PLN Sepakati Hentikan Pemadaman Bergiliran di Barito Selatan Mulai 5 Agustus 2026

Potret kalteng 04 Agu 2026, 09:48:06 WIB Barito Selatan
PLN Sepakati Hentikan Pemadaman Bergiliran di Barito Selatan Mulai 5 Agustus 2026

Keterangan Gambar : Aliansi massa




BUNTOK, POTRETKALTENG.COM — Pihak PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Buntok akhirnya menandatangani surat pernyataan komitmen untuk menghentikan pemadaman listrik secara bergiliran di wilayah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) mulai Rabu, 5 Agustus 2026.

Baca Lainnya :


Kesepakatan tersebut dicapai usai jajaran PLN, pimpinan DPRD Barsel, dan perwakilan massa aksi berdialog secara terbuka di Gedung DPRD Kabupaten Barito Selatan, Senin (3/8/2026).


Surat pernyataan jaminan keandalan pasokan listrik tersebut ditandatangani langsung oleh Kepala PLN ULP Buntok, Vivin Aprianor, di hadapan massa aksi serta disaksikan oleh pimpinan dan anggota DPRD Barsel.


"Dengan ini menyatakan dan menjamin jika ke depannya, sejak hari Rabu tanggal 5 Agustus 2026, tidak ada lagi pemadaman listrik di wilayah Barito Selatan, [aliran listrik] akan selalu stabil dan menyala sejak pernyataan ini dibuat," bunyi petikan surat pernyataan yang dibacakan oleh Koordinator Aksi, Jailani.


Meskipun demikian, terdapat catatan teknis dari kesepakatan tersebut. Apabila terjadi kondisi khusus di lapangan yang mengharuskan adanya penyesuaian teknis, pihak PLN diwajibkan memberikan informasi resmi terlebih dahulu serta mengelola manajemen beban secara transparan.


Sebelum penandatanganan kesepakatan, pihak PLN sempat memberikan penjelasan terkait kondisi teknis kelistrikan di Barito Selatan. Asisten Manajer Transaksi Energi PLN Cabang Kapuas, Rusda Basofi, bersama Kepala PLN ULP Buntok, Vivin Aprianor, mengungkapkan bahwa proses perbaikan jaringan dan pemulihan pembangkit listrik secara menyeluruh sebenarnya diperkirakan selesai pada 25 Agustus 2026.


Menurut pihak PLN, per tanggal 5 Agustus 2026 status sistem kelistrikan daerah tersebut masih dalam taraf siaga karena belum seluruh pembangkit menyalurkan daya secara optimal. Namun, merespons desakan yang kuat dari masyarakat serta dorongan dari para wakil rakyat, pihak PLN berkomitmen untuk memaksimalkan pasokan agar pemadaman bergiliran tidak terjadi lagi sejak tanggal yang disepakati.


Jalannya Aksi Demostrasi

Aksi penyampaian aspirasi ini dimotori oleh Jailani selaku koordinator, didampingi Karnadi Sastra, Endang Suryadi, Dedi, Kari Rosadi, Nasrulah, serta puluhan warga Barito Selatan lainnya. Massa bergerak dari area parkir Plaza Beringin Buntok menuju Gedung DPRD Barsel dengan membawa sejumlah spanduk tuntutan.


Dalam spanduknya, massa mendesak pembentukan Pansus Kelistrikan, penghentian pemadaman sepihak, perbaikan jaringan, hingga tuntutan ganti rugi atau kompensasi sebesar 20 persen apabila pemadaman terjadi lebih dari 3 jam, mengacu pada Permen ESDM Nomor 27 Tahun 2017.


Setibanya di Gedung DPRD Barsel, massa sempat tertahan di gerbang utama dan melakukan dialog dengan Kabag Ops Polres Barsel, AKP Afif Hasan. Setelah berkoordinasi dengan pimpinan DPRD, seluruh rombongan akhirnya diperkenankan masuk ke ruang rapat.


Rombongan masyarakat diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Barsel Ideham, didampingi Rusinah (Wakil Ketua DPRD), serta beberapa anggota DPRD lainnya seperti H. Lisawanto, H. Irawansyah, dan H. Raden Sudarto.


Seluruh rangkaian aksi pengungkapan aspirasi masyarakat tersebut berlangsung aman dan tertib di bawah pengamanan ketat aparat Kepolisian dan Satpol PP Kabupaten Barito Selatan, yang dipimpin langsung oleh Kapolres Barsel, AKBP Jekson R. Hutapea.


RT







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment