Pertamina Naikkan Harga Pertamax di Kalteng Jadi Rp16.950 per Liter, BBM Lain Tetap

Potret kalteng 10 Jun 2026, 08:42:14 WIB PEMPROV KALTENG
Pertamina Naikkan Harga Pertamax di Kalteng Jadi Rp16.950 per Liter, BBM Lain Tetap

Keterangan Gambar : Ilustrasi





Baca Lainnya :

PALANGKA RAYA,  POTRETKALTENG.COM  — PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) per Rabu, 10 Juni 2026. Untuk wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), harga Pertamax mengalami kenaikan sebesar Rp4.050, dari semula Rp12.900 menjadi Rp16.950 per liter.


Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa penyesuaian harga ini dilakukan guna mengikuti tren harga minyak mentah dunia serta fluktuasi nilai tukar rupiah. 


Perbedaan nominal harga di Kalteng dibanding wilayah Jawa disebabkan oleh faktor Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang berlaku di daerah setempat.


Penyesuaian ini berlaku serentak mulai 10 Juni 2026 pukul 00.00 waktu setempat, termasuk untuk seluruh SPBU di wilayah Kalimantan Tengah.


Berbeda dengan Pertamax, Pertamina memastikan bahwa harga untuk jenis BBM lainnya baik yang bersubsidi maupun nonsubsidi di wilayah Kalimantan Tengah tidak mengalami perubahan atau tetap.


Berikut adalah rincian perbandingan harga BBM Pertamina per 10 Juni 2026 khusus untuk wilayah Kalimantan Tengah:


Jenis BBM Harga Lama (per Liter) Harga Baru (per Liter)

- Pertamax (RON 92) Rp12.900Rp16.950 Naik Rp4.050


- Pertalite (RON 90) Rp10.000 Rp10.000 Tetap


- Pertamax Turbo Rp14.750 Rp14.750 Tetap


- Dexlite Rp13.250 Rp13.250 Tetap


- Pertamina Dex Rp13.850 Rp13.850 Tetap


- Biosolar (Subsidi) Rp6.800 Rp6.800 Tetap


Kenaikan harga Pertamax yang menyentuh angka hampir 17 ribu rupiah ini langsung mendapat respons dari warga di Palangka Raya. Banyak dari mereka yang mengeluhkan selisih kenaikan yang dinilai cukup besar.


"Naiknya langsung empat ribu rupiah, jelas kaget. Untuk operasional kerja sehari-hari pakai motor pasti pengeluaran bulanan bakal membengkak," keluh Rian (29), salah seorang warga Jalan G. Obos, Palangka Raya.


Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying) karena stok di terminal BBM dalam posisi yang sangat mencukupi.


RT







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment