- Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap Buka Posko Pengaduan Kerugian Akibat Pemadaman Listrik
- Pemprov Kalteng Apresiasi Siloam Clinical Symposium 2026, Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Layanan Kese
- Kuasa Hukum Desak Rektor UPR Pulihkan Jabatan Tiga Pejabat FEB Usai Menang di Pengadilan
- Panduan Memilih Maklon Parfum yang Mendukung Legalitas BPOM
- SMSI Kalimantan Tengah - Disdik Kalteng, Siap Kawal Kemajuan Pendidikan
- SMSI Kalteng dan KPP Pratama Palangka Raya Perkuat Sinergi, Dorong Literasi Pajak dan Pemetaan Poten
- Menko Polkam RI Kunjungi Kapuas, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Hadapi Isu Strategis
- Hadapi Ancaman Karhutla, Gubernur Agustiar Dorong Penanganan Terpadu Bersama BNPB
- Sapma Pemuda Pancasila Kalteng Sabet Juara 1 Kuda Tuli Cup 2026
- Warga Tumbang Danau Usulkan Air Bersih Pustu dan Jalan Lingkungan
Tolak Pinjaman IMF dan Bank Dunia, Menkeu Purbaya: APBN Kuat, Uang Kita Masih Banyak

Keterangan Gambar : Keterangan foto : Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa.
JAKARTA, POTRETKALTENG.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia tetap sehat dan berlapis, bahkan menolak tawaran pinjaman senilai USD 20–30 miliar dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia dalam pertemuan Spring Meeting di Washington DC, 13–17 April 2026. Penolakan ini ia sampaikan dengan alasan Indonesia masih memiliki bantalan fiskal yang lebih dari cukup.
Baca Lainnya :
- SEMMI Kalteng Tuntut Evaluasi Total Izin Perusahaan di Kalteng yang Minim Kontribusi Sosial0
- Dukung Potensi Pemuda, Anggota DPRD Barito Utara Hadiri Grand Final Putra-Putri Pariwisata 20260
- Perkuat Sinergitas dan Spiritualitas, Sekretariat DPRD Barut Sholat Subuh Berjamaah Bersama Bupati0
- Kecelakaan di Jalan Trans Kalimantan Desa Batu Nindan, Seorang Pengendara Motor Menjadi Korban Tabra0
- Bupati Wiyatno Salurkan Bantuan Korban Kebakaran dan Tinjau Infrastruktur di SDN 1 Desa Jakatan Masa0
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya di Jakarta, Sabtu (25/4/2026), sekaligus merespons kekhawatiran publik setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tajam 3,38 persen ke posisi 7.129,49 pada Jumat (24/4/2026) akibat sentimen negatif global.
"APBN kita dalam kondisi baik. Bahkan investor di sana kagum. Mereka sudah tidak lagi mempertanyakan soal defisit dan lain-lain, semuanya sudah jelas bagi mereka," ujar Purbaya.
Optimisme Purbaya bersandar pada cadangan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 420 triliun yang dimiliki pemerintah. Dari jumlah itu, Rp 120 triliun tersimpan di kas pemerintah pada Bank Indonesia, sementara Rp 300 triliun diinjeksikan ke sistem perbankan untuk memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang.
"Tidak perlu takut dengan APBN pemerintah, masih cukup, dan uang kita masih banyak," tegasnya.
Kepercayaan diri Menkeu itu dibuktikan langsung dalam forum Spring Meeting IMF-Bank Dunia di Washington DC pekan lalu. Ketika kedua lembaga menawarkan pinjaman USD 20–30 miliar kepada negara-negara yang terdampak gejolak global, Purbaya menolaknya. Ia menyebut Indonesia masih memegang cadangan devisa sendiri senilai USD 25 miliar, sehingga tidak memerlukan bantuan tersebut.
"Sekarang saya belum butuh. Saya punya SAL sendiri segitu, USD 25 miliar lebih. Jadi kondisi kita aman, defisit terkendali, buffer cukup," kata Purbaya.
Meski demikian, pertemuan dengan IMF dan Bank Dunia tidak berlangsung tanpa perdebatan. Purbaya mengungkap adanya diskusi sengit mengenai cara Indonesia mempertahankan batas defisit 3 persen di tengah kenaikan harga minyak global, yang berdampak langsung pada beban subsidi negara. Kedua lembaga itu juga mengingatkan pemerintah agar tidak berlebihan menggelontorkan subsidi sehingga tidak membebani anggaran jangka panjang.
"Debat seru tentang policy kita dan langkah kita, defisit kita 3% tapi minyak naik gimana cara nutupnya? Kita jelasin ada hemat sana-sini dan pendapatan dari sumber daya alam," ungkap Purbaya, Selasa (21/4/2026).
Di sisi lain, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva memuji Indonesia sebagai salah satu "bright spot" dalam perekonomian global berkat kebijakan yang dinilai kredibel dan fundamental yang kuat. Pemerintah sendiri mengklaim komitmen menjaga defisit di bawah 3 persen bukan sekadar target, melainkan sinyal kepada pasar global soal keseriusan pengelolaan fiskal. (FR)
Berita Utama
-
Kuasa Hukum Desak Rektor UPR Pulihkan Jabatan Tiga Pejabat FEB Usai Menang di Pengadilan
Kuasa Hukum Desak Rektor UPR Pulihkan Jabatan Tiga Pejabat FEB Usai Menang di Pengadilan
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Kuasa hukum tiga pejabat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Palangka Raya (UPR) mendesak Rektor UPR segera memulihkan . . .
-
Pemprov Kalteng Apresiasi Siloam Clinical Symposium 2026, Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Layanan Kese
Pemprov Kalteng Apresiasi Siloam Clinical Symposium 2026, Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Layanan Kese
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengapresiasi penyelenggaraan Siloam Clinical Symposium 2026 yang digelar Siloam Hospital . . .
-
Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap Buka Posko Pengaduan Kerugian Akibat Pemadaman Listrik
Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap Buka Posko Pengaduan Kerugian Akibat Pemadaman Listrik
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang mengaku mengalami kerugian akibat pemadaman . . .
-
Warga Tumbang Danau Usulkan Air Bersih Pustu dan Jalan Lingkungan
Warga Tumbang Danau Usulkan Air Bersih Pustu dan Jalan Lingkungan
KUALA KURUN - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Iceu Purnamasari melaksanakan reses perorangan di Desa Tumbang Danau, Kecamatan . . .
-
Sapma Pemuda Pancasila Kalteng Sabet Juara 1 Kuda Tuli Cup 2026
Sapma Pemuda Pancasila Kalteng Sabet Juara 1 Kuda Tuli Cup 2026
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM— Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil keluar sebagai juara pertama dalam . . .

















