Dayak Asal Kalteng Sukses Kembangkan Bisnis Wadi, Raup Omzet Puluhan Juta Per Bulan0
- Anggota DPRD Katingan Hadiri Pembukaan Festival Budaya Penyang Hinje Simpei di Kasongan0
- Meriah, Festival Penyang Hinje Simpei Dibuka Bupati Saiful, DPRD Katingan Turut Hadir 0
- DPRD Katingan Tunjukkan Dukungan pada Pelestarian Budaya Lewat Festival Penyang Hinje Simpei0
Maria
mengungkapkan bahwa kunci kesuksesannya terletak pada inovasi rasa dan kemasan.
Ia memodifikasi cita rasa wadi tradisional yang dikenal sangat asin
menjadi versi modern yang lebih seimbang dan mudah diterima pasar. Tak hanya
itu, desain kemasan dibuat menarik dan higienis agar mampu bersaing di pasar
modern.
Menurut
Maria, keberhasilan usahanya juga tidak lepas dari dukungan konsumen yang
bangga terhadap produk lokal. “Saya ingin wadi ini menjadi simbol
kebanggaan masyarakat Dayak dan Kalimantan Tengah. Sekaligus bukti bahwa produk
tradisional bisa bersaing secara nasional,” ujarnya.
Dengan
omzet mencapai Rp 19,2 juta per bulan, Maria kini mulai membuka peluang bagi
masyarakat sekitar untuk menjadi reseller dan ikut mengembangkan usaha. Ia
berharap langkah kecilnya bisa menginspirasi generasi muda Kalimantan Tengah
untuk bangkit melalui ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
RH
Berita Utama
-
Warga Tumbang Danau Usulkan Air Bersih Pustu dan Jalan Lingkungan
Warga Tumbang Danau Usulkan Air Bersih Pustu dan Jalan Lingkungan
KUALA KURUN - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Iceu Purnamasari melaksanakan reses perorangan di Desa Tumbang Danau, Kecamatan . . .
-
Sapma Pemuda Pancasila Kalteng Sabet Juara 1 Kuda Tuli Cup 2026
Sapma Pemuda Pancasila Kalteng Sabet Juara 1 Kuda Tuli Cup 2026
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM— Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil keluar sebagai juara pertama dalam . . .
-
Menko Polkam RI Kunjungi Kapuas, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Hadapi Isu Strategis
Menko Polkam RI Kunjungi Kapuas, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Hadapi Isu Strategis
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, melakukan . . .
-
Hadapi Ancaman Karhutla, Gubernur Agustiar Dorong Penanganan Terpadu Bersama BNPB
Hadapi Ancaman Karhutla, Gubernur Agustiar Dorong Penanganan Terpadu Bersama BNPB
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM -Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, mendorong penanganan kebakaran hutan dan lahan dilakukan secara lebih terpadu melalui . . .
-
Krisis Listrik di Kalteng Picu Aksi Massa, PLN Diminta Beri Solusi Nyata
Krisis Listrik di Kalteng Picu Aksi Massa, PLN Diminta Beri Solusi Nyata
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM– Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PLN UP3 Palangka Raya, Selasa (28/7/2026). Aksi . . .

















