DEMO JILID II MEMANAS, 1.500 AYAM BUSUK DITEBAR DAN KANTOR PLN DISEGEL SIMBOLIS

Potret kalteng 30 Jul 2026, 00:28:36 WIB Palangka Raya
DEMO JILID II MEMANAS, 1.500 AYAM BUSUK DITEBAR DAN KANTOR PLN DISEGEL SIMBOLIS

Keterangan Gambar : AKSI DEMO JILID II DI KANTOR PLN PALANGKA RAYA. (FOTO:YARIYANTO)


PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Aksi demonstrasi jilid II yang digelar Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) di depan Kantor PLN UP3 Palangka Raya, Rabu (29/7/2026), berlangsung lebih besar dan dramatis dibanding aksi sebelumnya. Massa aksi menebar sekitar 1.500 ekor ayam mati yang telah membusuk di halaman kantor PLN sebagai bentuk protes terhadap pemadaman listrik yang dinilai telah menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat, khususnya para peternak ayam.


Ayam-ayam mati tersebut berasal dari salah seorang peserta aksi yang berprofesi sebagai peternak ayam. Ia mengaku mengalami kerugian besar setelah ribuan ayam ternaknya mati akibat pemadaman listrik berkepanjangan yang mengganggu operasional kandang. Bangkai ayam kemudian diangkut menggunakan satu unit mobil pikap dan ditumpahkan di depan hingga ke halaman Kantor PLN UP3 Palangka Raya sebagai simbol kekecewaan terhadap belum tuntasnya persoalan pemadaman listrik.

Baca Lainnya :


Aksi tersebut sontak menyita perhatian masyarakat. Bau menyengat dari ribuan bangkai ayam memenuhi area Kantor PLN dan tercium hingga ke badan jalan, sehingga mengundang perhatian warga maupun pengguna jalan yang melintas. Massa juga membentangkan berbagai poster bertuliskan, "PLN, Peternak Lagi Nangis", "Kantor Ini Disegel Masyarakat", hingga "Kado untuk PLN" sebagai bentuk kritik terhadap pelayanan kelistrikan.


Tidak hanya menebar bangkai ayam, massa juga melakukan penyegelan simbolis terhadap pintu masuk Kantor PLN dengan membentangkan spanduk besar bertuliskan "Kantor Ini Disegel Masyarakat". Aksi tersebut dikawal ketat aparat kepolisian yang berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan demonstrasi tetap berlangsung kondusif.


Demonstrasi ini merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya. Pada aksi jilid pertama, Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap menuntut agar General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah hadir secara langsung memberikan penjelasan terkait penyebab pemadaman listrik yang berulang serta menyampaikan solusi konkret agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.


Namun hingga aksi jilid II digelar, massa menilai tuntutan tersebut belum dipenuhi secara memuaskan. Karena itu, mereka kembali turun ke jalan dengan aksi yang lebih besar dan lebih keras sebagai bentuk desakan agar PLN segera memberikan kepastian, pertanggungjawaban, serta solusi nyata atas persoalan pemadaman listrik yang selama ini dikeluhkan masyarakat dan dinilai telah menimbulkan kerugian ekonomi bagi berbagai kalangan, termasuk para peternak ayam.(Yz)







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment