- Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap Buka Posko Pengaduan Kerugian Akibat Pemadaman Listrik
- Pemprov Kalteng Apresiasi Siloam Clinical Symposium 2026, Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Layanan Kese
- Kuasa Hukum Desak Rektor UPR Pulihkan Jabatan Tiga Pejabat FEB Usai Menang di Pengadilan
- Panduan Memilih Maklon Parfum yang Mendukung Legalitas BPOM
- SMSI Kalimantan Tengah - Disdik Kalteng, Siap Kawal Kemajuan Pendidikan
- SMSI Kalteng dan KPP Pratama Palangka Raya Perkuat Sinergi, Dorong Literasi Pajak dan Pemetaan Poten
- Menko Polkam RI Kunjungi Kapuas, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Hadapi Isu Strategis
- Hadapi Ancaman Karhutla, Gubernur Agustiar Dorong Penanganan Terpadu Bersama BNPB
- Sapma Pemuda Pancasila Kalteng Sabet Juara 1 Kuda Tuli Cup 2026
- Warga Tumbang Danau Usulkan Air Bersih Pustu dan Jalan Lingkungan
Museum Balanga Gelar Ritual Mamapas Manyadingen Ramu untuk Pelestarian Koleksi Budaya

Keterangan Gambar : Basir melaksanakan ritual Mamapas Manyadingen Ramu
PALANGKARAYA,
POTRETKALTENG.com – Sebagai bagian dari upaya pelestarian kebudayaan, Museum Balanga Kalimantan Tengah kembali menggelar Ritual Mamapas Manyadingen Ramu, yang berlangsung pada Sabtu, 23 November 2024. Kegiatan yang telah menjadi tradisi tahunan selama 15 tahun ini diadakan di Gedung Perpustakaan UPT Museum Balanga dan dilanjutkan dengan serangkaian acara di Gedung Ruang Pamer Etnografi, Ruang Pamer Tjilik Riwut, serta Gudang Penyimpanan Koleksi.
Baca Lainnya :
- Curah Hujan Tinggi, Desa Bajuh Dan Merapit Kembali Direndam Banjir 0
- Kunjungan Menteri Pertanian ke Kecamatan Dadahup Dorong Swasembada Pangan Nasional0
- Kepala BKD Kalteng: Jalan Sehat Kalteng Berkah Tingkatkan Kebersamaan dan Kesehatan Masyarakat0
- Kadisbudpar Kalteng Harapkan Budaya dan Pariwisata Lebih Berkembang Usai Pengucapan Sumpah Jabatan P0
- BPSDM Kalteng dan LAN RI Gelar Rapat Persiapan PKN Klasikal Tahap III0
Ritual Mamapas Manyadingen Ramu terdiri dari tiga hari kegiatan yang dimulai dengan Mamapas Ramu dan Manarung Sahur Parapah pada hari pertama. Pada hari kedua, dilaksanakan kegiatan pemotongan hewan kurban, menyucikan koleksi museum (Manyadingen Ramu), serta ritual Marawei Sahur dan Ngarunya Sahur. Kegiatan ditutup pada hari ketiga dengan penanaman kepala hewan kurban dan Pabuli Sangiang. Ritual ini dipimpin oleh tujuh Basir (rohaniawan) Hindu Kaharingan yang bertugas memimpin upacara keagamaan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, Adiah Chandra Sari, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa tujuan utama dari ritual ini adalah untuk membersihkan dan menyucikan benda-benda koleksi Museum Balanga yang memiliki nilai magis dan sakral bagi masyarakat Dayak. Koleksi-koleksi tersebut, seperti mandau, tombak, balanga, dan berbagai benda budaya lainnya, dianggap memiliki kekuatan spiritual yang perlu dijaga agar tidak memberikan pengaruh buruk kepada pengunjung museum.
“Melalui kegiatan Ritual Mamapas Manyadingen Ramu ini, kami berharap tidak hanya benda-benda koleksi yang disucikan, tetapi juga pengunjung dan pegawai museum dapat terhindar dari pengaruh hal-hal mistis. Museum Balanga sebagai destinasi wisata edukasi harus memberikan pengalaman terbaik bagi setiap pengunjungnya,” kata Adiah.
Adiah juga menekankan bahwa ritual ini merupakan bagian dari pelestarian kebudayaan yang sejalan dengan amanah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Ritual-ritual seperti ini sangat penting untuk dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang, agar nilai-nilai budaya dan tradisi masyarakat Dayak Kalimantan Tengah tetap hidup.
“Pelaksanaan ritual ini adalah salah satu bentuk kontribusi pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam mendukung pelestarian budaya, meningkatkan literasi budaya, dan memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas,” tambah Adiah.
Kegiatan Ritual Mamapas Manyadingen Ramu diharapkan tidak hanya memperkuat nilai-nilai spiritual dan budaya masyarakat Dayak, tetapi juga semakin memperkenalkan Museum Balanga sebagai pusat pelestarian dan edukasi kebudayaan di Kalimantan Tengah. Melalui kegiatan ini, diharapkan lebih banyak orang, baik dari dalam maupun luar daerah, dapat mengapresiasi kekayaan budaya yang dimiliki oleh Kalimantan Tengah dan menjadikannya sebagai warisan yang berharga untuk masa depan.(yin)
mmc kalteng
Berita Utama
-
Kuasa Hukum Desak Rektor UPR Pulihkan Jabatan Tiga Pejabat FEB Usai Menang di Pengadilan
Kuasa Hukum Desak Rektor UPR Pulihkan Jabatan Tiga Pejabat FEB Usai Menang di Pengadilan
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Kuasa hukum tiga pejabat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Palangka Raya (UPR) mendesak Rektor UPR segera memulihkan . . .
-
Pemprov Kalteng Apresiasi Siloam Clinical Symposium 2026, Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Layanan Kese
Pemprov Kalteng Apresiasi Siloam Clinical Symposium 2026, Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Layanan Kese
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengapresiasi penyelenggaraan Siloam Clinical Symposium 2026 yang digelar Siloam Hospital . . .
-
Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap Buka Posko Pengaduan Kerugian Akibat Pemadaman Listrik
Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap Buka Posko Pengaduan Kerugian Akibat Pemadaman Listrik
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang mengaku mengalami kerugian akibat pemadaman . . .
-
Warga Tumbang Danau Usulkan Air Bersih Pustu dan Jalan Lingkungan
Warga Tumbang Danau Usulkan Air Bersih Pustu dan Jalan Lingkungan
KUALA KURUN - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Iceu Purnamasari melaksanakan reses perorangan di Desa Tumbang Danau, Kecamatan . . .
-
Sapma Pemuda Pancasila Kalteng Sabet Juara 1 Kuda Tuli Cup 2026
Sapma Pemuda Pancasila Kalteng Sabet Juara 1 Kuda Tuli Cup 2026
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM— Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil keluar sebagai juara pertama dalam . . .

















