- Peringati Hari Jadi ke-220, Pemkab Kapuas Siapkan Rangkaian Acara Budaya dan Religi
- Kritisi Pembinaan Olahraga, Gabungan Organisasi Kepemudaan Kotim Desak DPRD Gelar RDP dengan Dispora
- Darurat Demokrasi Kalteng! Ketua DPRD & Pangdam Kompak Bungkam, Mahasiswa Tuntut Transparansi Hukum
- Viral di Media Sosial, Sosok Demonstran di Kejati Kalteng Disebut Mirip Ammar Zoni
- Aksi Solidaritas Andri Yunus di DPRD Kalteng Ricuh, Massa Lanjut ke Kodam
- Kejar WTP Lagi, Pemprov Kalteng Serahkan LKPD 2025 ke BPK
- Gubernur Agustiar Sabran Tegas! Bank Kalteng Diminta Maksimalkan Layanan dan Kawal KHBS
- Bupati Kapuas Salurkan Bantuan Senilai Rp30 Juta per Rumah untuk Korban Kebakaran Lawang Kamah
- Manipulasi Sistem IT dan Reset Password, Eks Asisten Card Center BPD Kalteng Terancam Hukuman Berat
- Bupati Bartim ke Peserta Latsar: Jaga Integritas dan Targetkan Kelulusan Mutlak
PBNU Tentukan Awal Ramadan 1447 H Lewat Rukyatul Hilal 17 Februari 2026

Keterangan Gambar : Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf. (Foto: Yariyanto)
Baca Lainnya :
- Sengketa Koperasi SUSB Memanas, DPC ARUN Seruyan Siap Bawa Kasus ke DPR RI0
- Pemprov Kalteng Evaluasi Pembatalan 14 RKAB Zirkon, Pastikan Kepastian Hukum dan Tata Kelola Tambang0
- Gubernur Agustiar Ajak DPW PKB Kalteng Bersinergi Wujudkan Kalteng Makin Berkah0
- Dukung Peningkatan SDM, Gubernur Kalteng Hadiri Wisuda UT Palangka Raya0
- Bupati Kapuas Resmikan Kantor Kelurahan Selat Hulu, DPRD Harapkan Kinerja Pelayanan Meningkat0
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah setelah melaksanakan rukyatul hilal pada 17 Februari 2026. Jika hilal terlihat, maka puasa akan dimulai keesokan harinya. Namun apabila tidak terlihat, bulan Sya’ban akan digenapkan menjadi 30 hari.
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama tetap konsisten menggunakan metode rukyat atau melihat langsung hilal dalam menetapkan awal bulan hijriah.
“Nanti kita lihat dulu tanggal 17 Februari, apakah hilalnya terlihat atau tidak. Kalau terlihat, besoknya kita sudah mulai puasa. Kalau tidak, berarti Sya’ban digenapkan 30 hari,” ujarnya saat menghadiri Konferensi Wilayah XIII PW-NU Kalteng di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Sabtu (14/2/2026) sore.
Ia menjelaskan, metode rukyat telah menjadi pedoman NU sejak lama. Penentuan awal Ramadan dilakukan dengan melihat langsung posisi hilal, bukan semata-mata berdasarkan perhitungan astronomi.
Sementara itu, Muhammadiyah lebih dahulu menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Penetapan tersebut menggunakan metode hisab melalui sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Menanggapi potensi perbedaan awal puasa, Yahya menilai hal tersebut bukan persoalan baru di tengah masyarakat.
“Sudah puluhan tahun seperti ini dan tidak ada masalah. Masyarakat sudah terbiasa,” ucapnya.
Ia pun mengajak umat Islam untuk tetap saling menghormati apabila terjadi perbedaan dalam penetapan awal bulan suci Ramadan.
Menurutnya, perbedaan metode merupakan bagian dari dinamika pemikiran Islam yang telah berlangsung lama dan tidak perlu dipersoalkan secara berlebihan.
Selain itu, Yahya yang juga dikenal sebagai mantan juru bicara Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid, menegaskan bahwa NU akan terus hadir di tengah kebutuhan masyarakat serta menyediakan layanan keagamaan yang membawa hikmah dan kemaslahatan umat. (Yz)
Berita Utama
-
Viral di Media Sosial, Sosok Demonstran di Kejati Kalteng Disebut Mirip Ammar Zoni
Viral di Media Sosial, Sosok Demonstran di Kejati Kalteng Disebut Mirip Ammar Zoni
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Jagat maya, khususnya platform Facebook, tengah diramaikan oleh unggahan foto dan video seorang demonstran yang melakukan aksi di . . .
-
Kritisi Pembinaan Olahraga, Gabungan Organisasi Kepemudaan Kotim Desak DPRD Gelar RDP dengan Dispora
Kritisi Pembinaan Olahraga, Gabungan Organisasi Kepemudaan Kotim Desak DPRD Gelar RDP dengan Dispora
SAMPIT, POTRETKALTENG.COM-Sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyatakan sikap tegas terkait kondisi pembinaan atlet di daerah . . .
-
Darurat Demokrasi Kalteng! Ketua DPRD & Pangdam Kompak Bungkam, Mahasiswa Tuntut Transparansi Hukum
Darurat Demokrasi Kalteng! Ketua DPRD & Pangdam Kompak Bungkam, Mahasiswa Tuntut Transparansi Hukum
PALANGKA RAYA – Aliansi Reformasi Militer Indonesia menggelar aksi demonstrasi di dua titik strategis, yakni Kantor DPRD Kalimantan Tengah dan lingkungan KODAM . . .
-
Peringati Hari Jadi ke-220, Pemkab Kapuas Siapkan Rangkaian Acara Budaya dan Religi
Peringati Hari Jadi ke-220, Pemkab Kapuas Siapkan Rangkaian Acara Budaya dan Religi
KAPUAS, POTRETKALTENG.COM- Pemerintah Kabupaten Kapuas menggelar Rapat Pemantapan Kesiapan untuk memperingati Hari Jadi Kota Kuala Kapuas ke-220 serta Hari Jadi . . .
-
Bupati Bartim ke Peserta Latsar: Jaga Integritas dan Targetkan Kelulusan Mutlak
Bupati Bartim ke Peserta Latsar: Jaga Integritas dan Targetkan Kelulusan Mutlak
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Komitmen Pemerintah Kabupaten Barito Timur dalam mencetak SDM aparatur yang unggul ditunjukkan langsung oleh Bupati M. Yamin. Di . . .

















