- Menuju Pilpres 2029: Nama Mantan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran Mulai Dilirik sebagai Figur Altern
- Gubernur Agustiar Dorong Penguatan Sistem Pencegahan Korupsi di Kalteng
- Pemprov dan DPRD Kalteng Selaraskan Jadwal Kegiatan Daerah
- Kenal Pamit Dandim 1011/KLK, Letkol Inf Pamungkas Army Saputro Serahkan Tongkat Komando kepada Letko
- Bupati Kapuas Lantik 194 Pejabat Fungsional, Perkuat Kinerja Birokrasi
- Bupati Kapuas Raih Medali Kehormatan Gerdayak Indonesia pada HUT ke-16
- Tegaskan Semangat Persatuan, Gubernur Agustiar Sabran saat Hadiri HUT ke-16 GERDAYAK
- Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Pemprov Kalteng Tegaskan Komitmen Dukung Gerakan Indonesia ASR
- Hindari Lubang di Tengah Jalan Nasional Km 35 Desa Sikui, Pengendara Sepeda Motor Alami Kecelakaan
- Kalteng Percepat Langkah Pengendalian Inflasi
Pemuda Katingan Gelisah, Pertanyakan Jalan Penghubung Katingan Kuala Kapan Diselesaikan
Tim Redaksi

Keterangan Gambar : Restu Adi Wijaya
Potretkalteng.com - Katingan - Belum diselesaikannya jalan penghubung antara Kecamatan Katingan Kuala dan Mendawai dari Kota Kasongan, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menimbulkan keresahan bagi banyak pihak terutama masyarakat.
Proyek multiyears yang diprediksi akan selesai pada 2018 itu malah tak kunjung selesai hingga saat ini. Akibatnya masyarakat yang ingin bepergian ke daerah paling selatan dari Kabupaten dengan Julukan 'Bumi Penyang Hinje Simpe' ini harus melalui jalur sungai dari kerukan Hantipan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
"Sudah lama kita sebagai masyarakat disini, khususnya kami yang berasal dari Katingan Kuala, menantikan diselesaikannya jalan penghubung ini. Karena hanya akses transportasi air saja, dengan memakai kelotok atau kapal yang bisa digunakan oleh kami jika ingin bepergian ataupun berdagang. Yang mana jika keadaan surut maka akan sangat susah untuk dilalui," ujar Restu Adi Wijaya salah satu pemuda asal Katingan Kuala.
Baca Lainnya :
- Wakil Gubernur Kalteng Hadiri Peringatan Hari Jadi Ke-70 Kabupaten Kotawaringin Timur0
- Ivo Sugianto Sabran Buka Rapat Kerja Wilayah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Kalteng .0
- Perkuat Sinergitas, Kepala Kanwil Kemenkumham Kunjungi Kapolda Kalteng0
- Diduga Tidak Jalankan Putusan Damang Adat, Fordayak Segel Properti Milik Berlian Wangi0
- Pemprov Kalteng Optimis ITS NU Kalimantan Bisa Mencetak SDM Unggul0
Restu menambahkan, jika tanpa adanya jalan penghubung ini, masyarakat Katingan Kuala harus melewati jalur kerukan yang tergolong sempit dari Kotim dan menempuh kurang lebih 7-8 jam perjalanan untuk bisa sampai ke Kabupaten Katingan. Sedangkan biaya perjalanan yang diperlukan jika melewati jalur sungai tadi tergolong mahal, berkisar 100-150 ribu dari Sampit ke Katingan Kuala, dan berkisar 200-300 ribu dari Katingan Kuala ke Banjarmasin dengan perjalanan sekitar 5-6 jam.
"Sangat disayangkan sekali, apalagi Katingan Kuala punya potensi alam yang sangat besar, seperti ikan laut, udang, lobster dan lainnya, sedangkan hasil laut tersebut sebagian besar harus diekspor ke wilayah lain seperti Sampit dan Banjarmasin, karena lebih dekat dan akhirnya daerah kita sendiri yaitu Kabupaten Katingan tidak mendapatkan apa-apa, karena perputaran ekonomi itu terjadi diluar daerah sana dan bukan disini," tambah Restu.
Restu melanjutkan, jika ekonomi masyarakat di Katingan Kuala saat ini masih tergolong belum stabil dan masih berusaha untuk bangkit kembali sejak terpuruk akibat pandemi covid-19 kemarin. Ditambah tahun 2023 ini diprediksi akan terjadi resesi yang mengakibatkan krisis ekonomi global yang tentunya akan sangat berdampak bagi perekonomian di Indonesia terutama di wilayah Katingan Kuala. Sehingga menurutnya, jika ingin menstabilkan ekonomi dan perputaran ekonomi di Kabupaten Katingan khususnya di Katingan Kuala, jalan penghubung dari Katingan Kuala dan Mendawai ke Kasongan dilanjutkan kembali.
"Saya yakin dengan tembusnya jalan penghubung ini, akan ada perputaran ekonomi yang stabil, saya pribadi meminta tolong dan memohon agar bapak Bupati dan Wakil Bupati yang terhormat bisa mengusahakannya," tutup Restu Adi Wijaya, pemuda asal Pegatan, Katingan Kuala. (Red)
Aul
Berita Utama
-
Kenal Pamit Dandim 1011/KLK, Letkol Inf Pamungkas Army Saputro Serahkan Tongkat Komando kepada Letko
Kenal Pamit Dandim 1011/KLK, Letkol Inf Pamungkas Army Saputro Serahkan Tongkat Komando kepada Letko
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Pemerintah Kabupaten Kapuas menggelar acara kenal pamit Komandan Kodim (Dandim) 1011/Kuala Kapuas dari pejabat lama Letkol Inf . . .
-
Menuju Pilpres 2029: Nama Mantan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran Mulai Dilirik sebagai Figur Altern
Menuju Pilpres 2029: Nama Mantan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran Mulai Dilirik sebagai Figur Altern
JAKARTA, POTRETKALTENG.COM — Bursa kepemimpinan nasional menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai menghangat dengan munculnya aspirasi terhadap figur-figur . . .
-
Pemprov dan DPRD Kalteng Selaraskan Jadwal Kegiatan Daerah
Pemprov dan DPRD Kalteng Selaraskan Jadwal Kegiatan Daerah
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti, menghadiri Rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Provinsi . . .
-
Gubernur Agustiar Dorong Penguatan Sistem Pencegahan Korupsi di Kalteng
Gubernur Agustiar Dorong Penguatan Sistem Pencegahan Korupsi di Kalteng
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menghadiri kegiatan Kunjungan dan Koordinasi terhadap Capaian dan Kendala Pelaksanaan . . .
-
Tegaskan Semangat Persatuan, Gubernur Agustiar Sabran saat Hadiri HUT ke-16 GERDAYAK
Tegaskan Semangat Persatuan, Gubernur Agustiar Sabran saat Hadiri HUT ke-16 GERDAYAK
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM - Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menghadiri Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 GERDAYAK Indonesia Tahun 2026 yang . . .

















