Inflasi Kalteng April 2026 Tembus 3,66 Persen, Harga Kebutuhan Terus Naik

Potret kalteng 05 Mei 2026, 12:50:30 WIB PEMPROV KALTENG
Inflasi Kalteng April 2026 Tembus 3,66 Persen, Harga Kebutuhan Terus Naik

Keterangan Gambar : Rapat Release BPS Kalteng. (Foto:Yariyanto)





Baca Lainnya :


PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) pada April 2026 mencapai 3,66 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,97. Angka ini menunjukkan adanya kenaikan harga berbagai komoditas dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti melalui Statistisi Ahli Madya, M. Taufiqurrahman, menyampaikan bahwa inflasi dipicu oleh kenaikan harga yang terjadi di seluruh kelompok pengeluaran.

“Inflasi year-on-year April 2026 sebesar 3,66 persen terjadi karena kenaikan harga yang ditunjukkan oleh meningkatnya seluruh indeks kelompok pengeluaran, terutama kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 11,49 persen serta makanan, minuman, dan tembakau sebesar 5,39 persen,” ujarnya, Senin (4/5/2026).


Selain itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami inflasi sebesar 3,19 persen, pendidikan 3,03 persen, serta transportasi 1,76 persen. Kelompok kesehatan tercatat sebesar 1,65 persen, sementara perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,19 persen.

Secara bulanan (month-to-month/m-to-m), Kalimantan Tengah mengalami inflasi sebesar 0,41 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) hingga April 2026 mencapai 1,81 persen.


“Hal ini menunjukkan tekanan harga masih berlangsung secara berkelanjutan, baik secara bulanan maupun kumulatif sepanjang tahun berjalan,” jelasnya.


Dari sisi wilayah, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kapuas sebesar 3,97 persen dengan IHK 113,92. Sementara inflasi terendah tercatat di Kabupaten Sukamara sebesar 2,81 persen dengan IHK 112,93.


BPS juga mencatat sejumlah komoditas utama penyumbang inflasi, antara lain emas perhiasan, beras, daging ayam ras, ikan nila, minyak goreng, hingga angkutan udara. Komoditas lain seperti telur ayam ras, kopi bubuk, tomat, dan bawang merah turut mendorong kenaikan harga.

Sebaliknya, beberapa komoditas seperti bawang putih, cabai rawit, cabai merah, bayam, serta bensin memberikan andil dalam menahan laju inflasi.


“Komoditas tersebut membantu menahan tekanan inflasi agar tidak lebih tinggi,” tambahnya.


Jika dibandingkan April 2025 yang mencatat inflasi sebesar 1,21 persen, angka inflasi April 2026 menunjukkan peningkatan cukup signifikan.

“Ini menjadi perhatian bersama untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” tutupnya.


Secara umum, inflasi di Kalimantan Tengah mencerminkan dinamika harga yang dipengaruhi berbagai faktor, baik dari sektor kebutuhan pokok maupun jasa. Stabilitas harga dinilai tetap menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan ekonomi daerah.(Yz)







+ Indexs Berita

Berita Utama

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment