- Peringati Hari Jadi ke-220, Pemkab Kapuas Siapkan Rangkaian Acara Budaya dan Religi
- Kritisi Pembinaan Olahraga, Gabungan Organisasi Kepemudaan Kotim Desak DPRD Gelar RDP dengan Dispora
- Darurat Demokrasi Kalteng! Ketua DPRD & Pangdam Kompak Bungkam, Mahasiswa Tuntut Transparansi Hukum
- Viral di Media Sosial, Sosok Demonstran di Kejati Kalteng Disebut Mirip Ammar Zoni
- Aksi Solidaritas Andri Yunus di DPRD Kalteng Ricuh, Massa Lanjut ke Kodam
- Kejar WTP Lagi, Pemprov Kalteng Serahkan LKPD 2025 ke BPK
- Gubernur Agustiar Sabran Tegas! Bank Kalteng Diminta Maksimalkan Layanan dan Kawal KHBS
- Bupati Kapuas Salurkan Bantuan Senilai Rp30 Juta per Rumah untuk Korban Kebakaran Lawang Kamah
- Manipulasi Sistem IT dan Reset Password, Eks Asisten Card Center BPD Kalteng Terancam Hukuman Berat
- Bupati Bartim ke Peserta Latsar: Jaga Integritas dan Targetkan Kelulusan Mutlak
Kapolres Kapuas Prihatin Atas Kericuhan di Barunang: Kami Kedepankan Humanis, Namun Keamanan Persone

Keterangan Gambar : Kapolres Kapuas, AKBP Gede Eka Yudharma, S.I.K., M.A.P
KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Kapolres Kapuas, AKBP Gede Eka Yudharma, S.I.K., M.A.P., menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden berdarah yang terjadi dalam aksi penutupan jalan hauling PT Asmin Bara Baronang (ABB) di Desa Barunang, Selasa (3/3/2026) sore. Kapolres menegaskan bahwa tindakan tegas yang diambil jajarannya merupakan upaya terakhir demi melindungi nyawa petugas di lapangan.
Baca Lainnya :
- Sengketa Lahan PT Asmin Bara Baronang Memanas, Polisi dan Warga Terluka dalam Aksi Penutupan Jalan0
- Safari Ramadhan di Lahei II, Bupati Barito Utara Serahkan Hibah Rp 1 Miliar untuk Masjid Nurul Ahya 0
- Bawa Oleh-oleh Rp 1 Miliar ke Benao Hilir, Bupati Barut Pastikan Jembatan Lahei Barat Diperbaiki0
- Anggota DPD RI Teras Narang Serap Aspirasi Koperasi Merah Putih Bukit Tunggal0
- 800 Peserta Ramaikan Gebyar Ramadan Berkah Jilid 5, Gubernur Kalteng Tekankan Pembinaan Karakter Gen0
AKBP Gede Eka menjelaskan bahwa Polres Kapuas sebenarnya telah berupaya meredam situasi sejak aksi pemortalan dimulai oleh Aliansi Masyarakat Adat (AMAD) pada Senin (2/3). Pihaknya melibatkan unsur adat untuk berdialog dengan massa.
"Kami sudah mengedepankan pendekatan humanis. Kapolsek Kapuas Tengah bersama Damang dan Mantir Adat setempat sudah memberikan imbauan berkali-kali agar massa membubarkan diri secara tertib karena mengganggu kepentingan umum," ujar Kapolres dalam keterangan resminya.
Namun, menurut Kapolres, imbauan tersebut tidak direspon positif oleh massa hingga terjadi aksi saling dorong yang berujung pada perlawanan fisik terhadap petugas.
Menanggapi adanya korban luka dari kedua belah pihak, Kapolres membeberkan kronologi saat situasi mulai tidak terkendali. Tiga personel kepolisian dilaporkan mengalami luka sabetan senjata tajam saat mencoba menertibkan massa.
"Ketika tiga anggota kami terkena serangan senjata tajam, situasi sudah membahayakan nyawa personel. Kami sempat memberikan tembakan peringatan, namun penyerangan tetap terjadi. Akhirnya dilakukan tindakan tegas terukur untuk melumpuhkan pelaku. Dua orang dari massa mengalami luka di bagian kaki," tegas AKBP Gede Eka.
Kapolres memastikan bahwa seluruh korban, baik dari pihak kepolisian maupun warga, langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Palangka Raya untuk mendapatkan perawatan intensif agar tidak ada jatuh korban jiwa lebih lanjut.
Pasca insiden tersebut, Kapolres Kapuas memastikan situasi di lokasi sudah berangsur kondusif. Ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh informasi yang simpang siur dan tetap menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kapuas.
Poin-poin Imbauan Kapolres Kapuas:
Dialog di Atas Kekerasan: Menghimbau warga menyampaikan aspirasi melalui jalur hukum atau mediasi formal yang tersedia.
Stabilitas Keamanan: Meminta tokoh masyarakat dan tokoh adat membantu mendinginkan suasana.
Ketaatan Prosedur: Menegaskan bahwa seluruh tindakan kepolisian didasari surat perintah sah dan prinsip profesionalisme.
"Kami tidak ingin ada kekerasan, namun kami juga memiliki kewajiban menjaga ketertiban umum dan keselamatan anggota. Kami berharap sengketa lahan ini segera menemukan titik temu melalui jalur yang benar," tutupnya.
RT
Berita Utama
-
Viral di Media Sosial, Sosok Demonstran di Kejati Kalteng Disebut Mirip Ammar Zoni
Viral di Media Sosial, Sosok Demonstran di Kejati Kalteng Disebut Mirip Ammar Zoni
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Jagat maya, khususnya platform Facebook, tengah diramaikan oleh unggahan foto dan video seorang demonstran yang melakukan aksi di . . .
-
Kritisi Pembinaan Olahraga, Gabungan Organisasi Kepemudaan Kotim Desak DPRD Gelar RDP dengan Dispora
Kritisi Pembinaan Olahraga, Gabungan Organisasi Kepemudaan Kotim Desak DPRD Gelar RDP dengan Dispora
SAMPIT, POTRETKALTENG.COM-Sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyatakan sikap tegas terkait kondisi pembinaan atlet di daerah . . .
-
Darurat Demokrasi Kalteng! Ketua DPRD & Pangdam Kompak Bungkam, Mahasiswa Tuntut Transparansi Hukum
Darurat Demokrasi Kalteng! Ketua DPRD & Pangdam Kompak Bungkam, Mahasiswa Tuntut Transparansi Hukum
PALANGKA RAYA – Aliansi Reformasi Militer Indonesia menggelar aksi demonstrasi di dua titik strategis, yakni Kantor DPRD Kalimantan Tengah dan lingkungan KODAM . . .
-
Peringati Hari Jadi ke-220, Pemkab Kapuas Siapkan Rangkaian Acara Budaya dan Religi
Peringati Hari Jadi ke-220, Pemkab Kapuas Siapkan Rangkaian Acara Budaya dan Religi
KAPUAS, POTRETKALTENG.COM- Pemerintah Kabupaten Kapuas menggelar Rapat Pemantapan Kesiapan untuk memperingati Hari Jadi Kota Kuala Kapuas ke-220 serta Hari Jadi . . .
-
Bupati Bartim ke Peserta Latsar: Jaga Integritas dan Targetkan Kelulusan Mutlak
Bupati Bartim ke Peserta Latsar: Jaga Integritas dan Targetkan Kelulusan Mutlak
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Komitmen Pemerintah Kabupaten Barito Timur dalam mencetak SDM aparatur yang unggul ditunjukkan langsung oleh Bupati M. Yamin. Di . . .

















