- Pasca Kebakaran, Toko Kopi Bumi Rumahkan Karyawan dan Hentikan Penjualan Daring, Keluhkan Tetap Waji
- Jalan Depan APMS Muara Teweh Banjir Pasca-Penimbunan, Anggota DPRD Barut Angkat Bicara
- Polsek Kapuas Murung Ungkap Pencurian Mesin Traktor, Satu Orang Diamankan
- Bupati Kapuas Tegaskan Komitmen Terapkan Rekam Medis Elektronik dan Perkuat Layanan RSUD
- Pelatihan PKMN Tingkatkan Kesiapsiagaan Nakes Kapuas Tangani Kegawatdaruratan Ibu dan Bayi
- Kapuas Hilir Borong Prestasi di Jambore PKK 2026, Budaya Lokal Jadi Daya Tarik Utama
- Bulog Kapuas: Gejolak Dolar Belum Berdampak Signifikan pada Harga Sembako
- Penertiban PKL di Depan GOR Panunjung Tarung, Pemkab Kapuas Fokuskan UMKM ke Area yang Lebih Tertata
- Pemprov Kalteng Dorong KSBN Jadi Motor Pengembangan Seni Budaya Daerah
- Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalteng Jalan Sehat Bersama Insan Pers
Kapolres Kapuas Prihatin Atas Kericuhan di Barunang: Kami Kedepankan Humanis, Namun Keamanan Persone

Keterangan Gambar : Kapolres Kapuas, AKBP Gede Eka Yudharma, S.I.K., M.A.P
KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Kapolres Kapuas, AKBP Gede Eka Yudharma, S.I.K., M.A.P., menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden berdarah yang terjadi dalam aksi penutupan jalan hauling PT Asmin Bara Baronang (ABB) di Desa Barunang, Selasa (3/3/2026) sore. Kapolres menegaskan bahwa tindakan tegas yang diambil jajarannya merupakan upaya terakhir demi melindungi nyawa petugas di lapangan.
Baca Lainnya :
- Sengketa Lahan PT Asmin Bara Baronang Memanas, Polisi dan Warga Terluka dalam Aksi Penutupan Jalan0
- Safari Ramadhan di Lahei II, Bupati Barito Utara Serahkan Hibah Rp 1 Miliar untuk Masjid Nurul Ahya 0
- Bawa Oleh-oleh Rp 1 Miliar ke Benao Hilir, Bupati Barut Pastikan Jembatan Lahei Barat Diperbaiki0
- Anggota DPD RI Teras Narang Serap Aspirasi Koperasi Merah Putih Bukit Tunggal0
- 800 Peserta Ramaikan Gebyar Ramadan Berkah Jilid 5, Gubernur Kalteng Tekankan Pembinaan Karakter Gen0
AKBP Gede Eka menjelaskan bahwa Polres Kapuas sebenarnya telah berupaya meredam situasi sejak aksi pemortalan dimulai oleh Aliansi Masyarakat Adat (AMAD) pada Senin (2/3). Pihaknya melibatkan unsur adat untuk berdialog dengan massa.
"Kami sudah mengedepankan pendekatan humanis. Kapolsek Kapuas Tengah bersama Damang dan Mantir Adat setempat sudah memberikan imbauan berkali-kali agar massa membubarkan diri secara tertib karena mengganggu kepentingan umum," ujar Kapolres dalam keterangan resminya.
Namun, menurut Kapolres, imbauan tersebut tidak direspon positif oleh massa hingga terjadi aksi saling dorong yang berujung pada perlawanan fisik terhadap petugas.
Menanggapi adanya korban luka dari kedua belah pihak, Kapolres membeberkan kronologi saat situasi mulai tidak terkendali. Tiga personel kepolisian dilaporkan mengalami luka sabetan senjata tajam saat mencoba menertibkan massa.
"Ketika tiga anggota kami terkena serangan senjata tajam, situasi sudah membahayakan nyawa personel. Kami sempat memberikan tembakan peringatan, namun penyerangan tetap terjadi. Akhirnya dilakukan tindakan tegas terukur untuk melumpuhkan pelaku. Dua orang dari massa mengalami luka di bagian kaki," tegas AKBP Gede Eka.
Kapolres memastikan bahwa seluruh korban, baik dari pihak kepolisian maupun warga, langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Palangka Raya untuk mendapatkan perawatan intensif agar tidak ada jatuh korban jiwa lebih lanjut.
Pasca insiden tersebut, Kapolres Kapuas memastikan situasi di lokasi sudah berangsur kondusif. Ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh informasi yang simpang siur dan tetap menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kapuas.
Poin-poin Imbauan Kapolres Kapuas:
Dialog di Atas Kekerasan: Menghimbau warga menyampaikan aspirasi melalui jalur hukum atau mediasi formal yang tersedia.
Stabilitas Keamanan: Meminta tokoh masyarakat dan tokoh adat membantu mendinginkan suasana.
Ketaatan Prosedur: Menegaskan bahwa seluruh tindakan kepolisian didasari surat perintah sah dan prinsip profesionalisme.
"Kami tidak ingin ada kekerasan, namun kami juga memiliki kewajiban menjaga ketertiban umum dan keselamatan anggota. Kami berharap sengketa lahan ini segera menemukan titik temu melalui jalur yang benar," tutupnya.
RT
Berita Utama
-
Pasca Kebakaran, Toko Kopi Bumi Rumahkan Karyawan dan Hentikan Penjualan Daring, Keluhkan Tetap Waji
Pasca Kebakaran, Toko Kopi Bumi Rumahkan Karyawan dan Hentikan Penjualan Daring, Keluhkan Tetap Waji
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM– Toko Kopi Bumi (TKB) mengumumkan penghentian aktivitas penjualan daring serta merumahkan sejumlah karyawan setelah usaha mereka . . .
-
Bazar UMKM Kotim 2026 Jadi Bukti Kolaborasi Pemuda Dorong Ekonomi Daerah
Bazar UMKM Kotim 2026 Jadi Bukti Kolaborasi Pemuda Dorong Ekonomi Daerah
SAMPIT, POTRETKALTENG.COM – Bazar Swalayan UMKM Kotim 2026 yang berlangsung pada 10–13 Juni 2026 mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi . . .
-
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalteng Jalan Sehat Bersama Insan Pers
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalteng Jalan Sehat Bersama Insan Pers
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026, Polda Kalimantan Tengah menggelar kegiatan . . .
-
Penertiban PKL di Depan GOR Panunjung Tarung, Pemkab Kapuas Fokuskan UMKM ke Area yang Lebih Tertata
Penertiban PKL di Depan GOR Panunjung Tarung, Pemkab Kapuas Fokuskan UMKM ke Area yang Lebih Tertata
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penertiban terhadap pedagang dan pelaku UMKM . . .
-
Bulog Kapuas: Gejolak Dolar Belum Berdampak Signifikan pada Harga Sembako
Bulog Kapuas: Gejolak Dolar Belum Berdampak Signifikan pada Harga Sembako
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Perum Bulog Cabang Kapuas memastikan fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat belum memberikan dampak signifikan terhadap harga . . .

















