- Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap Buka Posko Pengaduan Kerugian Akibat Pemadaman Listrik
- Pemprov Kalteng Apresiasi Siloam Clinical Symposium 2026, Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Layanan Kese
- Kuasa Hukum Desak Rektor UPR Pulihkan Jabatan Tiga Pejabat FEB Usai Menang di Pengadilan
- Panduan Memilih Maklon Parfum yang Mendukung Legalitas BPOM
- SMSI Kalimantan Tengah - Disdik Kalteng, Siap Kawal Kemajuan Pendidikan
- SMSI Kalteng dan KPP Pratama Palangka Raya Perkuat Sinergi, Dorong Literasi Pajak dan Pemetaan Poten
- Menko Polkam RI Kunjungi Kapuas, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Hadapi Isu Strategis
- Hadapi Ancaman Karhutla, Gubernur Agustiar Dorong Penanganan Terpadu Bersama BNPB
- Sapma Pemuda Pancasila Kalteng Sabet Juara 1 Kuda Tuli Cup 2026
- Warga Tumbang Danau Usulkan Air Bersih Pustu dan Jalan Lingkungan
Maria, Perempuan Dayak Yang Sukses Jalankan Bisnis Wadi Khas Kalimantan Dengan Omset 2 Digit Perbula

Keterangan Gambar : Foto maria
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Maria, perempuan muda asal Kalimantan Tengah, membuktikan bahwa ketekunan dan kecintaan terhadap budaya lokal dapat menjadi kunci kesuksesan. Di usia 29 tahun, ia berhasil mengembangkan usaha kuliner tradisional *wadi*, makanan fermentasi khas Dayak, yang kini sudah terkenal di berbagai daerah, bahkan hingga Papua.
Baca Lainnya :
- Gubernur Kalteng Respon Cepat Isu Temuan Beras Oplosan0
- DPRD Harapkan Masyarakat Berperan Lestarikan Cerita Rakyat0
- SEMMI Kalteng Gelar Aksi Laporkan Dugaan Korupsi Proyek Papan Tulis Interaktif ke KPK dan Kejati0
- Dewan Kota Palangka Raya dan Akademisi Kritik Sampah dan UMKM Car Free Night0
- Polres Gunung Mas Tangkap 16 Tersangka Narkoba, Selamatkan 1.100 Jiwa dalam Tujuh Bulan0
Dari Rumah ke Pasar Nasional
Maria, yang berasal dari Desa Parit, Kotawaringin Timur, memulai bisnis *wadi* pada 1 September 2019. Ia belajar sendiri cara pembuatan *wadi*, yang terbuat dari ikan fermentasi dengan pengawetan alami. Awalnya, ia hanya menjualnya ke tetangga dan kerabat, tetapi berkat kualitas dan konsistensinya, permintaan pun terus meningkat.
"Saya sudah berjualan selama 6 tahun. Walaupun ada pasang surut, saya tetap optimis karena wadi ini adalah makanan khas daerah yang banyak diminati," ujar Maria.
Kini, bisnis wadi Maria menghasilkan omzet mencapai Rp 19,2 juta per bulan. Tidak hanya di Kalimantan, *wadi* buatan Maria sudah dijual hingga ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Papua.
Inovasi Rasa dan Kemasan
Salah satu keunggulan wadi Maria adalah inovasi dalam rasa. "Dulu, wadi itu sangat asin. Tapi, saya membuat versi modern dengan rasa yang lebih seimbang: asin dan asam, dan bisa langsung digoreng untuk menghasilkan rasa yang kriuk," jelas Maria.
Selain rasa, Maria juga memperhatikan kualitas kemasan yang menarik dan mudah dibawa, menjadikannya pilihan praktis untuk konsumen yang mencari lauk tahan lama namun tetap lezat. Ia menawarkan dua varian rasa: original dan pedas, dengan harga mulai dari Rp 80.000, tergantung jenis ikan yang dipilih.
Peluang dan Pelestarian Budaya
Maria tidak hanya melihat bisnisnya sebagai usaha mencari keuntungan, tetapi juga sebagai cara untuk melestarikan budaya lokal. Wadi yang diproduksinya menjadi pengingat akan kearifan masyarakat Dayak dalam mengawetkan makanan secara alami, tanpa bahan pengawet kimia.
"Saya ingin generasi muda, khususnya perempuan, tahu bahwa kita bisa memulai bisnis dari hal sederhana, bahkan dari rumah. Yang penting konsisten dan mau belajar," pesan Maria.
Melangkah Lebih Jauh
Dengan terus memperluas jaringan reseller di beberapa kabupaten di Kalimantan Tengah, Maria yakin usaha wadi ini bisa terus berkembang dan menjangkau lebih banyak orang. Baginya, kesuksesan bukan hanya soal omset, tapi juga bagaimana bisa menginspirasi orang lain untuk lebih mencintai produk lokal dan budaya Indonesia.
RH
Berita Utama
-
Kuasa Hukum Desak Rektor UPR Pulihkan Jabatan Tiga Pejabat FEB Usai Menang di Pengadilan
Kuasa Hukum Desak Rektor UPR Pulihkan Jabatan Tiga Pejabat FEB Usai Menang di Pengadilan
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Kuasa hukum tiga pejabat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Palangka Raya (UPR) mendesak Rektor UPR segera memulihkan . . .
-
Pemprov Kalteng Apresiasi Siloam Clinical Symposium 2026, Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Layanan Kese
Pemprov Kalteng Apresiasi Siloam Clinical Symposium 2026, Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Layanan Kese
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengapresiasi penyelenggaraan Siloam Clinical Symposium 2026 yang digelar Siloam Hospital . . .
-
Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap Buka Posko Pengaduan Kerugian Akibat Pemadaman Listrik
Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap Buka Posko Pengaduan Kerugian Akibat Pemadaman Listrik
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang mengaku mengalami kerugian akibat pemadaman . . .
-
Warga Tumbang Danau Usulkan Air Bersih Pustu dan Jalan Lingkungan
Warga Tumbang Danau Usulkan Air Bersih Pustu dan Jalan Lingkungan
KUALA KURUN - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Iceu Purnamasari melaksanakan reses perorangan di Desa Tumbang Danau, Kecamatan . . .
-
Sapma Pemuda Pancasila Kalteng Sabet Juara 1 Kuda Tuli Cup 2026
Sapma Pemuda Pancasila Kalteng Sabet Juara 1 Kuda Tuli Cup 2026
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM— Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil keluar sebagai juara pertama dalam . . .

















