Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap Tuntut PLN Hadirkan Solusi Nyata Atas Pemadaman Listrik

Potret kalteng 30 Jul 2026, 00:24:49 WIB Palangka Raya
Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap Tuntut PLN Hadirkan Solusi Nyata Atas Pemadaman Listrik

Keterangan Gambar : Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap Demo Depan Kantor Perwakilan PLN Palangka Raya. (Foto:Yariyanto)


PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM -  Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) Kalimantan Tengah menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palangka Raya, Jalan Ahmad Yani, Selasa (28/7/2026). Massa menuntut pelayanan kelistrikan yang lebih andal, transparan, dan berkeadilan menyusul masih terjadinya pemadaman listrik bergilir yang berdampak di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Dalam aksinya, puluhan peserta membawa berbagai spanduk berisi tuntutan kepada PLN serta menutup sementara akses masuk ke kantor sebagai simbol kekecewaan dan mosi tidak percaya terhadap manajemen PLN. Massa menegaskan bahwa penutupan akses tersebut bukan merupakan penyegelan secara hukum, melainkan bentuk protes atas pelayanan yang dinilai belum mampu mengatasi persoalan pemadaman listrik yang terus berulang.

Koordinator aksi, Joseph, mengatakan demonstrasi dilakukan untuk memperjuangkan hak masyarakat yang selama ini dirugikan akibat pemadaman listrik bergilir.

Baca Lainnya :


"Kami datang untuk menuntut hak-hak masyarakat yang selama ini dirugikan akibat kebijakan pemadaman listrik yang kami nilai dilakukan secara semena-mena," ujarnya.

Joseph juga meminta jajaran pimpinan PLN, khususnya General Manager wilayah, agar bersedia menemui massa dan memberikan penjelasan secara langsung mengenai penyebab serta solusi atas persoalan kelistrikan yang hingga kini masih terjadi.

"Kami berharap General Manager PLN di Palangka Raya dapat menemui kami dan menjelaskan kondisi yang sebenarnya," tambahnya.


Dalam orasinya, massa menilai PLN belum memberikan kepastian terkait jadwal pemadaman maupun informasi gangguan jaringan. Mereka mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan di Palangka Raya, peningkatan kualitas pelayanan, serta transparansi informasi mengenai gangguan dan pemeliharaan jaringan agar pemadaman berkepanjangan tidak terus berulang.

"Listrik padam, rakyat dirugikan. Listrik adalah hak masyarakat. Pelayanan buruk membuat rakyat menjerit," seru salah seorang orator di hadapan massa.


Sementara itu, perwakilan aksi, Fiteli Waruwu, menyatakan pemadaman listrik bergilir tidak hanya terjadi di Palangka Raya, tetapi juga berdampak di berbagai wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Menurutnya, aksi tersebut bertujuan mendorong PLN menghadirkan solusi nyata atas persoalan yang telah lama dikeluhkan masyarakat.

Fiteli juga menyayangkan tidak hadirnya General Manager PLN Wilayah untuk menemui peserta aksi. Ia menegaskan massa akan kembali menggelar aksi apabila belum ada tanggapan langsung dari pimpinan PLN. Massa juga meminta seluruh spanduk yang dipasang selama aksi tetap dibiarkan terpasang hingga aksi lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (29/7/2026).


Dalam aksi tersebut, perwakilan peternak ayam broiler, Satrio, mengungkapkan bahwa sektor peternakan menjadi salah satu yang paling terdampak akibat pemadaman listrik bergilir. Menurutnya, peternakan modern dengan sistem close house sangat bergantung pada pasokan listrik untuk mengoperasikan blower dan sistem sirkulasi udara di kandang.

"Listrik itu nyawa bagi ayam. Ketika listrik padam, suplai oksigen dan udara di kandang terganggu. Akibatnya ayam mati," ujarnya.


Satrio menjelaskan para peternak memang memiliki genset sebagai sumber listrik cadangan. Namun, genset tidak dirancang untuk menggantikan pasokan listrik PLN dalam waktu lama. Ketidakjelasan jadwal pemadaman juga membuat peternak kesulitan mengatur operasional dan penyediaan bahan bakar.

"Kalau terus mengandalkan genset, biaya operasional kami membengkak. Ujung-ujungnya harga produksi naik dan masyarakat juga yang terdampak," katanya.


Ia mengaku pada pemadaman terbaru sekitar 400 ekor ayam miliknya mati, sedangkan pada periode sebelumnya kerugian mencapai ribuan ekor ayam dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah.

"Kami tetap membayar listrik tepat waktu, membeli token di muka, tetapi hak kami sebagai konsumen tidak kami rasakan," tegasnya.


Beberapa peserta aksi bahkan mengancam akan membawa bangkai ayam ke Kantor PLN apabila tidak ada solusi konkret dari pihak perusahaan.


Hingga aksi berlangsung, massa tetap bertahan di depan Kantor PLN UP3 Palangka Raya sambil menunggu tanggapan resmi dari pihak PLN. Aksi tersebut menjadi bentuk desakan masyarakat agar PLN segera menghadirkan solusi konkret atas persoalan pemadaman listrik yang dinilai telah mengganggu aktivitas ekonomi, dunia usaha, serta kehidupan sehari-hari warga.(Yz)







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment