- Kuasa Hukum Desak Rektor UPR Pulihkan Jabatan Tiga Pejabat FEB Usai Menang di Pengadilan
- Panduan Memilih Maklon Parfum yang Mendukung Legalitas BPOM
- SMSI Kalimantan Tengah - Disdik Kalteng, Siap Kawal Kemajuan Pendidikan
- SMSI Kalteng dan KPP Pratama Palangka Raya Perkuat Sinergi, Dorong Literasi Pajak dan Pemetaan Poten
- Menko Polkam RI Kunjungi Kapuas, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Hadapi Isu Strategis
- Hadapi Ancaman Karhutla, Gubernur Agustiar Dorong Penanganan Terpadu Bersama BNPB
- Sapma Pemuda Pancasila Kalteng Sabet Juara 1 Kuda Tuli Cup 2026
- Warga Tumbang Danau Usulkan Air Bersih Pustu dan Jalan Lingkungan
- Gubernur Kalteng Panggil PLN, Pemadaman Bergilir Ditarget Berakhir 5 Agustus
- GM PLN Kalselteng: Kompensasi Pemadaman Mengacu Permen ESDM Nomor 2 Tahun 2025
Covid-19 Dan Dampaknya Terhadap Pendidikan Di Indonesia
Oleh : Fheby Angelasari Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya

Potretkalteng.com – Palangka Raya – Opini. Coronavirus disease atau yang lebih dikenal dengan Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Virus ini pertama kali dideteksi kemunculannya di Wuhan, Hubei, Tiongkok pada tanggal 31 Desember 2019. Pada tanggal 11 Maret 2020 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan coronavirus disease (covid-19) sebagai pandemi dunia. Pandemi covid-19 ini tidak hanya berdampak pada bidang kesehatan saja tetapi juga berdampak terhadap bidang politik, ekonomi maupun pendidikan. Pemerintah Indonesia sendiri dalam menghadapi pandemi covid-19 ini banyak mengeluarkan kebijakan dalam rangka mencegah penularannya dengan dikeluarkannya kebijakan social distancing atau physical distancing. Kebijakan ini membuat adanya pembatasan sosial baik berskala nasional maupun daerah.
Kebijakan pembatasan sosial ini berdampak pada kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia, pembatasan kegiatan diluar ini membuat proses belajar mengajar di sekolah diliburkan dan adanya peralihan cara pembelajaran dari pertemuan tatap muka (PTM) di kelas menjadi pertemuan secara daring melalui media seperti zoom, classroom maupun google meet dari rumah masing-masing supaya proses pendidikan tetap berlangsung di era pandemi saat ini. Penggunaan teknologi ini tentu saja memiliki dampak positif maupun negatif bagi keadaan pendidikan di Indonesia minimnya penguasaan teknologi di era modern seperti saat ini juga mempengaruhi proses pembelajaran, terbatasnya akses siswa serta sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung proses pembelajaran secara daring ini adalah dampak negatif yang harus para siswa rasakan. Keterbatasan pemahaman dan juga penyampaian pun membuat proses belajar mengajar secara daring ini dinilai kurang efektif oleh sebagian orang.
Di beberapa daerah, proses belajar mengajar secara daring ini terkendala oleh jaringan atau akses internet karena masih banyak wilayah di Indonesia yang belum memiliki jangkauan jaringan untuk mengakses internet. Di berbagai media masa juga sering dikabarkan bahwa ada beberapa bahkan banyak sekali siswa yang harus menempuh jarak yang cukup jauh hanya untuk mengikuti proses pembelajaran secara daring ini. Tidak hanya berdampak negatif penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan saat ini juga memiliki dampak positif dimana penggunaan teknologi ini membuat para siswa menjadi lebih kreatif dalam mengembangkan ilmu yang mereka dapatkan serta meningkatkan kesadaran untuk lebih menguasai kemajuan teknologi yang ada saat ini.
Baca Lainnya :
- Debit Air Hujan Yang Tinggi, Kota Palangka Raya Terendam Banjir0
- Eksistensi Minuman Khas Batak (Tuak) Menyebar Luas Di Nusantara Termasuk Kota Cantik Palangkaraya0
- Kelabui Petugas, IRT Asal Manuhing Simpan Narkotika di Alat Vitalnya0
- Pembahasan mengenai Perlindungan Hukum bagi Korban penipuan media elektronik0
- Pemprov Kalteng Catatkan Rekor Muri Tradisi Mangenta Terbanyak0
Meskipun dengan berbagai tantangan dan hambatan dalam era perkembangan teknologi saat ini, pembelajaran daring ditengah pandemi covid-19 ini membuat para siswa menjadi siap terhadap perkembangan teknologi yang ada dan mampu menguasainya. Para siswa juga diharapkan mampu terus beradaptasi dengan metode pembelajaran yang ada dan dapat memberikan masa depan pendidikan yang inklusif bagi Indonesia. Selain itu, penanganan dan pencegahan covid-19 pun juga terus dilakukan supaya Indonesia terbebas dari pandemi ini.(red)
Berita Utama
-
Kuasa Hukum Desak Rektor UPR Pulihkan Jabatan Tiga Pejabat FEB Usai Menang di Pengadilan
Kuasa Hukum Desak Rektor UPR Pulihkan Jabatan Tiga Pejabat FEB Usai Menang di Pengadilan
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM – Kuasa hukum tiga pejabat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Palangka Raya (UPR) mendesak Rektor UPR segera memulihkan . . .
-
Warga Tumbang Danau Usulkan Air Bersih Pustu dan Jalan Lingkungan
Warga Tumbang Danau Usulkan Air Bersih Pustu dan Jalan Lingkungan
KUALA KURUN - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Iceu Purnamasari melaksanakan reses perorangan di Desa Tumbang Danau, Kecamatan . . .
-
Sapma Pemuda Pancasila Kalteng Sabet Juara 1 Kuda Tuli Cup 2026
Sapma Pemuda Pancasila Kalteng Sabet Juara 1 Kuda Tuli Cup 2026
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM— Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil keluar sebagai juara pertama dalam . . .
-
Menko Polkam RI Kunjungi Kapuas, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Hadapi Isu Strategis
Menko Polkam RI Kunjungi Kapuas, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Hadapi Isu Strategis
KUALA KAPUAS, POTRETKALTENG.COM – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, melakukan . . .
-
Hadapi Ancaman Karhutla, Gubernur Agustiar Dorong Penanganan Terpadu Bersama BNPB
Hadapi Ancaman Karhutla, Gubernur Agustiar Dorong Penanganan Terpadu Bersama BNPB
PALANGKA RAYA, POTRETKALTENG.COM -Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, mendorong penanganan kebakaran hutan dan lahan dilakukan secara lebih terpadu melalui . . .

















