- Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap Buka Posko Pengaduan Kerugian Akibat Pemadaman Listrik
- Pemprov Kalteng Apresiasi Siloam Clinical Symposium 2026, Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Layanan Kese
- Kuasa Hukum Desak Rektor UPR Pulihkan Jabatan Tiga Pejabat FEB Usai Menang di Pengadilan
- Panduan Memilih Maklon Parfum yang Mendukung Legalitas BPOM
- SMSI Kalimantan Tengah - Disdik Kalteng, Siap Kawal Kemajuan Pendidikan
- SMSI Kalteng dan KPP Pratama Palangka Raya Perkuat Sinergi, Dorong Literasi Pajak dan Pemetaan Poten
- Menko Polkam RI Kunjungi Kapuas, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Hadapi Isu Strategis
- Hadapi Ancaman Karhutla, Gubernur Agustiar Dorong Penanganan Terpadu Bersama BNPB
- Sapma Pemuda Pancasila Kalteng Sabet Juara 1 Kuda Tuli Cup 2026
- Warga Tumbang Danau Usulkan Air Bersih Pustu dan Jalan Lingkungan
Pemkab Barsel Bentuk Satgas PETI, Upaya Cari Solusi bagi Penambang Emas Konvensional

Keterangan Gambar : Bupati Barsel Eddy Raya pimpin rapat pembentukan Satgas PETI di Buntok.
POTRETKALTENG.COM, BUNTOK – Untuk mencari solusi bagi masyarakat yang melakukan penambangan emas secara konvensional di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Baca Lainnya :
- HAFECS Gelar Pelatihan Koding dan AI di Barsel, Tingkatkan Kompetensi Guru di Era Digital0
- PT. MUTU Dukung Dunia Olahraga, Jadi Sponsor Kejurprov Grasstrak Bupati 0
- Mediasi Kedua, PT. BPM Siap Bayar Tali Asih kepada Warga GBA0
- Pemkab Katingan Bentuk Satgas Percepatan Program MBG0
- Pendidikan Gratis dan Inklusif Jadi Prioritas Pemkab Katingan0
Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Barito Selatan, Eddy Raya Samsuri, di Kantor Bupati Barsel, Senin (27/10/2025). Rapat diikuti oleh sejumlah unsur Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) seperti Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Bapenda, BPBD, serta Forkopimda Barsel.
Dalam keterangannya, Eddy Raya menjelaskan bahwa pemerintah daerah ingin agar aktivitas PETI di empat kecamatan — Dusun Utara, Dusun Selatan, Karau Kuala, dan Dusun Hilir — dapat dikelola dengan baik dan lebih bertanggung jawab.
“Secara hukum, kegiatan PETI memang ilegal dan bisa ditindak aparat. Namun, karena menyangkut ekonomi masyarakat, kami memilih pendekatan persuasif agar mereka tetap bisa bekerja tanpa merusak lingkungan,” ujar Eddy Raya.
Ia menegaskan, pembentukan Satgas ini bertujuan untuk melindungi lingkungan sekaligus menjaga keseimbangan antara keberlanjutan ekonomi masyarakat dan kelestarian alam.
“Kami ingin melindungi sumber air, ikan, dan sungai kita agar tidak rusak akibat aktivitas penambangan. Satgas nanti akan bekerja mencari solusi terbaik agar masyarakat tetap bisa beraktivitas secara aman dan ramah lingkungan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Eddy menuturkan bahwa langkah ini juga sejalan dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap penambangan rakyat melalui pembinaan dan regulasi yang tepat. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah mengarahkan para penambang untuk bergabung dalam Koperasi Merah Putih, agar kegiatan mereka bisa lebih tertata.
“Kita akan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar para penambang bisa dibina melalui koperasi, sehingga kegiatan mereka legal dan tidak merusak lingkungan,” ujarnya.
Dari data yang dihimpun POTRETKALTENG.COM, tercatat puluhan lanting sedot digunakan masyarakat untuk menambang di DAS Barito, tersebar di empat kecamatan tersebut. Maraknya aktivitas PETI diduga dipicu oleh penurunan ekonomi masyarakat akibat anjloknya harga komoditas lokal seperti karet dan rotan, sementara harga kebutuhan pokok terus meningkat.
Di sisi lain, tingginya harga emas yang kini mencapai Rp2,2 hingga Rp2,3 juta per gram turut mendorong meningkatnya minat masyarakat terhadap penambangan emas konvensional di wilayah Barito Selatan.(KY)
Berita Utama
-
Kuasa Hukum Desak Rektor UPR Pulihkan Jabatan Tiga Pejabat FEB Usai Menang di Pengadilan
Kuasa Hukum Desak Rektor UPR Pulihkan Jabatan Tiga Pejabat FEB Usai Menang di Pengadilan
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Kuasa hukum tiga pejabat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Palangka Raya (UPR) mendesak Rektor UPR segera memulihkan . . .
-
Pemprov Kalteng Apresiasi Siloam Clinical Symposium 2026, Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Layanan Kese
Pemprov Kalteng Apresiasi Siloam Clinical Symposium 2026, Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Layanan Kese
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengapresiasi penyelenggaraan Siloam Clinical Symposium 2026 yang digelar Siloam Hospital . . .
-
Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap Buka Posko Pengaduan Kerugian Akibat Pemadaman Listrik
Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap Buka Posko Pengaduan Kerugian Akibat Pemadaman Listrik
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang mengaku mengalami kerugian akibat pemadaman . . .
-
Warga Tumbang Danau Usulkan Air Bersih Pustu dan Jalan Lingkungan
Warga Tumbang Danau Usulkan Air Bersih Pustu dan Jalan Lingkungan
KUALA KURUN - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Iceu Purnamasari melaksanakan reses perorangan di Desa Tumbang Danau, Kecamatan . . .
-
Sapma Pemuda Pancasila Kalteng Sabet Juara 1 Kuda Tuli Cup 2026
Sapma Pemuda Pancasila Kalteng Sabet Juara 1 Kuda Tuli Cup 2026
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM— Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil keluar sebagai juara pertama dalam . . .

















