- Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap Buka Posko Pengaduan Kerugian Akibat Pemadaman Listrik
- Pemprov Kalteng Apresiasi Siloam Clinical Symposium 2026, Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Layanan Kese
- Kuasa Hukum Desak Rektor UPR Pulihkan Jabatan Tiga Pejabat FEB Usai Menang di Pengadilan
- Panduan Memilih Maklon Parfum yang Mendukung Legalitas BPOM
- SMSI Kalimantan Tengah - Disdik Kalteng, Siap Kawal Kemajuan Pendidikan
- SMSI Kalteng dan KPP Pratama Palangka Raya Perkuat Sinergi, Dorong Literasi Pajak dan Pemetaan Poten
- Menko Polkam RI Kunjungi Kapuas, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Hadapi Isu Strategis
- Hadapi Ancaman Karhutla, Gubernur Agustiar Dorong Penanganan Terpadu Bersama BNPB
- Sapma Pemuda Pancasila Kalteng Sabet Juara 1 Kuda Tuli Cup 2026
- Warga Tumbang Danau Usulkan Air Bersih Pustu dan Jalan Lingkungan
PBNU Tentukan Awal Ramadan 1447 H Lewat Rukyatul Hilal 17 Februari 2026

Keterangan Gambar : Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf. (Foto: Yariyanto)
Baca Lainnya :
- Sengketa Koperasi SUSB Memanas, DPC ARUN Seruyan Siap Bawa Kasus ke DPR RI0
- Pemprov Kalteng Evaluasi Pembatalan 14 RKAB Zirkon, Pastikan Kepastian Hukum dan Tata Kelola Tambang0
- Gubernur Agustiar Ajak DPW PKB Kalteng Bersinergi Wujudkan Kalteng Makin Berkah0
- Dukung Peningkatan SDM, Gubernur Kalteng Hadiri Wisuda UT Palangka Raya0
- Bupati Kapuas Resmikan Kantor Kelurahan Selat Hulu, DPRD Harapkan Kinerja Pelayanan Meningkat0
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah setelah melaksanakan rukyatul hilal pada 17 Februari 2026. Jika hilal terlihat, maka puasa akan dimulai keesokan harinya. Namun apabila tidak terlihat, bulan Sya’ban akan digenapkan menjadi 30 hari.
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama tetap konsisten menggunakan metode rukyat atau melihat langsung hilal dalam menetapkan awal bulan hijriah.
“Nanti kita lihat dulu tanggal 17 Februari, apakah hilalnya terlihat atau tidak. Kalau terlihat, besoknya kita sudah mulai puasa. Kalau tidak, berarti Sya’ban digenapkan 30 hari,” ujarnya saat menghadiri Konferensi Wilayah XIII PW-NU Kalteng di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Sabtu (14/2/2026) sore.
Ia menjelaskan, metode rukyat telah menjadi pedoman NU sejak lama. Penentuan awal Ramadan dilakukan dengan melihat langsung posisi hilal, bukan semata-mata berdasarkan perhitungan astronomi.
Sementara itu, Muhammadiyah lebih dahulu menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Penetapan tersebut menggunakan metode hisab melalui sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Menanggapi potensi perbedaan awal puasa, Yahya menilai hal tersebut bukan persoalan baru di tengah masyarakat.
“Sudah puluhan tahun seperti ini dan tidak ada masalah. Masyarakat sudah terbiasa,” ucapnya.
Ia pun mengajak umat Islam untuk tetap saling menghormati apabila terjadi perbedaan dalam penetapan awal bulan suci Ramadan.
Menurutnya, perbedaan metode merupakan bagian dari dinamika pemikiran Islam yang telah berlangsung lama dan tidak perlu dipersoalkan secara berlebihan.
Selain itu, Yahya yang juga dikenal sebagai mantan juru bicara Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid, menegaskan bahwa NU akan terus hadir di tengah kebutuhan masyarakat serta menyediakan layanan keagamaan yang membawa hikmah dan kemaslahatan umat. (Yz)
Berita Utama
-
Kuasa Hukum Desak Rektor UPR Pulihkan Jabatan Tiga Pejabat FEB Usai Menang di Pengadilan
Kuasa Hukum Desak Rektor UPR Pulihkan Jabatan Tiga Pejabat FEB Usai Menang di Pengadilan
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Kuasa hukum tiga pejabat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Palangka Raya (UPR) mendesak Rektor UPR segera memulihkan . . .
-
Pemprov Kalteng Apresiasi Siloam Clinical Symposium 2026, Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Layanan Kese
Pemprov Kalteng Apresiasi Siloam Clinical Symposium 2026, Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Layanan Kese
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengapresiasi penyelenggaraan Siloam Clinical Symposium 2026 yang digelar Siloam Hospital . . .
-
Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap Buka Posko Pengaduan Kerugian Akibat Pemadaman Listrik
Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap Buka Posko Pengaduan Kerugian Akibat Pemadaman Listrik
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang mengaku mengalami kerugian akibat pemadaman . . .
-
Warga Tumbang Danau Usulkan Air Bersih Pustu dan Jalan Lingkungan
Warga Tumbang Danau Usulkan Air Bersih Pustu dan Jalan Lingkungan
KUALA KURUN - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Iceu Purnamasari melaksanakan reses perorangan di Desa Tumbang Danau, Kecamatan . . .
-
Sapma Pemuda Pancasila Kalteng Sabet Juara 1 Kuda Tuli Cup 2026
Sapma Pemuda Pancasila Kalteng Sabet Juara 1 Kuda Tuli Cup 2026
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM— Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil keluar sebagai juara pertama dalam . . .

















