- Momentum Tahun Baru Islam 1448 H, Ketua MPC Pemuda Pancasila Palangka Raya Ajak Masyarakat Perkuat S
- Tahun Baru Islam 1448 H, Ketua NasDem Barito Utara Hj. Nety Herawati Ajak Warga Berhijrah Menuju Keb
- Dinas PUPR Kalteng Kebut Perbaikan Jalan Palangka Raya–Kuala Kurun Demi Kenyamanan Warga
- Gubernur Agustiar Sabran Lepas Kontingen Pesparawi Kalteng ke Ajang Nasional di Manokwari
- Wagub Kalteng Buka Musda VIII AMPI, Dorong Pemuda Jadi Motor Perubahan dan Pembangunan Daerah
- Wabup Kapuas Pantau Harga Sembako di Pasar Blok R, Daya Beli Masyarakat Dinilai Masih Stabil
- Ketua TP PKK Kapuas Ikuti Edukasi Literasi Keuangan Nasional Bersama OJK
- Tim Pendukung Prof Uras Tantulo Pertanyakan Hasil Verifikasi Bakal Calon Rektor UPR, Siapkan Langkah
- Suriansyah Halim, S.H.,M.H. : Pahami Aturan Main Penyegelan Objek Sengketa Agar Tak Berujung Pidana
- Ramaikan Sapma PP Kalteng Domino Cup, Walikota dan Ketua DPRD Ikut Main Bareng Pemuda
TBBR Kalteng Soroti Juara Karnaval FBIM yang Dinilai Tak Mewakili Budaya Lokal

Keterangan Gambar : Foto bersama Anggota TBBR
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) kembali digelar sebagai bagian dari perayaan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Tengah. Festival ini seharusnya menjadi wadah untuk menampilkan dan melestarikan budaya lokal, khususnya adat dan tradisi suku Dayak sebagai identitas utama Kalimantan Tengah.
Namun, pelaksanaan karnaval budaya dalam rangkaian FBIM tahun ini menuai kritik tajam. Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Kalimantan Tengah menyoroti keputusan panitia yang menetapkan kebudayaan luar sebagai juara umum, alih-alih budaya Dayak.
Baca Lainnya :
- Eksis Kembali, TBBR Kalteng Ikut Andil Meriahkan Festival FBIM Serta Upacara Hari Jadi Kalteng Ke-680
- Antisipasi Karhutla, PT NAL dan Warga Desa Beruta Bentuk Masyarakat Peduli Api0
- Bupati Gumas Serahkan SK CPNS dan Beri Pesan untuk Para Peserta CPNS0
- Dukung Penurunan Stunting, Polres Kapuas Gelar Gebyar Posyandu Presisi 20250
- Penemuan Mayat Operator Pompa di Perkebunan Sawit PT. Global Agung Lestari, Diduga Tenggelam0
Ketua DPD TBBR Kabupaten Katingan, Ellie U. Sujad, menyayangkan hasil penilaian tersebut. Ia menilai keputusan itu berpotensi memadamkan semangat pelestarian budaya lokal yang selama ini diperjuangkan banyak pihak.
“Festival Budaya Isen Mulang itu seharusnya jadi ajang menggali, memelihara, dan melestarikan budaya Dayak. Kalau seperti ini, lebih baik diganti saja namanya jadi ‘Festival Budaya Umum’,” kritik Ellie.
Menurutnya, keikutsertaan budaya luar bukanlah masalah selama mereka hanya berperan sebagai partisipan, bukan peserta yang dinilai. “Bukan kita fanatik, tapi harus tahu tempat dan konteks. Ini kan ajang khusus budaya Dayak. Kalau budaya luar ikut, cukup untuk memeriahkan saja, bukan jadi juara,” tegasnya.
Ketua DPW TBBR Kalteng, Agusta Rachman, S.T., turut angkat bicara. Ia menekankan bahwa kegiatan bertema budaya Dayak seharusnya memiliki konsistensi antara nama, tujuan, dan hasil kegiatan.
“Pemerintah daerah semestinya peka. Karnaval ini mengusung nama Isen Mulang, yang secara makna mengarah pada kebudayaan lokal. Jika juaranya justru bukan budaya lokal, itu menunjukkan ada kesenjangan dan kekeliruan dalam pelaksanaannya,” ujar Agusta.
Ia menambahkan bahwa ini bukan masalah sentimen semata, melainkan persoalan prinsip. “Ini bukan soal perasaan, tapi soal identitas. Kalau pemerintah daerah terus seperti ini, kita perlahan kalah dalam mempertahankan budaya kita sendiri,” tambahnya.
Urbanus, Ketua DPD TBBR Kabupaten Gunung Mas, menyampaikan pendapat serupa. Ia menilai FBIM sebagai kegiatan yang sakral dan seharusnya menjadi ruang khusus untuk menampilkan keunikan budaya Dayak.
“Festival ini bertujuan mengangkat dan melestarikan budaya lokal. Kalau yang ditonjolkan budaya luar, lalu di mana letak penghargaan kita terhadap warisan leluhur?” katanya.
Sekretaris TBBR Kalteng, Daniel Olan, juga mengingatkan agar kejadian seperti ini tidak menjadi hal yang dibiasakan. Ia menyebut bahwa upaya menghargai budaya lain jangan sampai mengorbankan semangat menjaga budaya sendiri.
“Kita khawatir akan ada pembenaran terhadap akulturasi yang berlebihan. Budaya luar boleh hadir, tapi bukan untuk mengaburkan jati diri kita. Pemerintah dan panitia harus lebih selektif dan bijak dalam menentukan konsep dan arah acara,” pungkas Daniel.
TBBR berharap kritik ini dapat menjadi masukan konstruktif bagi pemerintah daerah dan panitia pelaksana. Ke depan, mereka berharap kegiatan seperti FBIM benar-benar menjadi ruang sakral yang konsisten dalam mengangkat budaya Dayak sebagai identitas utama Kalimantan Tengah.
RH
Berita Utama
-
Tim Pendukung Prof Uras Tantulo Pertanyakan Hasil Verifikasi Bakal Calon Rektor UPR, Siapkan Langkah
Tim Pendukung Prof Uras Tantulo Pertanyakan Hasil Verifikasi Bakal Calon Rektor UPR, Siapkan Langkah
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM - Tim Pendukung Prof. Dr. Ir. Uras Tantulo, M.Sc. menggelar konferensi pers terkait proses verifikasi bakal calon Rektor Universitas . . .
-
Ketua TP PKK Kapuas Ikuti Edukasi Literasi Keuangan Nasional Bersama OJK
Ketua TP PKK Kapuas Ikuti Edukasi Literasi Keuangan Nasional Bersama OJK
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas, Hj. Siti Saniah Wiyatno, mengikuti kegiatan edukasi literasi keuangan nasional yang . . .
-
Wabup Kapuas Pantau Harga Sembako di Pasar Blok R, Daya Beli Masyarakat Dinilai Masih Stabil
Wabup Kapuas Pantau Harga Sembako di Pasar Blok R, Daya Beli Masyarakat Dinilai Masih Stabil
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM– Wakil Bupati Kapuas melakukan pemantauan langsung harga kebutuhan pokok di Pasar Blok R Kuala Kapuas guna memastikan ketersediaan dan . . .
-
Dinas PUPR Kalteng Kebut Perbaikan Jalan Palangka Raya–Kuala Kurun Demi Kenyamanan Warga
Dinas PUPR Kalteng Kebut Perbaikan Jalan Palangka Raya–Kuala Kurun Demi Kenyamanan Warga
PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memacu proyek perbaikan ruas jalan penghubung . . .
-
Wagub Kalteng Buka Musda VIII AMPI, Dorong Pemuda Jadi Motor Perubahan dan Pembangunan Daerah
Wagub Kalteng Buka Musda VIII AMPI, Dorong Pemuda Jadi Motor Perubahan dan Pembangunan Daerah
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo membuka secara resmi Musyawarah Daerah (Musda) VIII AMPI Provinsi Kalimantan . . .

















