- RSUD Kapuas Matangkan Akreditasi, Tim Internal Siap Hadapi Monitoring dan Evaluasi
- Sekda Kapuas Pimpin Pembahasan Penyesuaian Tarif Retribusi RPU, Fokus Tingkatkan Pelayanan
- Buka Rakerda APDESI, Agustiar Tegaskan Efisiensi Anggaran
- Pemprov Kalteng Dorong Sinergi Lintas Sektor melalui Kelurahan Siaga TBC
- Wakil Bupati Barito Timur Dorong Kepala Desa Implementasikan Hasil Rakerda APDESI Kalteng
- Korupsi BGN Memanas, Eks Wakil Kepala BGN Seret Anggota DPR hingga Eks Jenderal dalam Kasus MBG
- Pertamina Naikkan Harga Pertamax di Kalteng Jadi Rp16.950 per Liter, BBM Lain Tetap
- Demokrasi Harus Bermartabat, Bambang Serukan Aksi Damai dan Beretika
- Pemprov Kalteng Perkuat Pengendalian Inflasi, Waspadai Kenaikan Harga Cabai dan Bawang Merah
- Eko Sulistiono: Seluruh ASN Wajib Kelola Anggaran Sesuai Aturan
Kepala DP3APPKB Prov. Kalteng: Peran Ayah Sangat Penting dalam Upaya Menurunkan Stunting

Keterangan Gambar : Kepala DP3APPKB Prov. Kalteng saat melakukan dialog
PALANGKARAYA,
POTRETKALTENG.com– Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Kalimantan Tengah, sekaligus Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, menjadi narasumber dalam acara Dialog Kentongan yang disiarkan langsung oleh RRI Pro 1 Network, pada Selasa (12/11/2024). Acara ini diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional dan Hari Ayah Nasional, dengan tema “Pentingnya Peran Ayah dalam Pencegahan Stunting”.
Baca Lainnya :
- Pemprov Kalteng Rakor Evaluasi Program Perpustakaan dan Kearsipan untuk Peningkatan Kualitas Layanan0
- Dinas Kesehatan Kalteng Gelar Jalan Sehat Bersama Poltekkes Palangka Raya dalam Rangka HKN ke-600
- Dinas Kominfosantik Kalteng Gelar Podcast Bersama Ketua KPU Kalteng Menyongsong Pilkada Serentak 2020
- BPBPK Kalteng Rapat Virtual bahas Standar Minimal Logistik dan Peralatan Penanggulangan bencana0
- Dinas Lingkungan Hidup Kalteng Gelar Bimtek Pendidikan Lingkungan untuk Pengenalan anekaragam Hayati0
Dalam dialog tersebut, Linae membahas tentang pentingnya peran ayah dalam pencegahan stunting, sebuah masalah gizi kronis yang berhubungan dengan kekurangan gizi dalam jangka waktu lama. Stunting umumnya terjadi sejak dalam kandungan dan baru terlihat ketika anak menginjak usia dua tahun.
Pencegahan Stunting: Peran Pemerintah dan Perubahan Perilaku Masyarakat
Linae menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, melalui DP3APPKB, berperan dalam mendukung penanganan dan pencegahan stunting. Penurunan angka stunting memerlukan dua jenis intervensi, yaitu intervensi spesifik dan sensitif. DP3APPKB fokus pada intervensi sensitif, yang mencakup upaya perubahan perilaku masyarakat untuk meningkatkan pola hidup sehat dan mencegah stunting.
“Selain intervensi spesifik berupa pemberian makanan bergizi langsung kepada bayi dan balita yang berisiko stunting, perubahan perilaku juga sangat penting agar masyarakat dapat memahami dampak stunting dan bagaimana cara mencegahnya,” ujarnya.
Peran Ayah dalam Pencegahan Stunting
Linae juga menekankan bahwa peran ayah dalam pencegahan stunting sangat penting, bahkan sejak bayi masih dalam kandungan. “Penting untuk diingat bahwa ayah memiliki peran besar dalam mendukung tumbuh kembang anak, termasuk dalam pencegahan stunting. Peran ini tidak hanya sebatas dukungan kepada ibu, tetapi juga dalam menentukan pola asuh, pola makan, serta memberikan dukungan emosional bagi anak,” jelasnya.
Peran ayah, kata Linae, berpengaruh pada pembentukan karakter anak, terutama dalam mendukung perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak. “Tugas ibu memang sangat penting, tetapi dukungan dari ayah akan mempercepat perkembangan anak dan membantu mencegah terjadinya stunting,” tambahnya.
Mengajak Masyarakat untuk Lebih Peduli
Sebagai penutup, Linae berharap peran ayah dalam pencegahan stunting dapat semakin diperkuat, serta masyarakat semakin sadar akan pentingnya gizi yang baik dan pola hidup sehat sejak dini. “Mari kita semua, baik ayah, ibu, maupun masyarakat secara keseluruhan, untuk lebih peduli dan terlibat aktif dalam upaya pencegahan stunting agar generasi penerus kita dapat tumbuh sehat dan optimal,” pungkasnya.
Selain Linae, program ini juga menghadirkan Muhammad Efendi, Program Manager Bidang Program dan Kegiatan Satgas Stunting Provinsi Kalimantan Tengah, yang turut membahas langkah-langkah konkret dalam menurunkan angka stunting di wilayah Kalimantan Tengah.(yin)
mmc kalteng
Berita Utama
-
Pertamina Naikkan Harga Pertamax di Kalteng Jadi Rp16.950 per Liter, BBM Lain Tetap
Pertamina Naikkan Harga Pertamax di Kalteng Jadi Rp16.950 per Liter, BBM Lain Tetap
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM — PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) per Rabu, 10 . . .
-
Wakil Bupati Barito Timur Dorong Kepala Desa Implementasikan Hasil Rakerda APDESI Kalteng
Wakil Bupati Barito Timur Dorong Kepala Desa Implementasikan Hasil Rakerda APDESI Kalteng
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, mendorong seluruh kepala desa (kades) di wilayahnya untuk segera mengimplementasikan . . .
-
Korupsi BGN Memanas, Eks Wakil Kepala BGN Seret Anggota DPR hingga Eks Jenderal dalam Kasus MBG
Korupsi BGN Memanas, Eks Wakil Kepala BGN Seret Anggota DPR hingga Eks Jenderal dalam Kasus MBG
JAKARTA, POTRETKALTENG.COM – Kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah diusut aparat penegak hukum memasuki babak baru yang kian . . .
-
Pemprov Kalteng Dorong Sinergi Lintas Sektor melalui Kelurahan Siaga TBC
Pemprov Kalteng Dorong Sinergi Lintas Sektor melalui Kelurahan Siaga TBC
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah mendukung pembentukan Kelurahan Siaga . . .
-
Buka Rakerda APDESI, Agustiar Tegaskan Efisiensi Anggaran
Buka Rakerda APDESI, Agustiar Tegaskan Efisiensi Anggaran
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, secara resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Dialog Interaktif Dewan Pimpinan . . .

















