- RSUD Kapuas Matangkan Akreditasi, Tim Internal Siap Hadapi Monitoring dan Evaluasi
- Sekda Kapuas Pimpin Pembahasan Penyesuaian Tarif Retribusi RPU, Fokus Tingkatkan Pelayanan
- Buka Rakerda APDESI, Agustiar Tegaskan Efisiensi Anggaran
- Pemprov Kalteng Dorong Sinergi Lintas Sektor melalui Kelurahan Siaga TBC
- Wakil Bupati Barito Timur Dorong Kepala Desa Implementasikan Hasil Rakerda APDESI Kalteng
- Korupsi BGN Memanas, Eks Wakil Kepala BGN Seret Anggota DPR hingga Eks Jenderal dalam Kasus MBG
- Pertamina Naikkan Harga Pertamax di Kalteng Jadi Rp16.950 per Liter, BBM Lain Tetap
- Demokrasi Harus Bermartabat, Bambang Serukan Aksi Damai dan Beretika
- Pemprov Kalteng Perkuat Pengendalian Inflasi, Waspadai Kenaikan Harga Cabai dan Bawang Merah
- Eko Sulistiono: Seluruh ASN Wajib Kelola Anggaran Sesuai Aturan
Dinkes Kalteng Gelar Rapat Evaluasi Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons Kematian Ibu dan

Keterangan Gambar : Kadis Kesehatan Suyuti Syamsul saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan
PALANGKARAYA,
POTRETKALTENG.com – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Dinkes Kalteng) menggelar Rapat Evaluasi Semester Kematian Ibu dan Anak dengan tema Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMPSR) di Hotel Aquarius Palangka Raya pada Kamis (31/10/2024). Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng, Dr. Suyuti Syamsul.
Baca Lainnya :
- Kesbangpol Prov. Kalteng Tegaskan Komitmennya Sebagai Institusi Terpercaya dan Transparan0
- Dinkes Kalteng Terima Tim Visitasi Pengampuan Pelayanan Kesehatan Jiwa dari RSJ Prof. Dr. Soerojo Ma0
- Dinas TPHP Kalteng Bersinergi dengan SPN Tjilik Riwut Wujudkan Ketahanan Pangan di Kalteng0
- Bapenda Provinsi Kalimantan Tengah Gelar Rapat Rekonsiliasi PKB dan BBNKB Triwulan III Tahun 20240
- Kepala DP3APPKB Kalteng Paparkan Implementasi Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan serta Anak dal0
Dalam sambutannya, Dr. Suyuti menyampaikan bahwa penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024. Di dalam RPJMN tersebut, ditargetkan AKI pada 2024 turun menjadi 183 per 100.000 kelahiran hidup, sementara AKB ditargetkan menjadi 16 per 1.000 kelahiran hidup.
Meskipun terdapat penurunan angka AKI dan AKB dalam beberapa tahun terakhir, angka kematian ibu dan bayi di Indonesia, termasuk di Kalimantan Tengah, masih tergolong tinggi dibandingkan negara-negara ASEAN. Kalimantan Tengah termasuk dalam 10 provinsi dengan angka kematian ibu dan bayi tertinggi di Indonesia. Oleh karena itu, pada periode 2023–2024, seluruh kabupaten/kota di provinsi ini ditetapkan sebagai Lokus Percepatan Penurunan AKI dan AKB.
Tren Kematian Ibu dan Bayi
Suyuti memaparkan data kematian ibu dan bayi di Kalimantan Tengah dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2021, tercatat 98 kasus kematian ibu dengan angka 218 per 100.000 kelahiran hidup. Jumlah ini menurun menjadi 64 kasus pada 2022 (146/100.000 KH), namun sedikit meningkat pada 2023 dengan 73 kasus (179/100.000 KH). Hingga September 2024, jumlah kematian ibu tercatat 37 kasus. Penyebab utama kematian ibu adalah hipertensi dalam kehamilan (48,6%), perdarahan (19%), dan komplikasi non-obstetrik (19%).
Untuk kematian bayi, pada 2021 tercatat 394 kasus dengan angka 7,6 per 1.000 kelahiran hidup, yang kemudian menurun menjadi 371 kasus pada 2022 (8,6/1.000 KH). Namun, pada 2023 jumlahnya kembali meningkat menjadi 439 kasus (10,7/1.000 KH), dan pada 2024 hingga September tercatat 276 kasus. Penyebab kematian bayi yang paling banyak ditemukan adalah gangguan pernapasan dan kardiovaskular (33,5%), berat badan lahir rendah (BBLR) atau prematur (22,5%), dan faktor lainnya (31,2%).
Faktor Penyebab dan Tantangan
Dr. Suyuti menjelaskan bahwa salah satu faktor penyebab tingginya angka kematian ibu dan bayi di Kalimantan Tengah adalah keterlambatan dalam deteksi dini masalah kesehatan serta keterbatasan akses terhadap penanganan yang tepat. Selain itu, masih terdapat banyak kehamilan yang tidak direncanakan, termasuk kehamilan berisiko tinggi seperti Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) dan kehamilan dengan kondisi 4 Terlalu (terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, dan terlalu banyak).
Dari data yang ada, sekitar 77% kematian ibu dan bayi terjadi di rumah sakit, 24% di rumah, dan 7% dalam perjalanan saat dirujuk ke Puskesmas atau rumah sakit. Sisanya, 4%, terjadi di Puskesmas.
Rekomendasi dan Tindakan Lanjutan
Dalam rangka mencapai target penurunan AKI dan AKB, Suyuti menegaskan pentingnya upaya berkelanjutan dalam peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan tata kelola sistem kesehatan, termasuk pencatatan dan pelaporan yang lebih baik. Ia berharap kegiatan AMP-SR dapat memberikan analisis mendalam untuk mengidentifikasi akar penyebab kematian ibu dan bayi, serta menghasilkan rekomendasi yang konkret untuk mencegah kematian serupa di masa depan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Tim Fasilitator AMP-SR Nasional dan Tim AMP-SR Provinsi Kalimantan Tengah, dengan peserta dari rumah sakit daerah, terdiri dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi (SpOG), dokter spesialis anak (SpA), serta penanggung jawab kesehatan ibu dan anak (KIA).
Melalui evaluasi dan kolaborasi yang intensif, diharapkan langkah-langkah preventif dan responsif yang lebih efektif dapat diambil untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kalimantan Tengah.(yin)
mmc kalteng
Berita Utama
-
Pertamina Naikkan Harga Pertamax di Kalteng Jadi Rp16.950 per Liter, BBM Lain Tetap
Pertamina Naikkan Harga Pertamax di Kalteng Jadi Rp16.950 per Liter, BBM Lain Tetap
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM — PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) per Rabu, 10 . . .
-
Wakil Bupati Barito Timur Dorong Kepala Desa Implementasikan Hasil Rakerda APDESI Kalteng
Wakil Bupati Barito Timur Dorong Kepala Desa Implementasikan Hasil Rakerda APDESI Kalteng
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, mendorong seluruh kepala desa (kades) di wilayahnya untuk segera mengimplementasikan . . .
-
Korupsi BGN Memanas, Eks Wakil Kepala BGN Seret Anggota DPR hingga Eks Jenderal dalam Kasus MBG
Korupsi BGN Memanas, Eks Wakil Kepala BGN Seret Anggota DPR hingga Eks Jenderal dalam Kasus MBG
JAKARTA, POTRETKALTENG.COM – Kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah diusut aparat penegak hukum memasuki babak baru yang kian . . .
-
Pemprov Kalteng Dorong Sinergi Lintas Sektor melalui Kelurahan Siaga TBC
Pemprov Kalteng Dorong Sinergi Lintas Sektor melalui Kelurahan Siaga TBC
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah mendukung pembentukan Kelurahan Siaga . . .
-
Buka Rakerda APDESI, Agustiar Tegaskan Efisiensi Anggaran
Buka Rakerda APDESI, Agustiar Tegaskan Efisiensi Anggaran
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, secara resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Dialog Interaktif Dewan Pimpinan . . .

















