BPBPK Kalteng Gelar Rakor Perencanaan Penanggulangan Bencana Daerah Se-Kalteng

potret kalteng 04 Nov 2024, 14:26:38 WIB PEMPROV KALTENG
BPBPK Kalteng Gelar Rakor Perencanaan Penanggulangan Bencana Daerah Se-Kalteng

Keterangan Gambar : Ahmad Toyib saat Acara Rakor


PALANGKARAYA,

POTRETKALTENG.com– Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Perencanaan Penanggulangan Bencana Daerah Se-Kalimantan Tengah pada Senin (4/11/2024) di Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya. Rakor ini dihadiri oleh Kepala Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah serta Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah.


Baca Lainnya :

Sekretaris BPBPK Prov. Kalteng, Agus Suyanto, dalam laporannya menyampaikan bahwa Kalimantan Tengah merupakan salah satu provinsi dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Beberapa bencana yang telah terjadi di wilayah ini antara lain tanah longsor, banjir, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta cuaca ekstrem seperti angin puting beliung dan gelombang ekosistem air pasang (ROB). Selain itu, bencana sosial, epidemi, dan wabah penyakit juga turut menjadi ancaman serius.


“Berdasarkan pemantauan dan analisis Indeks Risiko Bencana di Kalimantan Tengah pada 14 kabupaten/kota, tahun 2023 tercatat angka 121,71, yang menunjukkan kategori risiko sedang. Meski demikian, kejadian bencana masih sering terjadi dan dapat mengancam masyarakat dengan kerusakan material dan korban jiwa,” ujar Agus.


Sinergi untuk Penanggulangan Bencana yang Lebih Baik


Agus menambahkan bahwa tujuan dari rakor ini adalah untuk memperkuat koordinasi, sinkronisasi, dan sinergi antara kebijakan, program, dan kegiatan penanggulangan bencana, meliputi pencegahan, mitigasi, tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Rakor ini juga bertujuan untuk mengoptimalkan potensi yang ada, baik struktural maupun non-struktural, guna melindungi kepentingan masyarakat, meminimalkan korban, serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.


“Rakor ini diharapkan dapat mempererat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam perencanaan penanggulangan bencana untuk periode 2025-2029,” tambah Agus.


Tantangan Kalimantan Tengah dalam Penanggulangan Bencana


Kepala Pelaksana BPBPK Prov. Kalteng, Ahmad Toyib, yang mewakili Plt. Sekretaris Daerah Prov. Kalteng, menyampaikan bahwa tantangan utama bagi Kalimantan Tengah adalah luas wilayah dan kondisi geografis yang khas, seperti dataran gambut. Ia menekankan pentingnya pengelolaan lahan gambut untuk mencegah kebakaran hutan dan banjir yang sering terjadi. Pemerintah Daerah dan masyarakat juga telah mengajukan tuntutan pengelolaan lahan gambut, khususnya dalam sektor perkebunan dan kehutanan.


“Provinsi Kalimantan Tengah memiliki dataran gambut yang rawan terbakar dan terendam banjir. Oleh karena itu, pengelolaan lahan gambut yang baik sangat penting untuk mengurangi potensi bencana tersebut,” jelas Ahmad Toyib.


Analisis Risiko Bencana di Kalimantan Tengah


Berdasarkan kajian risiko bencana yang dilakukan, setiap jenis bencana di Kalimantan Tengah menunjukkan tingkat risiko yang bervariasi. Beberapa bencana, seperti kebakaran hutan dan lahan, banjir, kekeringan, serta tanah longsor, memiliki tingkat risiko tinggi. Sementara itu, bencana seperti gempa bumi, tsunami, serta wabah penyakit memiliki tingkat risiko rendah.


“Sejak 1999 hingga 2023, Kalimantan Tengah telah mengalami berbagai bencana, termasuk banjir, cuaca ekstrem, abrasi, kekeringan, tanah longsor, dan kebakaran hutan dan lahan. Khususnya, banjir dan kebakaran lahan dan hutan terjadi hampir setiap tahun, dengan kejadian besar pada tahun 2015 dan 2019,” kata Ahmad Toyib.


Harapan untuk Sinergi yang Lebih Baik


Ahmad Toyib berharap rakor ini dapat memperkuat pemahaman dan koordinasi di antara pemerintah daerah dalam perencanaan penanggulangan bencana. “Dengan mempertimbangkan potensi bencana yang ada dan berdasarkan peraturan yang berlaku, kami berharap kegiatan penanggulangan bencana di Kalimantan Tengah dapat lebih terkoordinasi, terpadu, dan menyeluruh,” ungkapnya.


Pemateri dan Narasumber


Pada kesempatan ini, rakor menghadirkan narasumber yang berkompeten, seperti Eli Setiyawati dari Kabag Penyusunan Program dan Anggaran Biro Perencanaan BNPB, serta Frederick Simatupang dari Dirjen Bina Adwil Direktorat MPBK Kementerian Dalam Negeri RI. Selain itu, turut hadir pula pejabat administrator, pengawas, dan JF di lingkungan BPBPK Prov. Kalteng.


Melalui pertemuan ini, diharapkan kebijakan penanggulangan bencana yang diterapkan dapat lebih terkoordinasi, efektif, dan adaptif terhadap tantangan yang dihadapi, serta dapat melindungi masyarakat Kalimantan Tengah dari dampak bencana yang semakin kompleks.(yin)



mmc kalteng







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment