- Suriansyah Halim, S.H.,M.H. : Pahami Aturan Main Penyegelan Objek Sengketa Agar Tak Berujung Pidana
- Ramaikan Sapma PP Kalteng Domino Cup, Walikota dan Ketua DPRD Ikut Main Bareng Pemuda
- Walikota dan Ketua DPRD Palangka Raya Dukung UMKM Hidupkan Pasar Datah Manuah
- Wali Kota Fairid Ajak Masyarakat Sukseskan Hari Jadi ke-69 Kota Palangka Raya melalui Kolaborasi
- Walikota dan Ketua DPRD Palangka Raya Hadiri Pembukaan Turnamen Domino Sapma PP Kalteng
- HIPMI Barito Selatan Dukung Penuh Terpilihnya Ade Jona Prasetyo sebagai Ketum BPP
- Pasca Kebakaran, Toko Kopi Bumi Rumahkan Karyawan dan Hentikan Penjualan Daring, Keluhkan Tetap Waji
- Jalan Depan APMS Muara Teweh Banjir Pasca-Penimbunan, Anggota DPRD Barut Angkat Bicara
- Polsek Kapuas Murung Ungkap Pencurian Mesin Traktor, Satu Orang Diamankan
- Bupati Kapuas Tegaskan Komitmen Terapkan Rekam Medis Elektronik dan Perkuat Layanan RSUD
Putusan MK Terhadap Batas Usia CAPRES-CAWAPRES, Bukan Ranah Konstutsional?
PENULIS: KAUTSAR MJ S.H. Calon Praktisi Hukum

Potretkalteng.com - PALANGKA RAYA - OPINI - Dalam tulisan singkat ini saya memulai dengan kalimat "Meskipun hukum merupakan produk keputusan politik tetapi begitu hukum ada, maka semua kegiatan politik harus tunduk pada aturan-aturan hukum". SEYOGYANYA SEPERTI ITU.
Tempo hari Indonesia dikejutkan oleh ketukkan palu Mahkamah Konstitusi (MK) yang telah memeriksa dan mengadili perkara persyaratan dan/atau batas usia minimum calon presiden dan calon wakil presiden Republik Indonesia.
Baca Lainnya :
- Masih Bisa Beroperasi, PT BANK Diduga Gelapkan Pajak Rp 150 M, Fantastis !0
- Larang Bawa Senjata Pusaka Saat Aksi Penyampaian Aspirasi, Gubernur Kalteng : Jaga Marwah Budaya ! 0
- Wagub Kalteng Hadiri Peringatan HUT Karantina Indonesia ke-146 Provinsi Kalteng0
- Dinas ESDM Prov Kalteng dan PT. Adaro Mineral Indonesia Bantu Penanggulangan Karhutla 0
- Asisten Ekbang Sri Widanarni : Pemprov Kalteng Komitmen Dukung Pembentukan KDEKS 0
Putusan MK terhadap Pasal 169 huruf q Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum, khususnya terkait syarat usia calon presiden dan wakil presiden yang bisa menunjukan hukum tunduk terhadap politik, bukan malah sebaliknya.
Menurut kacamata hukum saya, Mahkamah Konstitusi MK tidak mempunyai kewenangan untuk mengganti atau memasukkan norma baru kedalam materi muatan, dalam hal ini membuat aturan mengenai batas usia calon presiden dan calon wakil presiden Republik Indonesia atau persyaratan alternatif yang bersifat teknis lainnya.
Karena sesungguhnya hal itu hanya boleh dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah selaku pemegang peran positive legislator. Dan juga mengenai aturan tersebut merupakan suatu kebijakan hukum terbuka atau open legal policy. Mahkamah Konstitusi yang selaku pemegang peran negative legislator tidak berwenang menambahkan aturan baru itu ke dalam sebuah undang-undang.
Dengan adanya gugatan/permohonan yang dilayangkan ke MK, kemudian MK memeriksa dan mengubah batas minimum usia capres-cawapres, barang tentu konsekuensinya dikhawatirkan pada periode-periode selanjutnya akan ada yang mengusulkan untuk minimum usia capres-cawapres yakni 30 tahun atau 25 tahun atau 20 tahun dan bahkan minimal sudah mempunyai Kartu Tanda Penduduk.
Terkadang putusan pengadilan tidak dapat menyenangkan keinginan semua pihak. Namun bagaimanapun juga ada sebuah istilah yakni Res Judicata Pro Veritate Habetur yang mana berlaku bagi semua pihak.
Suka tidak suka, Sekali lagi menurut pandangan saya, gugatan persyaratan dan/atau batas usia capres-cawapres bukanlah ranah konstitusional. Perubahan ataupun penambahan terhadap persyaratan bagi calon presiden dan wakil presiden tersebut sudah selayaknya dilakukan melalui mekanisme legislative review dengan cara merevisi Undang-Undang tersebut.
Terakhir oleh karena sifat putusan MK final dan mengikat maka semua pihak diharapkan mematuhi dan menghormati nya. Walaupun banyak pihak yang kontra terhadap putusan itu, maka tidak ada alasan untuk menunda pemilu 2024 dan wajib turut serta mengawal mensukseskan pesta demokrasi mendatang.
Berita Utama
-
HIPMI Barito Selatan Dukung Penuh Terpilihnya Ade Jona Prasetyo sebagai Ketum BPP
HIPMI Barito Selatan Dukung Penuh Terpilihnya Ade Jona Prasetyo sebagai Ketum BPP
HIPMI Barito Selatan Dukung Penuh Terpilihnya Ade Jona Prasetyo sebagai Ketum BPPBUNTOK, POTRETKALTENG.COM – Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia . . .
-
Walikota dan Ketua DPRD Palangka Raya Hadiri Pembukaan Turnamen Domino Sapma PP Kalteng
Walikota dan Ketua DPRD Palangka Raya Hadiri Pembukaan Turnamen Domino Sapma PP Kalteng
Foto bersamaWalikota dan Ketua DPRD Palangka Raya Hadiri Pembukaan Turnamen Domino Sapma PP KaltengPALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Walikota Palangka Raya, Fairid . . .
-
Walikota dan Ketua DPRD Palangka Raya Dukung UMKM Hidupkan Pasar Datah Manuah
Walikota dan Ketua DPRD Palangka Raya Dukung UMKM Hidupkan Pasar Datah Manuah
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin, S.E., bersama Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, S.Sos., M.AP., menghadiri pembukaan . . .
-
Wali Kota Fairid Ajak Masyarakat Sukseskan Hari Jadi ke-69 Kota Palangka Raya melalui Kolaborasi
Wali Kota Fairid Ajak Masyarakat Sukseskan Hari Jadi ke-69 Kota Palangka Raya melalui Kolaborasi
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Kota Palangka Raya menggelar silaturahmi bersama media dan insan pers sekaligus menyampaikan rangkaian kegiatan Hari Jadi . . .
-
Ramaikan Sapma PP Kalteng Domino Cup, Walikota dan Ketua DPRD Ikut Main Bareng Pemuda
Ramaikan Sapma PP Kalteng Domino Cup, Walikota dan Ketua DPRD Ikut Main Bareng Pemuda
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Walikota Palangka Raya, Fairid Naparin, S.E., bersama Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, S.Sos., M.AP., menghadiri pembukaan . . .










.jpg)






