- Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap Buka Posko Pengaduan Kerugian Akibat Pemadaman Listrik
- Pemprov Kalteng Apresiasi Siloam Clinical Symposium 2026, Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Layanan Kese
- Kuasa Hukum Desak Rektor UPR Pulihkan Jabatan Tiga Pejabat FEB Usai Menang di Pengadilan
- Panduan Memilih Maklon Parfum yang Mendukung Legalitas BPOM
- SMSI Kalimantan Tengah - Disdik Kalteng, Siap Kawal Kemajuan Pendidikan
- SMSI Kalteng dan KPP Pratama Palangka Raya Perkuat Sinergi, Dorong Literasi Pajak dan Pemetaan Poten
- Menko Polkam RI Kunjungi Kapuas, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Hadapi Isu Strategis
- Hadapi Ancaman Karhutla, Gubernur Agustiar Dorong Penanganan Terpadu Bersama BNPB
- Sapma Pemuda Pancasila Kalteng Sabet Juara 1 Kuda Tuli Cup 2026
- Warga Tumbang Danau Usulkan Air Bersih Pustu dan Jalan Lingkungan
Pemuda Katingan Gelisah, Pertanyakan Jalan Penghubung Katingan Kuala Kapan Diselesaikan
Tim Redaksi

Keterangan Gambar : Restu Adi Wijaya
Potretkalteng.com - Katingan - Belum diselesaikannya jalan penghubung antara Kecamatan Katingan Kuala dan Mendawai dari Kota Kasongan, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menimbulkan keresahan bagi banyak pihak terutama masyarakat.
Proyek multiyears yang diprediksi akan selesai pada 2018 itu malah tak kunjung selesai hingga saat ini. Akibatnya masyarakat yang ingin bepergian ke daerah paling selatan dari Kabupaten dengan Julukan 'Bumi Penyang Hinje Simpe' ini harus melalui jalur sungai dari kerukan Hantipan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
"Sudah lama kita sebagai masyarakat disini, khususnya kami yang berasal dari Katingan Kuala, menantikan diselesaikannya jalan penghubung ini. Karena hanya akses transportasi air saja, dengan memakai kelotok atau kapal yang bisa digunakan oleh kami jika ingin bepergian ataupun berdagang. Yang mana jika keadaan surut maka akan sangat susah untuk dilalui," ujar Restu Adi Wijaya salah satu pemuda asal Katingan Kuala.
Baca Lainnya :
- Wakil Gubernur Kalteng Hadiri Peringatan Hari Jadi Ke-70 Kabupaten Kotawaringin Timur0
- Ivo Sugianto Sabran Buka Rapat Kerja Wilayah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Kalteng .0
- Perkuat Sinergitas, Kepala Kanwil Kemenkumham Kunjungi Kapolda Kalteng0
- Diduga Tidak Jalankan Putusan Damang Adat, Fordayak Segel Properti Milik Berlian Wangi0
- Pemprov Kalteng Optimis ITS NU Kalimantan Bisa Mencetak SDM Unggul0
Restu menambahkan, jika tanpa adanya jalan penghubung ini, masyarakat Katingan Kuala harus melewati jalur kerukan yang tergolong sempit dari Kotim dan menempuh kurang lebih 7-8 jam perjalanan untuk bisa sampai ke Kabupaten Katingan. Sedangkan biaya perjalanan yang diperlukan jika melewati jalur sungai tadi tergolong mahal, berkisar 100-150 ribu dari Sampit ke Katingan Kuala, dan berkisar 200-300 ribu dari Katingan Kuala ke Banjarmasin dengan perjalanan sekitar 5-6 jam.
"Sangat disayangkan sekali, apalagi Katingan Kuala punya potensi alam yang sangat besar, seperti ikan laut, udang, lobster dan lainnya, sedangkan hasil laut tersebut sebagian besar harus diekspor ke wilayah lain seperti Sampit dan Banjarmasin, karena lebih dekat dan akhirnya daerah kita sendiri yaitu Kabupaten Katingan tidak mendapatkan apa-apa, karena perputaran ekonomi itu terjadi diluar daerah sana dan bukan disini," tambah Restu.
Restu melanjutkan, jika ekonomi masyarakat di Katingan Kuala saat ini masih tergolong belum stabil dan masih berusaha untuk bangkit kembali sejak terpuruk akibat pandemi covid-19 kemarin. Ditambah tahun 2023 ini diprediksi akan terjadi resesi yang mengakibatkan krisis ekonomi global yang tentunya akan sangat berdampak bagi perekonomian di Indonesia terutama di wilayah Katingan Kuala. Sehingga menurutnya, jika ingin menstabilkan ekonomi dan perputaran ekonomi di Kabupaten Katingan khususnya di Katingan Kuala, jalan penghubung dari Katingan Kuala dan Mendawai ke Kasongan dilanjutkan kembali.
"Saya yakin dengan tembusnya jalan penghubung ini, akan ada perputaran ekonomi yang stabil, saya pribadi meminta tolong dan memohon agar bapak Bupati dan Wakil Bupati yang terhormat bisa mengusahakannya," tutup Restu Adi Wijaya, pemuda asal Pegatan, Katingan Kuala. (Red)
Aul
Berita Utama
-
Kuasa Hukum Desak Rektor UPR Pulihkan Jabatan Tiga Pejabat FEB Usai Menang di Pengadilan
Kuasa Hukum Desak Rektor UPR Pulihkan Jabatan Tiga Pejabat FEB Usai Menang di Pengadilan
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Kuasa hukum tiga pejabat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Palangka Raya (UPR) mendesak Rektor UPR segera memulihkan . . .
-
Pemprov Kalteng Apresiasi Siloam Clinical Symposium 2026, Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Layanan Kese
Pemprov Kalteng Apresiasi Siloam Clinical Symposium 2026, Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Layanan Kese
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengapresiasi penyelenggaraan Siloam Clinical Symposium 2026 yang digelar Siloam Hospital . . .
-
Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap Buka Posko Pengaduan Kerugian Akibat Pemadaman Listrik
Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap Buka Posko Pengaduan Kerugian Akibat Pemadaman Listrik
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang mengaku mengalami kerugian akibat pemadaman . . .
-
Warga Tumbang Danau Usulkan Air Bersih Pustu dan Jalan Lingkungan
Warga Tumbang Danau Usulkan Air Bersih Pustu dan Jalan Lingkungan
KUALA KURUN - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Iceu Purnamasari melaksanakan reses perorangan di Desa Tumbang Danau, Kecamatan . . .
-
Sapma Pemuda Pancasila Kalteng Sabet Juara 1 Kuda Tuli Cup 2026
Sapma Pemuda Pancasila Kalteng Sabet Juara 1 Kuda Tuli Cup 2026
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM— Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil keluar sebagai juara pertama dalam . . .

















