- WFH ASN Kalteng Resmi Jalan, Pemprov Tekan Biaya dan Pangkas Energi
- Pj Sekda Kalteng Tegaskan Selama WFH Kinerja ASN Tidak Boleh Ikut Libur
- Expo Kapuas 2026 Resmi Dibuka, Dorong Promosi UMKM dan Investasi
- Tim Resmob Polres Kapuas Amankan Terduga Pencuri HP Milik PNS di Kapuas Barat
- DPRD Barut Dorong Raperda Pengelolaan Persampahan, Hj. Netty : Sampah Berat Jadi Atensi Khusus
- Ritual Adat Banama Hai dan Ngarunya Meriahkan Hari Jadi Kota Kuala Kapuas ke-220
- Gejolak Harga Pasar Mulai Tercium, Pemprov Kalteng Pastikan Stok Pangan Aman
- Pedagang dan Pelaku UMKM Mengeluh, Harga Plastik Naik Drastis dalam Beberapa Hari Terakhir
- Pj Sekda Kalteng Pimpin Apel Perdana, Tekankan Disiplin dan Etika ASN
- Rakor Inflasi, Mendagri Ingatkan Ancaman Pangan dan Dampak Konflik Global
PKS Kalteng Siap Rebut Dominasi Partai Penguasa, Dikki : Saya Yakin Masyarakat Sudah Cerdas Memilih.
Tim Redaksi

Keterangan Gambar : Dikki Akhmar (pojok kanan) saat bersantai dan bersenda gurau di sela acara bersama pengurus PKS se-Kalteng pada Minggu, 30 Juli 2023 kemarin. (Istimewa)
potretkalteng.com - PALANGKA RAYA - Situasi politik di Kalimantan Tengah (Kalteng) beberapa waktu ini terlihat mulai memanas. Bagaimana tidak, Partai Keadilan Sejahtera atau PKS mulai mengambil langkah serius dengan mencoba merebut dominasi partai penguasa yang ada.
Konsolidasi akbar yang digelar pada Sabtu-Minggu, 29-30 Juli 2023 kemarin memberikan sinyal bahwa PKS sudah siap untuk menghadapi kontestasi politik di pemilu 2024 mendatang, tentunya dengan konsep dan strategi yang lebih fresh dan matang.
Baca Lainnya :
- Wakili kalteng Talitha Tyona Agatha Terpilih Sebagai Miss Teeneger Kalteng 20230
- Berhasil Kendalikan Inflasi Daerah, Pemprov Kalteng Akan Terima Insentif Fiskal dari Pemerintah Pusa0
- Wujudkan Indonesia Emas Tahun 2045, Pemprov Kalteng Deklarasikan Gereja Ramah Anak0
- Badan Kesbangpol Provinsi Kalteng Gelar Rapat Finalisasi Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih0
- Kepala Bappedalitbang Kalteng Buka Sidang Pleno III TKPSDA Wilayah Sungai Mentaya-Katingan 0
Sirajul Rahman, Ketua DPW PKS Kalteng dalam sambutannya menyampaikan jika acara 'Commander's Call' yang dilaksanakan di Kota Palangka Raya ini merupakan bagian dari koordinasi dan komunikasi partai politik guna merumuskan konsep dan arah pergerakan partai ke depannya.
"Kita berkumpul disini salah satunya untuk memperkuat pengaruh kita di setiap daerah. Koordinasi dan komunikasi terus kita lakukan untuk mengoptimalkan potensi-potensi kemenangan di setiap daerah yang ada," ujar Sirajul menjelaskan.
Ia menegaskan jika PKS sendiri sudah siap untuk berebut simpati dan pengaruh dengan partai politik lain di 13 kabupaten dan 1 kota yang ada. "Harapan kita adalah setiap daerah ada perwakilan dari partai PKS, dan kita berusaha untuk saling melengkapi," lanjutnya.
Disisi lain, Dikki Akhmar yang merupakan caleg DPR RI nomor urut 1 dari partai PKS dapil Kalteng menyampaikan jika dirinya yakin jika tingkat kesadaran masyarakat akan politik yang bersih dan sehat mulai meningkat seiring dengan pendidikan masyarakat yang membaik.
"Saya yakin masyarakat kita saat ini sudah cerdas dalam memilih. Politik uang itu bukan solusi kalau kita ingin perubahan. Kalau kita selalu memilih karena ada uangnya, sama saja kita menjual diri kita. Wajar, nanti banyak aturan yang merugikan kita," pungkas Dikki Akhmar.
Ia melanjutkan jika pemerintahan yang baik berawal dari sistem pemilihan yang baik pula. Jika sistem pemilihan memiliki cacat dalam prosesnya, maka tidak menutup kemungkinan akan menghasilkan pemerintahan yang bermasalah ke depannya.
"Kenapa korupsi tidak bisa hilang? Karena mayoritas pejabat itu lahir dari rahim politik uang. Mental masyarakat yang memilih karena faktor uang, justru melahirkan pejabat-pejabat yang berorientasi pada keuntungan pribadi dan bukan kepentingan rakyat," lanjut Dikki Akhmar.
Sehingga menurut Dikki Akhmar, solusi untuk menghadapi 'budaya kotor' dalam sistem pemilu di Indonesia adalah dengan menyudahi praktek money politic yang sudah mengakar. Meskipun lanjutnya hal itu sulit dilakukan tanpa adanya kesadaran kolektif yang terbentuk di masyarakat.
"Tidak semua caleg atau pejabat itu jelek, pasti ada dari mereka yang punya niat tulus untuk mengabdi pada masyarakat. Tapi mereka sering kali terhalang oleh masalah dana dan tuntutan politik uang di masyarakat. Maka ayo kita beri mereka kesempatan, agar mereka juga bisa membangun daerahnya menjadi lebih baik," tutup Dikki Akhmar.
Reporter: Aris Kurnia Hikmawan
Berita Utama
-
DPRD Barut Dorong Raperda Pengelolaan Persampahan, Hj. Netty : Sampah Berat Jadi Atensi Khusus
DPRD Barut Dorong Raperda Pengelolaan Persampahan, Hj. Netty : Sampah Berat Jadi Atensi Khusus
MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara mulai menseriusi regulasi terkait penanganan limbah di wilayah setempat. . . .
-
Tim Resmob Polres Kapuas Amankan Terduga Pencuri HP Milik PNS di Kapuas Barat
Tim Resmob Polres Kapuas Amankan Terduga Pencuri HP Milik PNS di Kapuas Barat
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Tim Resmob Satreskrim Polres Kapuas bersama Polsek Kapuas Barat, dengan dukungan Subdit III Jatanras Polda Kalteng dan Intelmob Polda . . .
-
Expo Kapuas 2026 Resmi Dibuka, Dorong Promosi UMKM dan Investasi
Expo Kapuas 2026 Resmi Dibuka, Dorong Promosi UMKM dan Investasi
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pembukaan Expo Kapuas 2026 di kawasan Stadion Panunjung Tarung, Jalan Maluku, berlangsung meriah dan penuh antusias masyarakat, Senin . . .
-
Pj Sekda Kalteng Tegaskan Selama WFH Kinerja ASN Tidak Boleh Ikut Libur
Pj Sekda Kalteng Tegaskan Selama WFH Kinerja ASN Tidak Boleh Ikut Libur
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Kebijakan Work From Home (WFH) mulai dijalankan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Namun, di balik fleksibilitas . . .
-
WFH ASN Kalteng Resmi Jalan, Pemprov Tekan Biaya dan Pangkas Energi
WFH ASN Kalteng Resmi Jalan, Pemprov Tekan Biaya dan Pangkas Energi
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai menerapkan pola kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui kombinasi Work . . .

















