- Kritisi Pembinaan Olahraga, Gabungan Organisasi Kepemudaan Kotim Desak DPRD Gelar RDP dengan Dispora
- Darurat Demokrasi Kalteng! Ketua DPRD & Pangdam Kompak Bungkam, Mahasiswa Tuntut Transparansi Hukum
- Viral di Media Sosial, Sosok Demonstran di Kejati Kalteng Disebut Mirip Ammar Zoni
- Aksi Solidaritas Andri Yunus di DPRD Kalteng Ricuh, Massa Lanjut ke Kodam
- Kejar WTP Lagi, Pemprov Kalteng Serahkan LKPD 2025 ke BPK
- Gubernur Agustiar Sabran Tegas! Bank Kalteng Diminta Maksimalkan Layanan dan Kawal KHBS
- Bupati Kapuas Salurkan Bantuan Senilai Rp30 Juta per Rumah untuk Korban Kebakaran Lawang Kamah
- Manipulasi Sistem IT dan Reset Password, Eks Asisten Card Center BPD Kalteng Terancam Hukuman Berat
- Bupati Bartim ke Peserta Latsar: Jaga Integritas dan Targetkan Kelulusan Mutlak
- Prestasi Membanggakan, Frengki Setya Praja S.H., M.H Bawa SI DEHES Juara 1 Inovasi Daerah Palangka R
Anggaran Rujab Wabup Barsel Rp14,2 Miliar Disorot, HMI: Di Mana Empati Kekuasaan?

Keterangan Gambar : Fungsionaris Badko HMI Kalimantan Tengah, Ramadhan Boli
Baca Lainnya :
- Pengelolaan Keuangan Barsel Disorot, Hak Guru PPPK Terhambat di Tengah Anggaran Ratusan Miliar0
- Lestarikan Budaya, Pemkab Kapuas Gelar Ritual Adat Tahunan0
- Aksi di Kejati Kalteng Memanas, Dugaan Kekerasan Oknum Tuai Sorotan Tajam 0
- Hari Jadi Kapuas, Gubernur Tekankan Peran Strategis Dorong Ekonomi Daerah0
- Perjuangkan Nasib Penambang, APERA Gelar Dialog Strategis dengan Ketua DPRD Kalteng0
BUNTOK, POTRETKALTENG.COM – Alokasi anggaran untuk pembangunan dan rehabilitasi Rumah Jabatan (Rujab) Wakil Bupati Barito Selatan (Barsel) yang menembus angka Rp14,2 miliar memicu kritik tajam. Lonjakan anggaran tersebut dinilai tidak mencerminkan sensitivitas terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang sedang tertekan.
Kritik tersebut dilontarkan oleh Fungsionaris Badko HMI Kalimantan Tengah, Ramadhan Boli. Ia menilai kebijakan ini bukan sekadar persoalan teknis anggaran, melainkan sudah menyentuh aspek etika dan kepatutan dalam pengelolaan keuangan daerah.
Berdasarkan data yang dihimpun, anggaran tersebut mengalami kenaikan signifikan. Awalnya, proyek ini dialokasikan sebesar Rp7 miliar, namun bertambah Rp6 miliar dalam perubahan anggaran, ditambah dengan komponen pendukung lainnya hingga total mencapai Rp14,2 miliar.
"Lonjakan ini menunjukkan adanya potensi perencanaan yang tidak matang. Jika tidak disertai penjelasan transparan, ini berisiko mengarah pada indikasi maladministrasi," ujar Ramadhan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (31/3).
Ramadhan menegaskan bahwa setiap penggunaan uang negara harus tunduk pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, yang mengamanatkan asas kepatutan, efisiensi, dan keadilan bagi masyarakat.
Sebagai bentuk kontrol sosial, pihak HMI mendorong Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kalimantan Tengah untuk turun tangan.
"Penting bagi BPK untuk melakukan audit investigatif guna memastikan tidak terjadi penyimpangan, baik dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan di lapangan," tegasnya.
Selain BPK, DPRD Barito Selatan juga diminta untuk tidak hanya diam. Legislator diharapkan menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal dan tidak menjadikan proses penganggaran sebagai formalitas administratif semata.
Isu ini juga memicu pertanyaan mengenai skala prioritas Pemerintah Kabupaten Barito Selatan. Di saat infrastruktur dasar, akses pendidikan, dan layanan kesehatan masih membutuhkan perhatian besar, alokasi fantastis untuk fasilitas pejabat dinilai menciptakan kesan ketimpangan.
"Kebijakan ini mencerminkan problem prioritas. Jangan sampai muncul kesan hilangnya empati kekuasaan terhadap rakyat hanya demi kemewahan fasilitas elite," tambah Ramadhan.
HMI mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk aktif mengawal penggunaan APBD. Hal ini dianggap penting untuk memastikan bahwa setiap rupiah anggaran benar-benar dialokasikan untuk kepentingan masyarakat luas, bukan untuk kepentingan segelintir pihak.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Barito Selatan belum memberikan klarifikasi resmi terkait rincian lonjakan anggaran rehabilitasi Rujab Wakil Bupati tersebut.
RT
Berita Utama
-
Viral di Media Sosial, Sosok Demonstran di Kejati Kalteng Disebut Mirip Ammar Zoni
Viral di Media Sosial, Sosok Demonstran di Kejati Kalteng Disebut Mirip Ammar Zoni
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Jagat maya, khususnya platform Facebook, tengah diramaikan oleh unggahan foto dan video seorang demonstran yang melakukan aksi di . . .
-
Kritisi Pembinaan Olahraga, Gabungan Organisasi Kepemudaan Kotim Desak DPRD Gelar RDP dengan Dispora
Kritisi Pembinaan Olahraga, Gabungan Organisasi Kepemudaan Kotim Desak DPRD Gelar RDP dengan Dispora
SAMPIT, POTRETKALTENG.COM-Sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyatakan sikap tegas terkait kondisi pembinaan atlet di daerah . . .
-
Darurat Demokrasi Kalteng! Ketua DPRD & Pangdam Kompak Bungkam, Mahasiswa Tuntut Transparansi Hukum
Darurat Demokrasi Kalteng! Ketua DPRD & Pangdam Kompak Bungkam, Mahasiswa Tuntut Transparansi Hukum
PALANGKA RAYA – Aliansi Reformasi Militer Indonesia menggelar aksi demonstrasi di dua titik strategis, yakni Kantor DPRD Kalimantan Tengah dan lingkungan KODAM . . .
-
Bupati Bartim ke Peserta Latsar: Jaga Integritas dan Targetkan Kelulusan Mutlak
Bupati Bartim ke Peserta Latsar: Jaga Integritas dan Targetkan Kelulusan Mutlak
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Komitmen Pemerintah Kabupaten Barito Timur dalam mencetak SDM aparatur yang unggul ditunjukkan langsung oleh Bupati M. Yamin. Di . . .
-
Manipulasi Sistem IT dan Reset Password, Eks Asisten Card Center BPD Kalteng Terancam Hukuman Berat
Manipulasi Sistem IT dan Reset Password, Eks Asisten Card Center BPD Kalteng Terancam Hukuman Berat
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palangka Raya menggelar sidang lanjutan kasus tindak pidana perbankan yang menjerat Riky, seorang mantan . . .

















