- Gubernur Kalteng Lantik DAD dan BATAMAD, Fokus Jaga Stabilitas Daerah
- Dekranasda Kalteng Gelar Talk Show Pesona Wastra Kalimantan Tengah
- Wastra Kalteng Bersinar di Panggung Festival, Dekranasda Angkat Budaya Lokal Lewat Fashion
- Bupati Kapuas Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Skema SSI JKN, Perkuat Akses Layanan Kesehatan Mas
- Harga TBS Sawit Petani Swadaya Turun Serempak, Imbas Pidato Presiden ?
- Bupati Barut Luncurkan Program Bantuan dan Makanan Gratis bagi Pendamping Pasien RSUD Muara Teweh
- Jelang Iduladha 1447 H, Pemkab Barito Utara Luncurkan Gerakan Pangan Murah \"On The Road\" di Desa K
- Pemprov dan INKINDO Kalteng Perkuat Sinergi Hadapi Tantangan Pembangunan
- Disbun Kalteng Gencarkan Pendataan Sawit Rakyat untuk Dukung PSR dan ISPO
- Polres Kapuas Ungkap Kasus Curat di Dadahup, Tiga Terduga Pelaku Diamankan
Prioritaskan Akses Pesisir, Pemkab Kapuas Fokus Benahi Jalan Basarang Guna Operasionalkan Batanjung

Keterangan Gambar : Foto coffee night Bupati Kapuas, HM Wiyatno, bersama awak media
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Kelanjutan pengembangan Pelabuhan Batanjung menjadi topik utama dalam agenda coffee night Bupati Kapuas, HM Wiyatno, bersama awak media pada Senin (4/5). Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kapuas menegaskan bahwa keberlanjutan proyek pelabuhan tersebut sangat bergantung pada percepatan penanganan infrastruktur jalan penghubung. Tanpa dukungan akses darat yang memadai, fasilitas pelabuhan dinilai tidak akan pernah bisa berfungsi secara optimal untuk mendukung aktivitas logistik dan ekonomi daerah.
Baca Lainnya :
- Serikat Petani Tambak Gorontalo Protes Tindakan TNI AL di Tanjung Panjang, Berencana Lapor ke POM AL0
- Menakar Marwah Hukum Pidana: Transformasi Pilar Keadilan di Era Transisi0
- Targetkan 2028 Fungsional, Bupati Kapuas Kebut Konektivitas Jalan Pesisir Hingga Pedalaman0
- Kasus Dugaan HPK di Sukamara, SEMMI Kalteng Desak KLH RI Audit Oknum Bupati0
- BBM Kembali Naik, Dexlite Tembus 26.600/Liter0
Bupati Kapuas HM Wiyatno menekankan bahwa pembangunan ruas jalan dari Basarang menuju Batanjung kini telah ditetapkan sebagai prioritas utama pemerintah daerah. Ia menyatakan bahwa penanganan jalan harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum menagih kelanjutan pembangunan fisik pelabuhan kepada pihak terkait. “Batanjung tidak akan dibangun kalau jalan tidak ditangani. Kalau jalan sudah ditangani dan selesai, itu yang akan kita tagih,” tegas Wiyatno di hadapan para wartawan.
Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah akan segera melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat untuk mempercepat pengerjaan jalan tersebut. Konektivitas yang kuat dari wilayah pesisir hingga hulu dianggap sebagai faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh di Kabupaten Kapuas. Sinergitas antar-tingkat pemerintahan diharapkan dapat mempercepat alokasi anggaran dan pelaksanaan teknis di lapangan agar target fungsionalitas jalan segera tercapai.
Selain untuk kepentingan pelabuhan, peningkatan infrastruktur jalan ini diyakini akan membawa dampak positif yang besar terhadap sektor pertanian lokal. Terbukanya akses transportasi akan memudahkan masyarakat dalam menjangkau dan mengelola lahan-lahan produktif yang selama ini terisolasi. “Peningkatan infrastruktur dari pesisir sampai hulu akan membuka akses pertanian. Yang tadinya belum ada jalan, dengan adanya jalan bisa membuka lahan,” ujar HM Wiyatno menjelaskan manfaat ganda dari proyek tersebut.
Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Daerah Kapuas, Dr. Usis I Sangkai, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menetapkan Program Pembangunan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP). Program ini bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan nasional serta memastikan lahan pertanian yang ada tetap dipertahankan dan tidak dialihfungsikan ke sektor lain. Keberadaan jalan Basarang-Batanjung nantinya akan menjadi urat nadi utama dalam mendistribusikan hasil pangan dari sentra produksi menuju pasar atau pelabuhan.
Pemerintah Kabupaten Kapuas juga merencanakan pembukaan lahan pertanian baru seluas 5.000 hektare di masa depan sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat sektor pangan daerah. Langkah ini diambil untuk mensinkronkan program daerah dengan agenda strategis pemerintah pusat dalam mewujudkan kedaulatan pangan. “Ini komitmen kami untuk mewujudkan ketahanan pangan, sejalan dengan program pemerintah pusat,” ujar Usis I Sangkai menutup penjelasannya mengenai integrasi pembangunan infrastruktur dan pangan di Kapuas.
Her
Berita Utama
-
Dekranasda Kalteng Gelar Talk Show Pesona Wastra Kalimantan Tengah
Dekranasda Kalteng Gelar Talk Show Pesona Wastra Kalimantan Tengah
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran menjadi narasumber . . .
-
Bupati Kapuas Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Skema SSI JKN, Perkuat Akses Layanan Kesehatan Mas
Bupati Kapuas Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Skema SSI JKN, Perkuat Akses Layanan Kesehatan Mas
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Bupati Kapuas HM Wiyatno didampingi Wakil Bupati Kapuas Dodo menyaksikan secara langsung Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama . . .
-
Gubernur Kalteng Lantik DAD dan BATAMAD, Fokus Jaga Stabilitas Daerah
Gubernur Kalteng Lantik DAD dan BATAMAD, Fokus Jaga Stabilitas Daerah
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran melantik Dewan Adat Dayak (DAD), Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (BATAMAD) . . .
-
Wastra Kalteng Bersinar di Panggung Festival, Dekranasda Angkat Budaya Lokal Lewat Fashion
Wastra Kalteng Bersinar di Panggung Festival, Dekranasda Angkat Budaya Lokal Lewat Fashion
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM - Keindahan wastra khas Kalimantan Tengah tampil memukau dalam gelaran Kalteng Wastra Festival yang diselenggarakan Dewan . . .
-
Disbun Kalteng Gencarkan Pendataan Sawit Rakyat untuk Dukung PSR dan ISPO
Disbun Kalteng Gencarkan Pendataan Sawit Rakyat untuk Dukung PSR dan ISPO
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Perkebunan (Disbun) terus memperkuat tata kelola sektor perkebunan sawit rakyat . . .

















