- Gubernur Kalteng Lantik DAD dan BATAMAD, Fokus Jaga Stabilitas Daerah
- Dekranasda Kalteng Gelar Talk Show Pesona Wastra Kalimantan Tengah
- Wastra Kalteng Bersinar di Panggung Festival, Dekranasda Angkat Budaya Lokal Lewat Fashion
- Bupati Kapuas Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Skema SSI JKN, Perkuat Akses Layanan Kesehatan Mas
- Harga TBS Sawit Petani Swadaya Turun Serempak, Imbas Pidato Presiden ?
- Bupati Barut Luncurkan Program Bantuan dan Makanan Gratis bagi Pendamping Pasien RSUD Muara Teweh
- Jelang Iduladha 1447 H, Pemkab Barito Utara Luncurkan Gerakan Pangan Murah \"On The Road\" di Desa K
- Pemprov dan INKINDO Kalteng Perkuat Sinergi Hadapi Tantangan Pembangunan
- Disbun Kalteng Gencarkan Pendataan Sawit Rakyat untuk Dukung PSR dan ISPO
- Polres Kapuas Ungkap Kasus Curat di Dadahup, Tiga Terduga Pelaku Diamankan
SEMMI Kalteng Kecam Keras Dugaan Ketegangan Kekerasan Aparat Konflik Agraria di Seruyan

Keterangan Gambar : Ketua SEMMI Kalteng, Afan Safrian
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM - Konflik lahan yang melibatkan warga masyarakat dan PT Sawitmas Nugraha Perdana di Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, kembali memanas. Kali ini, dugaan tindakan kekerasan oleh aparat kepolisian terhadap warga memicu kecaman publik, termasuk dari kalangan mahasiswa.
Baca Lainnya :
- Semua Elemen Harus Gaungkan Program Tambun Bungai0
- Terapkan Asas Transparansi dalam Mengelola APBDes0
- Bupati Gunung Mas Luncurkan Program Prioritas Tambun Bungai0
- Eks Bendahara Dinas Perpustakaan Barito Selatan Ditahan, Kasus Korupsi Terus Bergulir0
- Prabowo Mainkan Kartu Politik : Tom Lembong dan Hasto di Bebaskan0
Insiden terjadi saat sekelompok warga berupaya mempertahankan wilayah yang mereka klaim sebagai tanah ulayat dari aktivitas perusahaan perkebunan sawit. Ketika aparat kepolisian hadir di lokasi untuk melakukan pengamanan, dilaporkan terjadi tindakan represif oleh oknum anggota Reskrim Polres Seruyan terhadap beberapa warga.
Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Wilayah Kalimantan Tengah menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran terhadap prinsip negara hukum dan hak asasi manusia. Dalam pernyataan resminya, SEMMI Kalteng mempertanyakan peran aparat kepolisian yang dinilai cenderung berpihak kepada kepentingan korporasi dibanding rakyat.
“Kami melihat adanya kecenderungan aparat menjadi pelindung kepentingan perusahaan, bukan masyarakat. Ini bukan hanya soal tindakan kekerasan fisik, tetapi juga soal matinya fungsi negara dalam menjamin keadilan agraria,” tegas Afan Safrian, Ketua Umum SEMMI Kalteng.
Lebih dari itu, SEMMI menyoroti pernyataan dari seorang yang diduga perwakilan perusahaan, yang menyatakan, “Ini polisi kita, bukan polisi masyarakat.” Bagi SEMMI, ini merupakan sinyal kuat tentang relasi kuasa yang timpang antara perusahaan dan aparat penegak hukum di daerah.
"Pernyataan seperti itu sangat berbahaya. Ia menggambarkan bagaimana negara bisa kehilangan otonomi dalam menjalankan fungsi hukumnya ketika bersentuhan dengan kepentingan modal besar,” ujar Afan.
Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak PT Sawitmas Nugraha Perdana terkait insiden tersebut. Kapolres Seruyan juga belum memberikan pernyataan kepada publik, meskipun desakan agar dilakukan investigasi internal semakin menguat.
SEMMI Kalteng menyampaikan lima tuntutan utama:
1. Kapolda Kalimantan Tengah diminta mengusut tuntas dugaan kekerasan yang dilakukan aparat di lapangan.
2. Mabes Polri harus memperjelas sikap netral Polri dalam konflik agraria dan memberikan sanksi terhadap oknum pelanggar.
3. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah didesak segera mengambil alih mediasi konflik secara terbuka dan adil.
4. Pihak perusahaan yang mengeluarkan pernyataan kontroversial diminta meminta maaf secara publik dan diproses hukum jika terbukti melanggar.
5. Kapolres Seruyan diminta dicopot dan diperiksa atas tanggung jawab komandonya dalam tindakan represif ini.
Konflik lahan seperti ini bukan hal baru di Kalimantan Tengah. Dalam beberapa tahun terakhir, ketegangan antara masyarakat adat, petani lokal, dan perusahaan besar terus berulang tanpa penyelesaian yang komprehensif.
“Jika negara terus gagal memastikan keberpihakan pada rakyat kecil dalam konflik agraria, maka bukan hanya kepercayaan publik yang hilang, tetapi juga legitimasi institusi hukum itu sendiri,”pungkas Afan.
RT
Berita Utama
-
Dekranasda Kalteng Gelar Talk Show Pesona Wastra Kalimantan Tengah
Dekranasda Kalteng Gelar Talk Show Pesona Wastra Kalimantan Tengah
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran menjadi narasumber . . .
-
Bupati Kapuas Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Skema SSI JKN, Perkuat Akses Layanan Kesehatan Mas
Bupati Kapuas Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Skema SSI JKN, Perkuat Akses Layanan Kesehatan Mas
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Bupati Kapuas HM Wiyatno didampingi Wakil Bupati Kapuas Dodo menyaksikan secara langsung Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama . . .
-
Gubernur Kalteng Lantik DAD dan BATAMAD, Fokus Jaga Stabilitas Daerah
Gubernur Kalteng Lantik DAD dan BATAMAD, Fokus Jaga Stabilitas Daerah
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran melantik Dewan Adat Dayak (DAD), Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (BATAMAD) . . .
-
Wastra Kalteng Bersinar di Panggung Festival, Dekranasda Angkat Budaya Lokal Lewat Fashion
Wastra Kalteng Bersinar di Panggung Festival, Dekranasda Angkat Budaya Lokal Lewat Fashion
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM - Keindahan wastra khas Kalimantan Tengah tampil memukau dalam gelaran Kalteng Wastra Festival yang diselenggarakan Dewan . . .
-
Disbun Kalteng Gencarkan Pendataan Sawit Rakyat untuk Dukung PSR dan ISPO
Disbun Kalteng Gencarkan Pendataan Sawit Rakyat untuk Dukung PSR dan ISPO
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Perkebunan (Disbun) terus memperkuat tata kelola sektor perkebunan sawit rakyat . . .

















