- Pasca Kebakaran, Toko Kopi Bumi Rumahkan Karyawan dan Hentikan Penjualan Daring, Keluhkan Tetap Waji
- Jalan Depan APMS Muara Teweh Banjir Pasca-Penimbunan, Anggota DPRD Barut Angkat Bicara
- Polsek Kapuas Murung Ungkap Pencurian Mesin Traktor, Satu Orang Diamankan
- Bupati Kapuas Tegaskan Komitmen Terapkan Rekam Medis Elektronik dan Perkuat Layanan RSUD
- Pelatihan PKMN Tingkatkan Kesiapsiagaan Nakes Kapuas Tangani Kegawatdaruratan Ibu dan Bayi
- Kapuas Hilir Borong Prestasi di Jambore PKK 2026, Budaya Lokal Jadi Daya Tarik Utama
- Bulog Kapuas: Gejolak Dolar Belum Berdampak Signifikan pada Harga Sembako
- Penertiban PKL di Depan GOR Panunjung Tarung, Pemkab Kapuas Fokuskan UMKM ke Area yang Lebih Tertata
- Pemprov Kalteng Dorong KSBN Jadi Motor Pengembangan Seni Budaya Daerah
- Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalteng Jalan Sehat Bersama Insan Pers
DLH Palangka Raya Dorong Masyarakat Hentikan Penggunaan Merkuri

Potretkalteng.com - Palangka Raya – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya semakin gencar mengajak masyarakat untuk menghentikan penggunaan merkuri dalam kegiatan pertambangan dan industri. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen DLH dalam menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi kesehatan masyarakat dari dampak berbahaya merkuri.
Kepala DLH Kota Palangka Raya, dalam keterangannya pada Rabu (11/9/2024), menyampaikan bahwa penggunaan merkuri tidak hanya mengancam ekosistem, tetapi juga sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Merkuri, bahan kimia yang sering digunakan dalam proses pemurnian emas dan kegiatan industri lainnya, dapat mencemari air dan tanah, serta berdampak pada kesehatan masyarakat yang terpapar.
Baca Lainnya :
- Diskan: Penggunaan Merkuri Dapat Merusak Ekosistem Perairan0
- Camat Bukit Batu Ajak Masyarakat Dukung Program Lingkungan Bersih dari Merkuri0
- Pemko Palangka Raya Gelar Sosialisasi Pengurangan dan Penghapusan Merkuri di Kecamatan Bukit Batu0
- Pemko Palangka Raya Terus Berupaya Kendalikan Inflasi, Stabilkan Harga Bahan Pokok0
- DLH Siapkan Ranperda untuk Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Palangka Raya0
"Merkuri adalah salah satu polutan paling berbahaya. Jika masuk ke dalam lingkungan, merkuri bisa mencemari rantai makanan, mulai dari ikan hingga akhirnya dikonsumsi oleh manusia. Efeknya sangat serius, dari gangguan sistem saraf hingga risiko kerusakan permanen pada organ tubuh," ujar Kepala DLH.
Lebih lanjut, DLH menekankan bahwa pencemaran merkuri juga merusak kualitas air dan tanah di wilayah sekitar lokasi tambang. Penggunaan merkuri yang tidak terkontrol bisa memicu masalah lingkungan yang bertahan lama, menghambat pertumbuhan tanaman, hingga mengganggu kehidupan satwa liar di sekitar area yang tercemar.
Sebagai langkah pencegahan, DLH Kota Palangka Raya terus melakukan sosialisasi ke masyarakat di berbagai wilayah, khususnya di kawasan yang rawan aktivitas pertambangan. Edukasi mengenai bahaya merkuri dan pentingnya beralih ke teknologi yang ramah lingkungan menjadi prioritas dalam upaya ini.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama pelaku tambang, untuk memahami bahaya merkuri dan segera berhenti menggunakannya. Teknologi yang lebih ramah lingkungan kini sudah tersedia, dan pemerintah siap membantu dalam transisi ini," tambahnya.
DLH juga mendorong penggunaan teknologi alternatif yang tidak melibatkan merkuri dalam proses pengolahan bahan tambang, seperti metode sianidasi yang lebih aman dan tidak mencemari lingkungan. Selain itu, DLH membuka kerja sama dengan pihak swasta dan lembaga internasional untuk menyediakan teknologi yang bisa diakses oleh masyarakat.
"Penggunaan merkuri harus dihentikan, dan kami siap mendukung masyarakat untuk menggunakan alternatif yang lebih aman. Ini bukan hanya demi lingkungan, tapi juga demi masa depan kesehatan generasi mendatang," lanjut Kepala DLH.
DLH Palangka Raya tidak bekerja sendiri. Berbagai pihak, mulai dari lembaga swadaya masyarakat, akademisi, hingga aparat penegak hukum, ikut dilibatkan dalam pengawasan dan penegakan aturan terkait penggunaan merkuri. Pengawasan yang ketat diperlukan untuk memastikan bahwa aktivitas tambang tidak melibatkan bahan kimia berbahaya.
---
Untuk informasi lebih lanjut mengenai bahaya merkuri dan alternatif teknologi ramah lingkungan, kunjungi PotretKalteng.com. Mari bersama-sama hentikan penggunaan merkuri dan selamatkan lingkungan kita!
Berita Utama
-
Pasca Kebakaran, Toko Kopi Bumi Rumahkan Karyawan dan Hentikan Penjualan Daring, Keluhkan Tetap Waji
Pasca Kebakaran, Toko Kopi Bumi Rumahkan Karyawan dan Hentikan Penjualan Daring, Keluhkan Tetap Waji
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM– Toko Kopi Bumi (TKB) mengumumkan penghentian aktivitas penjualan daring serta merumahkan sejumlah karyawan setelah usaha mereka . . .
-
Bazar UMKM Kotim 2026 Jadi Bukti Kolaborasi Pemuda Dorong Ekonomi Daerah
Bazar UMKM Kotim 2026 Jadi Bukti Kolaborasi Pemuda Dorong Ekonomi Daerah
SAMPIT, POTRETKALTENG.COM – Bazar Swalayan UMKM Kotim 2026 yang berlangsung pada 10–13 Juni 2026 mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi . . .
-
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalteng Jalan Sehat Bersama Insan Pers
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalteng Jalan Sehat Bersama Insan Pers
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026, Polda Kalimantan Tengah menggelar kegiatan . . .
-
Penertiban PKL di Depan GOR Panunjung Tarung, Pemkab Kapuas Fokuskan UMKM ke Area yang Lebih Tertata
Penertiban PKL di Depan GOR Panunjung Tarung, Pemkab Kapuas Fokuskan UMKM ke Area yang Lebih Tertata
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penertiban terhadap pedagang dan pelaku UMKM . . .
-
Bulog Kapuas: Gejolak Dolar Belum Berdampak Signifikan pada Harga Sembako
Bulog Kapuas: Gejolak Dolar Belum Berdampak Signifikan pada Harga Sembako
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Perum Bulog Cabang Kapuas memastikan fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat belum memberikan dampak signifikan terhadap harga . . .

















