- Kasus TBC Belum Terkendali, Dinkes Kalteng Gelar Kompetensi Nakes
- Tindak Lanjut Aksi Mahasiswa, Ketua DPRD Kalteng Koordinasi Intensif dengan Pangdam dan Kapolda
- Rencana Gubernur Rekrut Mahasiswa Jadi Stafsus, HMI UPR: Harus Transparan dan Berbasis Kapasitas
- WFH ASN Kalteng Resmi Jalan, Pemprov Tekan Biaya dan Pangkas Energi
- Pj Sekda Kalteng Tegaskan Selama WFH Kinerja ASN Tidak Boleh Ikut Libur
- Expo Kapuas 2026 Resmi Dibuka, Dorong Promosi UMKM dan Investasi
- Tim Resmob Polres Kapuas Amankan Terduga Pencuri HP Milik PNS di Kapuas Barat
- DPRD Barut Dorong Raperda Pengelolaan Persampahan, Hj. Netty : Sampah Berat Jadi Atensi Khusus
- Ritual Adat Banama Hai dan Ngarunya Meriahkan Hari Jadi Kota Kuala Kapuas ke-220
- Gejolak Harga Pasar Mulai Tercium, Pemprov Kalteng Pastikan Stok Pangan Aman
Pemkab Barsel Bentuk Satgas PETI, Upaya Cari Solusi bagi Penambang Emas Konvensional

Keterangan Gambar : Bupati Barsel Eddy Raya pimpin rapat pembentukan Satgas PETI di Buntok.
POTRETKALTENG.COM, BUNTOK – Untuk mencari solusi bagi masyarakat yang melakukan penambangan emas secara konvensional di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Baca Lainnya :
- HAFECS Gelar Pelatihan Koding dan AI di Barsel, Tingkatkan Kompetensi Guru di Era Digital0
- PT. MUTU Dukung Dunia Olahraga, Jadi Sponsor Kejurprov Grasstrak Bupati 0
- Mediasi Kedua, PT. BPM Siap Bayar Tali Asih kepada Warga GBA0
- Pemkab Katingan Bentuk Satgas Percepatan Program MBG0
- Pendidikan Gratis dan Inklusif Jadi Prioritas Pemkab Katingan0
Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Barito Selatan, Eddy Raya Samsuri, di Kantor Bupati Barsel, Senin (27/10/2025). Rapat diikuti oleh sejumlah unsur Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) seperti Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Bapenda, BPBD, serta Forkopimda Barsel.
Dalam keterangannya, Eddy Raya menjelaskan bahwa pemerintah daerah ingin agar aktivitas PETI di empat kecamatan — Dusun Utara, Dusun Selatan, Karau Kuala, dan Dusun Hilir — dapat dikelola dengan baik dan lebih bertanggung jawab.
“Secara hukum, kegiatan PETI memang ilegal dan bisa ditindak aparat. Namun, karena menyangkut ekonomi masyarakat, kami memilih pendekatan persuasif agar mereka tetap bisa bekerja tanpa merusak lingkungan,” ujar Eddy Raya.
Ia menegaskan, pembentukan Satgas ini bertujuan untuk melindungi lingkungan sekaligus menjaga keseimbangan antara keberlanjutan ekonomi masyarakat dan kelestarian alam.
“Kami ingin melindungi sumber air, ikan, dan sungai kita agar tidak rusak akibat aktivitas penambangan. Satgas nanti akan bekerja mencari solusi terbaik agar masyarakat tetap bisa beraktivitas secara aman dan ramah lingkungan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Eddy menuturkan bahwa langkah ini juga sejalan dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap penambangan rakyat melalui pembinaan dan regulasi yang tepat. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah mengarahkan para penambang untuk bergabung dalam Koperasi Merah Putih, agar kegiatan mereka bisa lebih tertata.
“Kita akan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar para penambang bisa dibina melalui koperasi, sehingga kegiatan mereka legal dan tidak merusak lingkungan,” ujarnya.
Dari data yang dihimpun POTRETKALTENG.COM, tercatat puluhan lanting sedot digunakan masyarakat untuk menambang di DAS Barito, tersebar di empat kecamatan tersebut. Maraknya aktivitas PETI diduga dipicu oleh penurunan ekonomi masyarakat akibat anjloknya harga komoditas lokal seperti karet dan rotan, sementara harga kebutuhan pokok terus meningkat.
Di sisi lain, tingginya harga emas yang kini mencapai Rp2,2 hingga Rp2,3 juta per gram turut mendorong meningkatnya minat masyarakat terhadap penambangan emas konvensional di wilayah Barito Selatan.(KY)
Berita Utama
-
Rencana Gubernur Rekrut Mahasiswa Jadi Stafsus, HMI UPR: Harus Transparan dan Berbasis Kapasitas
Rencana Gubernur Rekrut Mahasiswa Jadi Stafsus, HMI UPR: Harus Transparan dan Berbasis Kapasitas
PALANGKA RAYA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) berencana merekrut sekitar 17 hingga 25 mahasiswa untuk menjadi staf khusus (stafsus) gubernur. . . .
-
DPRD Barut Dorong Raperda Pengelolaan Persampahan, Hj. Netty : Sampah Berat Jadi Atensi Khusus
DPRD Barut Dorong Raperda Pengelolaan Persampahan, Hj. Netty : Sampah Berat Jadi Atensi Khusus
MUARA TEWEH, POTRETKALTENG.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara mulai menseriusi regulasi terkait penanganan limbah di wilayah setempat. . . .
-
Tim Resmob Polres Kapuas Amankan Terduga Pencuri HP Milik PNS di Kapuas Barat
Tim Resmob Polres Kapuas Amankan Terduga Pencuri HP Milik PNS di Kapuas Barat
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Tim Resmob Satreskrim Polres Kapuas bersama Polsek Kapuas Barat, dengan dukungan Subdit III Jatanras Polda Kalteng dan Intelmob Polda . . .
-
Expo Kapuas 2026 Resmi Dibuka, Dorong Promosi UMKM dan Investasi
Expo Kapuas 2026 Resmi Dibuka, Dorong Promosi UMKM dan Investasi
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Pembukaan Expo Kapuas 2026 di kawasan Stadion Panunjung Tarung, Jalan Maluku, berlangsung meriah dan penuh antusias masyarakat, Senin . . .
-
Pj Sekda Kalteng Tegaskan Selama WFH Kinerja ASN Tidak Boleh Ikut Libur
Pj Sekda Kalteng Tegaskan Selama WFH Kinerja ASN Tidak Boleh Ikut Libur
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Kebijakan Work From Home (WFH) mulai dijalankan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Namun, di balik fleksibilitas . . .

















